
Baru beberapa jam Kenan tidak menemui, telp atau chat Aisha merasa hidupnya hampa...
"Begini banget ya nasib orang mau nikah, ngga bisa menghubungi yayang beb. Huh." Kenan beberapa kali menghela napas.
"Kamu kenapa?." Tanya Om Roy yang baru datang, ia melihat Kenan bersandar di sofa sambil menatap langit-langit atap. Kenan mendengar suara Om Roy bangun dan menghampiri Om Roy, lalu mencium tangan Om Roy.
"Aku sedih ngga bisa menghubungi dan bertemu dengan Aisha, Mami benar-benar melarang aku Om." Kenan mengadu kepada Om Roy.
"Hahaha... Kirain Om itu kamu lagi ada masalah besar. Lebay kamu." Om Roy malah menertawakan Kenan.
"Ck, malah ketawain. Bagi ku ini masalah besar Om, ngga ketemu Aisha semenit itu kaya setahun. Apalagi 1 minggu kaya 100 tahun Om." Kesal Kenan, ia agak meninggikan suaranya. Tidak terima di katain Lebay oleh Om Roy.
"Daripada kamu uring-uringan mikirin Aisha, lebih baik ikut Om ketemu klien. Ini sangat penting untuk memajukan perusahaan kamu."
"Baiklah Om."
Om Roy dan Kenan pergi menemui klien.
Di sisi lain, Aisha mengikuti kemauan Mami Selly. Kaya saat ini, ia melakukan merilekskan seluruh badan dengan perawatan salon. Mami Selly memanggil karyawan Salon, pemilik butik dan WO datang ke Apartemen, Mami Selly tidak mengizinkan Aisha keluar dari Apartemen. Bahkan mau makan Mami Selly memanggil salah satu koki di hotel bintang lima yang terkenal di kota ini.
Mami Selly sibuk mengatur konsep pernikahan.
"Jeng, lebih baik kamu tanyakan saja Aisha. Kan dia dan Kenan yang akan menikah." Saran Tante Tasya.
"Aku itu ingin membuat pesta yang mewah dan elegan, aku ngga mau membuat Roy malu. Kamu kan tau sendiri Roy itu siapa?." Mami Selly masih sibuk memilih konsep pernikahan.
"Iya, juga jeng."
"Saya mau tamu undangan datang seperti lorong ini, jadi ini di letakkan di depan pas tamu menandatangani buku tamu." Kata Mami Selly menunjuk buku.
"Lalu gedung di hias seperti ini, bisakan?." Tambah Mami Selly.
"Bisa nyonya, saya akan tambahkan di langit-langit saya tambah lampu seperti bintang agar terlihat unik dan mewah." Kata pihak Wo.
"Oke, saya sudah transfer dp nya. Sisanya akan saya bayar bila dekor kalian memuaskan." Mami Selly menutup buku.
"Tenang saja nyonya, kami akan berusaha membuat konsep pernikahan atas keinginan Nyonya." Kata salah satu pihak Wo.
"Bagus, saya percaya kemampuan perusahaan Wo kalian. Kalau begitu silakan makan terlebih dahulu sebelum kalian buang, saya mau melihat anak perempuan saya." Mami Selly beranjak dari duduk.
"Baik Nyonya dan Terimakasih." Sahut dua orang Wo.
"Iya, sama-sama. Ayo, Jeng kita ke atas mempersiapkan gaun untuk Aisha. Kalau Kenan kamu pasti sudah hafal." Mami Selly menggandeng Tante Tasya.
__ADS_1
"Iya, malah di luar pikiran." Tante Tasya senyum.
"Oia, kamu kapan nih sama Roy. Kok diam di tempat aja sih, padahal aku tuh senang banget kalau kamu yang jadi istrinya Roy. Cuma kamu yang asyik daripada teman kita yang lain."
Mami Selly dan Tante Tasya adalah teman arisan, sejak ikut arisan mereka menjadi akrab.
"Hufh, aku dan Roy sudah tua. Malu kalau kami menjalin hubungan, kamu juga teman paling asyik Jeng."
"Ngapain malu, masih banyak yang tua dari kalian malah lebih nikah. Sudah nanti abis pernikahan Kenan dan Aisha selesai, kita akan bahasa ini."
Tibalah mereka di kamar Aisha.
Cklek
Pintu di buka.
Mereka melihat Aisha sedang di pijat.
"Sepertinya ada yang keenakan tuh, Jeng." Bisik Tante Aisha.
"Iya, Jeng. Ngga kaya kamu juga seperti itu, hahaha..." Mami Selly memukul pelan pundak Tante Tasya.
"Hahaha... Iya, Jeng. Abis sangat enak, Jeng." Tante Tasya malu-malu.
"Emang, enak Jeng. Yuk, kita ikutan."
Hingga menjelang malam mereka baru selesai di spa, seluruh tubuh mereka menjadi rileks. Tim Wo sudah pulang sedari siang.
"Keasyikan di spa, lupa dech untuk gaun pernikahan buat kamu Aisha." Kata Mami Selly.
"Tapi enak kan? itu mah gampang, Jeng. Malam ini aku akan menginap di sini." Kata Tante Tasya.
"Benar itu, kamu kan orang yang super sibuk."
"Hahaha... Bisa aja kamu, Jeng. Nih aku sudah pilihkan gaun yang bagus dan cocok buat Aisha." Tante Tasya mengambil table di tas, lalu ia memperlihatkan gambar gaun pengantin di table.
"Gaun ini seperti princess di negeri dongeng." Kata Tante Tasya menjelaskan, lalu Tante Tasya memperlihatkan 1 persatu gambar gaun dan menjelaskan tentang gaun tersebut.
__ADS_1
"Aku bingung harus pilih yang mana, semuanya terlihat bagus dan cantik. Ini pasti harganya mahal ya, tan?." Aisha bingung untuk memilih gaun.
"Sini Mami pilihkan, ingat anak Mami yang cantik. Kamu ngga usah mikir ini mahal atau ngga, oke." Mami Selly mengambil Table dan mengelus punggung Aisha.
"Iya, Mi." Kata Aisha.
Mami Selly terlihat serius memilih gaun pengantin di table.
"Yang ini aja, Jeng. Aku yakin Aisha menggunakan ini pasti terlihat cantik." Mami Selly memilih terakhir gambar gaun pengantin.
"Pilihan kamu selalu tepat, gaun ini memang bagus dan cocok buat Aisha. Aku akan menyiapkan besok, untuk seminggu ini aku akan fokus untuk menyiapkan gaun pengantin Aisha."
"Terimakasih, ya Jeng. Kamu yang terbaik."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Menurut Kalian gaun yang mana yang cocok buat Aisha?
Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya....
__ADS_1
See you.... 😘😘😘😘😘