
Hari sabtu yang cerah, pagi-pagi sekali ibu Selly menarik Aisha hingga ke rumahnya.
"Mami, kenapa aku di seret kesini?." Aisha bingung.
"Hari ini kamu pindah kerumah ini, Mami sudah siapkan kamar untuk kamu." Ibu Selly memeluk Aisha dengan senang.
“Berarti aku bakal selalu dekat dengan Kenan, aku senang banget.” Batin Aisha dan melamun.
"Aisha, kamu baik-baik aja kan?." Mami Selly menggoyangkan tubuh Aisha.
"Eh! I-iya, aku baik-baik aja, Mi." Pipi Aisha merona.
"Ish! Pagi-pagi sudah ribut, bikin kuping sakit." Kenan turun tangga.
"Biarin aja, kamu mau kemana pagi-pagi?." Mami Selly ketus.
"Kenan mau main basket sama teman, Kenan berangkat dulu, ya Mi. Bye." Kenan mencium pipi Mami dan berlari. Tapi tanpa Kenan sadari yang di ciumnya bukan Maminya melainkan Aisha, Mami menutup mulutnya dan Aisha terbelalak matanya. Dari kejauhan Arkan menatap tajam.
"OMG, Kenan." Mami Selly teriak senang.
"Cie... Cie... Cie... yang cintanya sudah mulai tumbuh. Mami akan selalu dukung." Goda Mami Selly dan mencubit hidung Aisha.
__ADS_1
Siang hari, Aisha memasuki kamar barunya di rumah Mami Selly. Semua barang Aisha sudah di pindah dengan cepat.
Kenan masuk kekamar Aisha dan menutup.
"Ingat Loe jangan ngasih tau ke orang-orang kalau Loe sekarang tinggal dirumah gue. Awas kalau loe bilang gue akan bikin hidup Loe akan hancur." Ancam Kenan dan menatap tajam, lalu bersandar di belakang pintu dan melipat tangannya. Jantungnya berdebar-debar melihat Aisha yang tiap hari berpenampilan sangat manis, karena Mami Selly selalu mendandani Aisha.
"Iya, aku tau. Maaf aku harus pergi." Aisha menunduk.
"Loe mo pergi kemana?." Kenan dingin.
"Aku mau beli buku, bukannya kamu basket tapi kok sudah pulang." Aisha gugup.
"Ya udah aku minta maaf, tapi aku harus pergi. Takut kemalaman." Jantung Aisha berdebar-debar.
"Tapi ingat apa yang gue bilang tadi." Kenan membuka pintu.
"Iya." Aisha langsung berlari.
“Kenapa gue akhir-akhir ini berdebar-debar terus, ketika berdekatan dengan Aisha. Apa gue mulai cinta sama Aisha, Aarrgghhh... ngga mungkin” Kenan mengacak-acak rambut nya.
__ADS_1
Aisha sebenarnya tidak ke toko buku, tapi ke restauran Om Roy.
“Siang, Om. Maaf aku datang terlambat, karena hari ini aku pindah ke rumah Mami Selly." Aisha memakai celemek.
"Ngga apa-apa, Om. Ngerti, kok." Om Roy yang sedang mengaduk masakan.
Tak terasa hari sudah malam, karena hari ini pengunjung restoran banyak. Aisha terpaksa pulang malam. Aisha pulang bareng sama Om Roy.
"Aisha, kamu dari mana aja. Mami cemas banget, Kenan di suruh mencari kamu. Malah sibuk belajar." Mami Selly memeluk Aisha.
"Maafkan Aisha, Mi. Tadi keasyikan belajar bareng teman-teman jadi lupa jam dech." Aisha berbohong dan menggaruk kepala.
“Ya, Allah. Maafkan Aisha yang telah berbohong.” Batin Aisha. Om Roy langsung pergi ke kamarnya.
"Kamu sudah makan?." Mami Selly memegang tangan Aisha.
"Sudah tadi, aku ngga tidak sengaja ketemu Om Roy di jalan diajak mampir ketempat nasgor di depan, Mi." Tambah Aisha berbohong.
"Ya sudah, sana bersih-bersih dan tidur. Ingat jangan sampai bergadang, Oke Baby." Mami Selly mencium Aisha.
"Iya, Mi. Selamat malam, Mi. Assalamualaikum. Mmuuaacchh..." Aisha mencium pipi Mami Selly.
__ADS_1
"Ah! Senangnya punya anak perempuan." Mami Selly senang