
Tidak terasa sudah kelas 3 SMA, hubungan Kenan dan Aisha masih segitu-gitu aja. Kenan sebenarnya sudah mulai jatuh cinta dengan Aisha, karena bagi Kenan belum saatnya menyatakan perasaannya kepada Aisha. Kenan masih ingin melihat keseriusan Aisha yang mengejar cinta pada dirinya.
Sandy juga tidak menyerah mengejar cinta Aisha, walau Sandy tau Aisha sangat mencintai Kenan. Sandy tidak peduli, bagi Sandy yang terpenting adalah sebelum janur kuning melengkung masih bisa di raih.
Bonny dan Tika sudah mempunyai pacar. Pacar mereka bukan dari sekolah ini, melainkan cowok yang pernah ketemu di Villa.
Aisha juga sudah memaafkan Cindy dan Lusy, bahkan mereka menjadi teman baik seperti Bonny dan Tika. Sedangkan Bella dan Ibu Jenny pindah ke Singapura, sebelum keberangkatan, Bella dan Ibu Jenny meminta maaf kepada Aisha. Mami Selly sengaja memindahkan Bella dan Ibu Jenny ke Singapura, agar mereka tidak mengganggu Aisha lagi.
Siang hari Aisha dkk keperpustakaan, untuk mempersiapkan UAN.
"Sha, U jadi ambil fakultas kedokteran?." Kata Bonny dan melihat buku-buku tentang kedokteran di tangan Aisha.
"Insya Allah, kalau aku ngga bisa dokter. Bisa jadi perawat, agar bisa lebih dekat dengan Kenan." Aisha tersenyum.
"Memang Kenan mau jadi dokter juga kaya Loe, Sha?" Kata Tika kepo.
"Iya, Kenan jadi dokter. Aku jadi perawat, nanti aku berasa cinta ku tidak bisa di pisahkan oleh apapun. Hahahaha..." Aisha membayangkan bila impiannya tercapai.
"Kenan akan menjadi dokter terganteng dan terhebat. Aku menjadi Suster cantik yang selalu mendampingi Kenan. I Love you Kenan." Batin Aisha, tangan memeluk erat buku-buku.
"Loe kenapa, Sha?." Bonny menepuk pundak Aisha.
"Iya, loe Senyam-senyum ngga jelas. Bikin Gue ngeri melihat loe kaya gini." Tika merasa merinding.
__ADS_1
"Hahahaha... Maaf." Aisha menggaruk kepala yang tidak gatel.
"Sssttt... Lihat tuh Kenan." Tunjuk Bonny kearah Kenan yang baru saja tiba di perpustakaan.
"Tiap hari makin ganteng." Aisha terpesona.
Tiba-tiba Cindy dan Lusy datang.
"Hai, boleh gabung ngga?." Sahut Cindy.
"Boleh." Aisha ramah. Bonny dan Tika tidak suka kedatangan Cindy dan Lusy.
"Terimakasih, Sha." Lusy langsung duduk.
"Gangguan datang, bikin ngga mood belajar gue." Ketus Bonny.
"Eh! Kok, gitu. Aku juga ikut dech, maaf ya Cindy dan Lusy. Aku kelas dulu, bye." Aisha mengejar Bonny dan Tika, Ia tau Bonny dan Tika masih tidak suka dengan Cindy dan Lusy. Karena mereka tiba-tiba menjadi baik, takut Aisha di jahatin lagi.
Kenan melihat Aisha berlari, Ia menggelengkan kepala dan tersenyum.
"Dasar bocah." Kata Kenan.
"Siapa yang bocah, Ken?." Andy sahabat Kenan.
"Ah! Ngga, bukan siapa-siapa. Buku yang loe cari udah ketemu belum?." Kenan mengelak.
__ADS_1
"Udah, yuk." Ajak Andy.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Mami Selly sedang membuat masakan dari Korea.
"Mmmm... Enak banget." Mami Selly mencicipi masakannya.
"Aku memang punya bakat menjadi koki." Mami Selly membanggakan diri.
"Assalamualaikum." Arkan baru pulang sekolah.
"Wa'alaikumsalam... Tumben kamu sudah pulang Arkan, apa kamu sakit?." Mami Selly meriksa kening Arkan.
__ADS_1
"Ish! Ngga Mami, guru ada rapat jadi pulangin. Mami masak apa kebetulan Arkan lapar." Arkan mencium aroma masakan.
"Mami tadi nyoba memasak masakan korea, pasti kamu ketagihan dech." Mami Selly menarik tangan Arkan.