
Hei hei, apa kabar kawan
Siapkah kau untuk melangkahi
Masalah mu
Hadapi esok pagi
Hei hei, apa kabar kawan
Siapkah kau untuk melangkah
Ke masa depan
Menantikan pelangi
Percayalah kawan
Esok 'kan berbeda
Pasti 'kan engkau mencoba
Buat mimpimu jadi
Nyata oh nyata
Kita semua pasti bisa
Asalkan kita melangkah
Sambut hari yang indah
Yee-eey
Marilah kita mensyukuri
Semua berkat dalam hidup ini
Kita bahagia
Kita bahagia
Bersama hangatnya mentari
Nikmati dan lukiskan memori
Kita bahagia
Kita bahagia
__ADS_1
Ba-ha-gia-ia
Ba-ha-gia-iaia
Ba-ha-gia
Hoo wee
Hei hei, bagaimana kawan
Apakah kau merangkai
Semua citamu
Bebaskan harapanmu
Ei Ei, bagaimana kawan
Apakah kau menapaki
Babak baru
Pancarkan semangatmu
Percayalah kawan
Esok 'kan berbeda
Pasti 'kan engkau mencoba
Buat mimpimu jadi
Pprookk...
Tepuk tangan meriah dari para pengunjung.
Aisha sudah bisa tersenyum dan melupakan kesedihan. Ia merasa bersyukur, karena sahabat-sahabatnya selalu ada suka maupun duka. Bahkan Sandy begitu care sama Aisha, ya walau cintanya terhadap Aisha masih ada sedikit. Tapi ia tidak menanggapinya. Sandy ingin Aisha bahagia.
"Terimakasih, ya. Kalian memang sahabat sejati ku, entah apa jadinya bila ngga ada kalian di sisiku." Kata Aisha memeluk kedua sahabatnya.
"Sha, gue ngga di peluk nih." Ucap Sandy.
"Ogah, sana peluk sama patung." Aisha menolak dan menujuk patung.
"Ish! Tega kali kau sama Aku, Sha." Sandy cemberut.
"Sory, udah malam nih. Pulang yuk." Aisha tidak peduli Sandy bicara apa.
"Dasar perempuan, kalau udah ngga sedih. Gue di hempas begitu saja, nasib gue jadi laki-laki." Gerutu Sandy dan mengelus dada.
__ADS_1
"Udah loe, jangan banyak omong. Anterin kita pulang." Bonny menarik kerah Sandy.
"Ck, emang gue sapi napa pake di seret gitu." Sandy kesel.
"Loe dari tadi marah-marah mulu, lagi DPT ya." Ledek Tika.
"Ish! mana ada cowok sekeren Gue DPT, emangnya gue lekong." Sandy bergaya banci.
"Hahahaha..." Aisha, Bonny dan Tika Tertawa.
"Sha, gue senang melihat loe tertawa. Seandainya gue cowok yang loe cinta, pasti gue akan buat selalu tersenyum dan bahagia. Gue ngga ak biarkan loe mengeluarkan airmata setetes pun." Batin Sandy, ia menatap Aisha dari kaca spion.
Aisha menatap keluar jendela, hatinya masih merasa sakit. Beberapa kali ia menghela napas.
"Aku harus melupakan Kenan, karena sekeras apapun aku mengejar cinta Kenan. Tapi takdir tidak bisa di ganggu gugat." Batin Aisha.
Tibalah mobil tepat di rumah Kenan. Sandy membukakan pintu untuk Aisha.
"Sha, udah jangan loe tangisi cowok seperti dia. Airmata loe itu sangat berharga, gue ngga bisa melihat loe sedih terus." Kata Sandy menatap Aisha
"Iya, makasih udah peduli sama aku. San." Kata Aisha tersenyum.
"Iya, kalau loe butuh apa-apa. Gue siap membantu loe." Kata Sandy.
"Sip, aku turun dulu. Makasih untuk hari ini ya, Bon, Tik. Gue pamit ya. Makasih ya, San." Aisya menepuk pundak Sandy.
Sandy melihat Kenan dan Ratu keluar rumah, ia langsung membalikkan tubuh Aisha dan memeluknya. Kenan melihat Aisha di peluk Sandy, rahangnya mengeras dan ia mengepal kedua tangannya.
"Breng*** loe, San." Kata Kenan dalam hati, ia marah sangat marah.
Cup
Sandy mencium kening Aisha, membuat mata Aisha terbelalak.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jempolnya jangan lupa see you...