Cinta Kamu

Cinta Kamu
#23


__ADS_3

Pagi hari, Aisha sengaja lewat kelas Kenan. Untuk melihat Kenan, karena Kenan berangkat lebih dahulu. Aisha masih merasa bersalah.



Tiba di depan kelas Kenan, Aisha melihat Kenan sedang serius mengajari Bella. Ada rasa sakit di hati Aisha.


"Ya Allah sakit sekali rasanya jatuh cinta." Batin Aisha, lalu Aisha pergi ke kelas dengan sedih.


"Aku harus semangat belajar lupakan sejenak Kenan, nanti abis ujian aku baru kejar lagi cinta ku pada Kenan." Kata Aisha berjalan sambil tersenyum.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Karena sedang ada ujian di sekolah, untuk sementara Om Roy memberikan izin untuk Aisha biar fokus belajar.


Aisha memajang foto Kenan di langit-langit kamarnya. Lalu merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap foto Kenan.



"Kamu harus semangat Aisha. Kenan, aku mencintaimu." Kata Aisha bersemangat menatap foto Kenan di langit-langit kamar.


Ddrrtt... Ddrrtt...


Bunyi ponsel Aisha.


"Assalamualaikum, Bunda, Ayah dan adik-adik kakak yang ganteng. Apa kabar?, Aisha kangen." Aisha mendapat panggilan video call dari keluarganya.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, sayang. Kami semua baik, kami juga kangen kamu, sayang." Bunda Anna.


"Ayah mau kasih kabar, kalau minggu depan Ayah, Bunda dan Adik-adik kamu mau ke ketempat mu. Kami sudah ngga sabar ketemu kamu, Nak." Ayah Ali.


"Iya, Kak. Baim kesana sediain makanan yang banyak, ya Kak." Teriak Ibrahim senang. Aisha tersenyum melihat keluarganya.


"Iya, Nanti kakak beliin makanan khusus buat adik-adik kakak yang ganteng-ganteng." Aisha.


"Kak, tadi aku ketemu sama Aa Asep, dia nanyain kakak." Adam merebut ponsel dari Ibrahim adiknya.


"Nanyain gimana, dam?." Tanya Aisha penasaran.


Tidak terasa hari sudah menjelang sore, saking asyik ngobrol untuk melepas rindu kepada keluarganya.


"Iya, Ayah. Kalian juga harus jaga kesehatan dan jangan terlalu cape, adik-adik kakak yang ganteng jaga ayah dan bunda. Kalau ada apa-apa segera hubungi Kakak, ya." Aisha menetes air mata.


"Sudah jangan nangis, sayang. Bunda, Ayah dan adik-adik akan selalu mendoakan kamu, sayang. Bunda sudah ngga sabaran ingin ketemu kamu, sayang." Bunda Anna meneteskan air mata juga.


"Sudah-sudah, kenapa kakak dan bunda selalu menangis sih. Dasar anak cewek cengeng." Ledek Adam.


"Iya, kakak jelek kalau nangis sudah kaya zombie. Hahaha..." Ibrahim tertawa.


"Ya, sudah na. Assalamualaikum anak Ayah yang cantik, pintar dan soleha." Ayah Ali.


"Wa'alaikumsalam, Aisha sangat sayang kalian." Aisha menghapus air mata dan mengakhiri panggilan Video call.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸



"Hai, Aisha. Gue mau ngasih tau kalau gue dan Kenan sudah pacaran, jadi mulai sekarang jangan pernah dekati Kenan lagi. Lagi pula Loe itu bukan tipe dia, yang dadanya kecil, cewek ceroboh dan aneh kaya loe." Bella sinis.


"Ooo... begitu, selamat ya." Aisha sedih dan merasa sakit di dadanya, seakan tertusuk belati yang sangat tajam.


Aisha terus berjalan tanpa memperdulikan Bella yang terus memanggil namanya.


Sampai kelas. Aisha mengeluarkan bukunya, tiba-tiba air matanya menetes.



"Hiks... Hiks... Hiks... sakit rasanya mendengar mereka jadian, Kenan kamu jahat dan tega. Aku sangat mencintaimu, apa kamu tidak pernah merasakan cinta ku padamu." Aisha dalam hati.


Bonny dan Tika kaget melihat Aisha yang kepalanya di sandarkan di atas meja sambil menangis tersedu-sedu.


"Aisha Loe kenapa? siapa yang sudah bikin loe kaya gini, biar gue hajar itu orang." Tanya Bonny panik.


Aisha masih menangis malah tangisnya menjadi kencang.


"Hhuuwwaa..." Teriak Aisha, sehingga teman-teman sekelas semua menatap Aisha dengan menatap penasaran.


"Sudah, Aisha. Loe jangan nangis terus lihat semuanya pada ngelihatin loe. Nih hapus air mata loe." Tika menyodorkan tisue.

__ADS_1


__ADS_2