
Mereka sudah berkumpul di meja makan, Kenan duduk di sebelah kiri Aisha. Sedangkan Mami Selly biasa tidak mau pisah dari Aisha.
"Aisha, abis makan ikut Mami sebentar ya." Bisik Mami Selly.
"Apa sih yang kalian bicara?kok bisik-bisik." Kenan mendekati telinga, ia penasaran apa yang Mami Selly dan Aisha bicarakan.
"Kepo kamu, sana kepala mu mengganggu anak perempuan Mami." Mami Selly menggeser kepala Kenan, agar tidak dekat-dekat dengan Aisha.
"Mami, Aisha kan itu pacar ku dan calon istri ku." Kenan merangkul Aisha, kelakuan Kenan membuat Aisha merona.
"Dulu aja menolak keras dan marah-marah terus sama Aisha, sekarang bucin banget. Makanya jadi anak laki-laki itu jangan munafik." Sindir Mami Selly.
"Hehehe... Dulu itu aku bodoh, tidak menyadari kedatangan bidadari cantik ini." Kenan cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatel, lalu mencolek dagu Aisha.
"lebay karatan kamu." Sewot Mami Selly, ia merasa kesal dengan Kenan yang jadi lebay.
"Sudah-sudah, jangan pada berantem. Kita kapan makan nih." Papi Devan menghentikan perdebatan Kenan dan Mami Selly.
"Iya, Maaf." Serentak.
Selesai makan malam, mereka pun menuju ruang keluarga sambil nonton tv. Mereka berbincang-bincang mengenai bisnis atau apa yang mereka lalui hari ini.
"Ayo, Sha. Ikut Mami." Ajak Mami Selly.
"Iya, Mam." Aisha di rangkul oleh Mami. Kenan melihat Mami Selly dan Aisha berjalan menuju kamar Mami dan Papinya, ia merasa heran kelakuan dua wanita yang amat dia cintai. Membuatnya curiga, padahal dia ingin bicara mengenai pinangan ia dan Aisha. Kenan sudah memantapkan diri untuk menikahi Aisha.
Beberapa menit kemudian, Mami Selly dan Aisha keluar kamar dengan berpenampilan berbeda. Papi Devan, Om Roy, Kenan dan Arkan sedang asyik ngobrol hingga mereka tidak tau kedatangan Mami Selly dan Aisha.
"Assalamualaikum semua, bagaimana penampilan kami." Seru Mami Selly, Aisha tersenyum malu-malu.
"Masya Allah, Istriku dan anak perempuan ku tambah cantik." Papi Devan takjub dengan penampilan Mami Selly dan Aisha berubah, mereka menggunakan gamis dan Hijab. Aura kecantikan mereka bertambah.
"Iya benar itu, Kakak Ipar dan keponakan ku tambah cantik." Om Roy juga merasa takjub.
__ADS_1
"Ya Allah, Kakak Aisha cantik sekali. Kakak mau ngga nanti jadi pacar Arkan." Arkan memeluk pinggang Aisha. Papi Devan dan Om Roy tertawa atas ucapan Arkan, tapi tidak dengan Kenan, ia merasa panas lalu mendekati adiknya yang sedang memeluk pujaan hatinya.
"Eh! bocah, kamu itu belajar dulu. Malah mikirin pacaran, lagian ya. Kak Aisha udah milik Abang." Kenan menggeser Arkan agar berjauhan dengan Aisha.
"Ih! Abang Kak Aisha itu selama ini selalu sama Arkan, Abang aja selalu sibuk dan malah nempel mulu sama Ratu ular. Aku yang nemanin Kak Aisha kadang aku melihat Kak Aisha menangis." Arkan tidak terima di geser, ia marah dan mengungkapkan selama ini. Ia tidak suka dengan Ratu apalagi membuat Aisha menangis tambah ia tidak suka.
Mendengar perkataan Arkan, Kenan menoleh ke Aisha. Ya dia telah menyakiti hati Aisha, lalu ia pun memegang tangan Aisha dan berlutut.
Papi Devan, Om Roy dan Mami Selly terbelalak melihat kelakuan Kenan. Baru kali melihat Kenan berlutut, apalagi terhadap wanita. Maminya sendiri tidak di perlakukan seperti itu, Arkan menyilangkan tangan di dadanya dan cemberut.
"Aisha sayang, maafkan Aku telah menyakiti mu terlalu dalam. Sungguh aku minta maaf, aku sangat menyesal." Kenan menatap Aisha penuh cinta.
"Ken, kamu jangan seperti ini. Aku sudah memaafkan kamu, berdirilah aku merasa ngga enak." Aisha merasa tidak enak di perlakukan seperti itu oleh Kenan, ia berusaha Kenan untuk berdiri.
Kenan pun berdiri, ia menggenggam tangan Aisha.
"Mi, Pi dan Om Roy... Juga Arkan." Kenan menghentikan bicara lalu melihat Arkan yang cemberut, Kenan tersenyum.
"Alhamdulillah ini yang Mami tunggu dari kemarin-kemarin, gimana kalau pernikahan mereka di jadwalkan minggu depan." Mami Selly sangat senang dan bersemangat.
"Mi, ngga kecepatan." Kata Papi Devan.
"Ish! Makin cepat lebih baik, daripada kelamaan nanti bisa melakukan zina. Mami ngga mau itu, pokoknya ngga ada yang menolak. Nanti Mami yang atur semua." Mami Selly dengan tegas mengambil keputusan, Om Roy yang tadi ingin bicara. Jadi tidak bisa, ia pun menuruti keputusan Kakak iparnya.
"Yes.., semua sudah setuju. Aku pun juga begitu, aku sudah ngga sabaran ingin menikahi mu." Sorak senang Kenan.
"Ngga apa-apa dech Bang Ken sama Kak Aisha menikah jadi aku benaran punya Kakak perempuan yang cantik." Arkan menyerah untuk mengejar Aisha.
"Sha, hari ini kamu menginap di sini ya. Mami ingin mempersiapkan pernikahan kamu, Mami ngga mau jauh-jauh sama kamu." Mami Selly memeluk Aisha.
"Iya, Mi. Aku juga memutuskan untuk berhijab, di apartemen aku ngga punya pakaian seperti ini." Kata Aisha.
"Kamu juga Roy." Papi Devan menepuk pundak Om Roy.
__ADS_1
"Baiklah." Kata Om Roy.
Hari semakin larut, mereka kembali ke kamar. Kenan mengantar Aisha ke kamarnya.
"Selamat tidur dan jangan lupa mimpiin calon suami mu ini ya... Aarrgghhh, jadi ngga bisa cium bibir dan peluk kamu dong. Kalau sudah berpenampilan seperti ini." Kenan memayunkan bibirnya.
"Iya, nanti kalau sudah kita menikah kamu bebas mau ngapain aku." Aisha mencolek dagu Kenan, lalu buru-buru tutup pintu kamar.
"Ih! gemesin banget, calon istri ku ini. Ya Allah, terimakasih atas segala kau berikan kepada ku. Termasuk jodoh ku ini." Kenan mengelus pintu kamar Aisha, lalu melangkah ke kamarnya.
"Idih! Ternyata jatuh cinta membuat orang gila, seperti Bang ken. Pintu aja di elus-elus, jadi aku jijik dengan sikap abang ku ini." Arkan melihat kelakuan Kenan merasa jijik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan Lupa Like, Vote dan Komentarnya ya...
See you...😘😘😘😘😘
__ADS_1