Cinta Kamu

Cinta Kamu
#26


__ADS_3

Mereka tak ada jawaban, Kenan melihat Aisha menangis merasa sakit.


"Aisha, biarkan warga membawa keluarga loe ke rumah sakit terdekat." Kenan memegang bahu Aisha.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Di Rumah sakit.


Keluarga Kenan juga sudah berada di rumah sakit. Aisha yang masih panik dan seluruh tubuhnya gemetaran


"Loe harus tenang dan banyak-banyak berdoa agar mereka bisa sembuh." Kenan memegang tangan Aisha untuk menguatkan Aisha.


Aisha menatap Kenan dan memeluk Kenan. Pintu ruang operasi terbuka.


"Dok, bagaimana dengan keluarga saya?." Aisha.


"Kami sudah berusaha keras, tapi maaf kami tidak dapat menyelamatkan keluarga mba." Dokter bersedih.


"Ini ngga mungkin, Ayah, bunda dan adik-adik saya pasti baik-baik aja." Aisha menggoyang tangan dokter.


"Tenang Aisha." Mami Selly merangkul Aisha. Jenazah keluarganya keluar dari ruang operasi Aisha berteriak histeris.


"Ayah, bunda, Adam, Ibrahim. Jangan tinggalkan Aisha." Teriak Aisha.

__ADS_1


Keluarga Aisha di makamkan, dekat rumah Kenan. Semua sudah di urus sama Deddy Devan.


Aisha Benar-benar syok, keluarganya kecelakaan tepat di depannya. Tatapan Aisha kosong, bahkan dia tidak mau makan.


"Aisha, sayang. Kamu makan ya, dari tadi sore sampai sekarang kamu belum makan." Bujuk Mami Selly. Aisha tidak merespon, Aisha terus meneteskan air mata. Mami Selly melihat keadaan Aisha sangat tidak tega, lalu pergi sambil menangis.


"Aisha belum makan, Mi?." Kenan yang baru datang.


"Mami khawatir, Aisha... Hiks... Hiks..." Mami Selly memeluk Kenan dan menangis.


"Sudah, Mi. Kita biarkan Aisha tenang dulu, besok kita bujuk lagi. Sekarang Mami istirahat, biar Kenan yang menjaga Aisha." Kenan menenangkan Mami Selly.


"Iya, kamu harus jaga Aisha. Dia putri Mami." Mami Selly menghapus air mata.


"Iya, Mami sayang." Kata Kenan.


Aisha sangat kacau, Kenan melihatnya juga sedih. Kenan berjalan dan mendekati Aisha.


"Sha, gue tau loe sedih banget kehilangan keluarga loe. Tapi loe harus mengikhlaskan pergi mereka, ini sudah takdir Allah. Lebih baik Loe mendoakan mereka." Kenan duduk di samping Aisha.


Aisha menatap Kenan dan langsung memeluk Kenan, Ia menangis sejadi-jadinya.


"Sudah Loe jangan menangis terus, sekarang Loe sholat dan doakan mereka. Gue bantu loe jalan." Kenan membantu Aisha Jalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Aisha sholat dan di rakaat terakhir Aisha tak sadarkan diri. Kenan panik dan melepaskan mukena.


"Aisha... Bangun, sha." Kenan menepuk pipi Aisha. Karena Aisha tidak merespon Kenan menggendong Aisha menuju mobil.


Om Roy melihat Kenan menggendong Aisha panik.


"Ken, Aisha kenapa?." Om Roy menghampiri Kenan.


"Aisha pingsan, waktu sholat." Kenan menjelaskan.


"Cepat bawa rumah sakit, biar Om yang nyetir." Om Roy mengambil kunci mobil.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sesampai di rumah sakit, Aisha langsung di tangani dokter.


"Dok, gimana dengan Aisha?." Kenan bertanya saat dokter keluar dari ruang periksa.


"Dia hanya kelelahan dan syok, saya saran kan banyak-banyak istirahat dan buatlah dia tenang. Sepertinya pasien mengalami sesuatu yang berat, Roy." Dokter Raka, dia adalah teman Om Roy.


"Iya, dia baru saja kehilangan keluarganya. Kecelakaan tepat di matanya." Kata Om Roy menghela napas.


"Kecelakaan tadi siang?." Kata Dokter Raka.

__ADS_1


"Dok, bolehkan saya melihat Aisha." Kenan menyekat pembicaraan Om Roy dan Dokter Raka.


"Silakan." Dokter Raka memberi jalan Kenan.


__ADS_2