
Aisha dkk baru datang dari joging. Kenan melihat kedatangan Aisha.
"Hai, sayang. Gimana jogingnya?." Tanya Mami Selly.
"Sangat menyenangkan, Mi." Aisha senang.
"Iya, Mi. Malahan tadi ada cowok ganteng yang berkenalan sama kami." Bonny memanasi Kenan.
"Iya, Mi. Malah ada yang langsung bilang suka sama Aisha." Tambah Tika memanasi Kenan.
Kenan mendengar pembicaraan Mami Selly dan Aisha dkk, merasa panas di hati seakan mau meledak.
"Yang benar, kamu terima. Sha." Mami Selly memegang tangan Aisha.
"Mmmm... Aisha belum jawab, Mi. Karena kita baru kenalan, jadi Aisha dan dia hanya bertukar nomor ponsel. Agar nanti lebih dekat." Aisha malu-malu.
"Ya ampun, sayang. Kamu malu-malu gitu, kalau kamu memang suka sama itu cowok bilang aja. Jangan di pendem aja, nanti keburu orang yang kamu suka di rebut orang." Mami Selly ikut juga memanasi Kenan.
"Iya, Mi. Aisha nanti abis dari liburan ini, Aisha mau ngajak bertemu." Kata Aisha.
"Hah!!! Aisha mau ketemu itu cowok, Ish!!! Ini gue kenapa lagi marah-marah. Biarin aja Aisha ketemu itu cowok." Kata Kenan dalam hati, ia beranjak ke dalam kamar.
"Hahaha... Mami tau kamu sebenarnya sudah mulai cinta sama Aisha." Mami Selly tersenyum.
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Hari sudah berganti, dan bulan sudah berganti. Aisha berhasil di kelas unggul, sebelum kekelas unggul Aisha memasuki kelasnya.
"Aisha, kita sekarang beda kelas. Nanti kamu jangan melupakan kita-kita yang disini ya." Bonny memeluk Aisha dan merengek kaya anak kecil.
"Ish!! Kalian ini kaya kita mau berpisah jauh, padahal cuma beda kelas doang. Tenang kita akan sering ketemu kok." Aisha memegang pundak Bonny dan tersenyum.
"Aisha, gue ngomong sama loe." Kenan yang tiba-tiba datang.
"Kamu mau ngo..." Aisha belum selesai bicara, tangan Aisha di tarik oleh Kenan.
"Kenan, tanganku sakit." Aisha melihat pergelangan tangannya merah dan terasa sakit.
"Sakit ya?." Kenan ketus.
"Ya sakitlah tangan aku, jadi cowok kasar banget. Ngga ada lembutnya seperti Sandy dan Alex." Aisha memijat-mijat pergelangan yang sakit.
"Jangan pernah loe membedakan gue dengan cowok lain." Kenan matanya melotot dan marah.
__ADS_1
"Kenapa kamu marah-marah ngga jelas sama aku?." Aisha memberanikan diri untuk menatap Kenan.
"Kenapa diam aja?, tadi bilang ada yang mau di bicarakan." Kata Aisha. Kenan hanya menatap tajam Aisha.
"Kalau diam aku pergi." Ketika Aisha ingin pergi Kenan menarik Aisha dan menyudutkan ke pohon.
"Dengar baik-baik, ngga ada yang boleh cowok yang dekatin loe." Kenan mensejajarkan diri dengan Aisha.
"Ma-maksud kamu apa?." Aisha gugup, wajah Kenan terlalu dekat.
"Pikir aja sendiri." Kenan pergi.
"Apa yang di maksud Kenan? Aku Benar-benar nggak ngerti." Aisha bingung dan menatap kepergian Kenan.
"Hahaha... Senang rasanya melihat dia kebingungan, gue akui. Gue sudah jatuh cinta padanya, tapi gue gengsi untuk mengungkapkan perasaan gue kepadanya." Batin Kenan tersenyum.
Aisha kembali kekelas untuk mengambil tasnya, lalu pergi kekelas unggulan. Disana sudah ada Kenan, Ia duduk bersebelahan dengan Bella. Karena Kenan merasa ada yang memperhatikan, lalu Kenan menoleh kebelakang. Kenan melihat Aisha pura-pura baca buku, Kenan tersenyum melihat Aisha yang malu-malu.
__ADS_1
"Ish!!! Kenapa Kenan melihatku seperti itu sih, aku jadi gugup banget." Aisha menutup wajahnya dengan buku.