Cinta Kamu

Cinta Kamu
#57


__ADS_3

Di Sekolah Arkan.


Arkan mempunyai sifat seperti kakaknya, Kenan. Yang dingin, cuek, tampan dan jenius, hingga para wanita klepek-klepek. Seperti saat ini Arkan selalu di ikuti gadis cantik, imut dan manis, tapi Arkan tidak perduli gadis itu mau apa.



"Hai Arkan, kenapa kamu di sini sendirian tidak ikut bergabung dengan yang lain di lapangan?." Kata Bilqis lembut, sambil memegang bola.


"Ah! ngga." Terkejut Arkan.


"Biar aku temani, ya." Bilqis berjalan menghampiri Arkan.


"Udah sana jangan ganggu gue."


"Aku ngga ganggu kamu kok, aku cuma di sini untuk istirahat sebentar."


"Terserah."


Beberapa detik tidak ada pembicaraan, tiba-tiba bel pergantian pelajaran. Arkan dan Bilqis masih diam di tempat.


"Kamu ngga ganti baju, pelajaran berikutnya akan di mulai."

__ADS_1


"Loe aja sana."


"Oke, tapi nanti sore aku akan kerumah kamu. Untuk mengerjakan tugas matematika yang aku ngga mengerti." Bilqis pergi, Arkan menatap kepergian Bilqis.


"Kenapa setiap Bilqis ada di dekat gue, jantung gue berdetak kencang. Gue harus menanyakan ke Abang Kenan." Arkan memegang dadanya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Aisha berlatih tenis dengan Mami Selly, karena hari ini Aisha tidak ada jadwal kuliah. Begitu juga dengan Kenan.


"Nah! gitu Aisha, bagus. Badan kamu harus jangan terlalu kaku dan tetap fokus arah bola." Kata Mami Selly memberikan intruksi.


Beberapa jam kemudian, latihan tenis telah usai. Mami Selly dan Aisha duduk di bangku dan sambil menegakkan air mineral.


"Iya, sayang. Malah Mami senang bisa mengajarkan kamu." Mami Selly mengelus rambut Aisha.


"Mi, terimakasih juga. Sudah hadir di saat keluarga ku pergi menghadap sang pencipta." Aisha mengeluarkan airmata.


"Hei, kamu jangan menangis. Kamu anak Mami juga dan jangan berpikiran kalau kamu sendiri. Ngga sayang, kamu anak Mami dan Papi Devan. Masih ada Om Roy, Om kandung kamu. Ada juga Kenan dan Arkan. Kami sangat sayang sama kamu, jangan bersedih lagi. Kalau ada masalah langsung bicarakan dengan Mami. Mami akan selalu ada untuk mu sayang." Mami Selly memeluk Aisha.


"Iya, Mi. Aisha sayang sama Mami." Aisha memeluk Mami Selly dengan erat.

__ADS_1


"Adew... Pagi-pagi udah drama." Tiba-tiba Kenan datang dan ikut nimbrung duduk.


"Mi, aku ke kamar dulu. Ya, Assalamualaikum." Aisha tidak mau Kenan melihat dirinya abis menangis, ia tidak mau kelihatan lemah di hadapan Kenan. Lalu ia pamit ke kamarnya, Kenan melihat kepergian Aisha terlihat kecewa, padahal dia ingin menggoda Aisha.


Kenan senang menggoda Aisha, karena sudah hobinya menggoda Aisha saat ini. Menurutnya Aisha menggemaskan bila sudah blushing.


"Kalau naksir, ngomong bos. Jangan di anggurin aja, nanti ke buru di rebut sama cowok lain. Lagi pula putri Mami itu sangat cantik dan imut, para laki-laki sangat menyukainya." Mami Selly menyenggol bahu Kenan.


"Apaan sih Mi, Kenan ngga naksir tuh denga Aisha. Yang ada tuh Aisha yang naksir aku dari pertama datang kesini." Ucap Kenan berbohong, padahal ia sudah mulai cinta sama Aisha. Hanya saja gengsinya terlalu besar.


"Terserah kamu, Mami mau menyiapkan makan siang dari pada disini sama kamu yang masih gengsinya terlalu tinggi." Mami Selly beranjak dari duduknya, lalu berjalan menuju ke dalam rumah.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2