
Bonny dan Tika membantu Aisha yang sudah kelelahan.
"Sha, maafin gue dan Tika. Ya." Bonny menatap tidak tega melihat Aisha.
"Iya, Sha. Tadi kita lagi di perpustakaan jadi kita ngga bantuin Loe di keroyok oleh fans gila Kenan, ini minum loe." Tika menyodorkan minuman.
"Iya, ngga apa-apa kok. Thank's minumannya." Aisha meminum air yang di berikan Tika.
"Aisha, ayo ikut gue. Mami akan datang." Kenan baru datang dan langsung menarik tangan Aisha.
"Kenan." Teriak Bonny dan Tika.
Tiba-tiba kaki Aisha lemas dan terjatuh.
"Aisha, loe kenapa bisa jatuh?." Kenan agak ketus dan mencoba membantu membangunkan Aisha.
"A-aku udah ng-ngga ku-kuat." Lirih Aisha dan tidak sadarkan diri.
"Aisha!!." Serentak (Kenan, Bonny dan Tika). Bonny dan Tika menghampiri Aisha yang jatuh di pelukan Kenan.
"Gue akan bawa Aisha ke UKS, gue minta tolong bawakan air dingin dan makanan ke UKS." Kenan yang sedang menggendong Aisha dengan bridal style.
Bonny dan Tika bergegas ke kantin.
Sampai di ruangan UKS, Kenan membaringkan Aisha pelan-pelan ke ranjang.
__ADS_1
"Hiks... Hiks... Bunda, Ayah, Adam, Baim. Aisha kangen sama kalian." Aisha mengigau.
"Sha, Gue ngga akan memaafkan mereka yang sudah membuat loe begini." Kata Kenan marah.
Bonny dan Tika datang.
"Nih Ken, air dan makanannya." Bonny memberikan kantung plastik.
"Kalian berdua tolong ganti pakaian Aisha, tapi sebelumnya seluruh badannya di lap dengan air dingin." Perintah Kenan, ia sangat panik.
"Oke, Ken. Sekarang loe keluar dulu." Tika agak mendorong Kenan.
"Baiklah, kalau gitu gue titip Aisha. Gue ada urusan sebentar." Tanpa menunggu jawaban dari Bonny dan Tika, Kenan sudah pergi.
"Sabar, Bon. Lebih baik kita segera ganti dan lap badan Aisha, kasihan kalau kelamaan." Kata Tika.
"Baiklah." Bonny membuka botol dan menuangkan ke dalam wadah. Tika membuka baju Aisha.
Bonny mengelap seluruh badan Aisha.
"Sha, Loe sebenarnya cantik. Tapi Loe ngga mau berdandan sih, jadi teman-teman pada hina Loe."
"Ya, benar kata Loe. Bon. Aisha itu cantik banget, badan dia putih mulus dan lembut." Tika memegang lengan Aisha.
πΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Mami Selly dapat kabar dari Kenan, Ia sangat marah dan bergegas ke sekolah.
"Mang Udin, kita langsung ke sekolah Kenan. Aku buat perhitungan kepala sekolah yang sudah buat anak gadis ku menderita." Perintah Mami Selly, Ia sangat marah.
Mang Udin supir pribadi Mami Selly, baru melihat wajah Mami Selly yang marah. Lalu segera melajukan mobilnya.
Tiba di sekolah.
Mami Selly langsung ke ruangan kepala sekolah.
"Selamat siang Nyonya Selly." Sapa Ibu Jenny kepada Mami Selly yang baru tiba di ruangannya.
"Siang, saya ngga akan basa-basi. Kamu cepat panggil orang yang bikin keributan tadi pagi, cepat bawa mereka semua kesini." Mami Selly menatap tajam Ibu Jenny.
"Ba-baik, Nyonya." Ibu Jenny merasa ketakutan, lalu Ibu Jenny memerintahkan Pak Ridwan untuk memanggil anak-anak yang membuat keributan tadi pagi.
"Dari mana Ibu Selly tau, kalau tadi pagi ada keributan di sekolah." Batin Ibu Jenny.
Bella, Cindi dan Lusy datang bersama Pak Ridwan.
"Loh! Kenapa cuma kalian bertiga aja, kemana si biang kerok." Ibu Jenny kaget datang cuma tiga orang yang membuat onar.
πΈ
πΈ
__ADS_1