Cinta Kamu

Cinta Kamu
#42


__ADS_3

"Kalian ini ngga pernah mengaca apa, karena sifat kalian yang sombong itu membuat hidup kalian hancur. Dan asal kalian tau Aisha itu keponakan saya yang sudah saya anggap putri kandungan saya sendiri." Mami Selly dan Kenan keluar ruangan Ibu Jenny.


Ibu Jenny, Bella, Cindy dan Lusy lemas dan histeris mendengar perkataan Mami Selly.


"Hiks...Hiks... Mom, gimana ini." Bella mendekati Ibu Jenny duduk lemas di lantai.


"Ini semua gara-gara kamu." Ibu Jenny menyalahkan dan mendorong Bella.


"Kok aku, Mom. Mommy sendiri yang bilang aku harus dekati Kenan dan jangan biarkan Kenan bersama wanita lain. Mommy juga telah menghukum Aisha, seharusnya Mommy tau kalau Aisha adalah keponakan Ibu Selly." Bella balik menyalahkan Mommynya.


"Mana Mommy tau, Mommy hanya tau Aisha anak beasiswa, miskin dan ngga punya keluarga." Ibu Jenny.


"Itulah bodohnya Mommy yang ngga nyelidiki dulu." Bella hendak keluar, Ibu Jenny langsung memegang tangan Bella dan menampar pipi Bella.


Ppllaakk


"Anak kurang ajar, berani-beraninya kamu menghina Mommy. Kalau tau sifat kamu kaya gini Mommy menyesal melahirkan kamu, mulai dari sekarang Mommy akan ambil semua fasilitas kamu. Kamu juga bodoh di suruh dekat dengan Kenan, malah nyari ribut. Ini semua salah kamu. Gara-gara Kamu Mommy di pecat dari pekerjaan Mommy." Ibu Jenny marah.


Cindy dan Lusy melihat pertengkaran ibu dan anak yang tidak ada habisnya, mereka keluar dengan lemas dan berpelukan.


"Ini gimana, gue ngga mau di salahkan Mommy dan Daddy. Hiks... Hiks... Hiks..." Cindy menangis.

__ADS_1


"Sama Cin, gimana kalau kita langsung minta maaf sama Aisha?." Lusy mengelus kepala Cindy.


"Ide loe bagus, yuk. Kita samperin Aisha." Cindy semangat.


Mereka bersemangat menuju Aisha berada.


Di Sisi Lain


Mami Selly sedih melihat Aisha berbaring lemah di ranjang UKS.


"Ya Allah, sayang. Anak Mami yang cantik." Mami Selly menghampiri Aisha yang sedang tengah berbaring di UKS.


"Kenan, cepat bawa Aisha ke rumah sakit." Mami Selly memegang tangan dan menyuruh Kenan.


Aisha membuka mata, karena mendengar suara debaran jantung Kenan yang kencang.


"Kenan, apa aku lagi mimpi?Kalau ini mimpi, jangan di bangunkan dulu. Ya Allah." Batin Aisha menatap Kenan.


"Kamu tambah ganteng, kalau dekat begini. Tangan mu juga kekar, seperti tangan Abi." Batin Aisha kembali.


"Loe udah bangun?Ngapain lihatin Gue terus?." Kenan ketus dan menurunkan Aisha.

__ADS_1


"Hah!." Aisha kaget dan sadar dari lamunannya.


"Loe ya, udah masuk sana." Hendak marah, karena kejadian tadi merasa tidak enak dan menyuruh Aisha masuk ke mobil.


Aisha merasa aneh dengan sikap Kenan, tadinya ingin marah tiba-tiba tidak jadi dan menyuruhnya masuk ke mobil.


"Sayang, kamu baik-baik aja kan." Kata Mami Selly memegang tangan Aisha.


"Hah! apa Mi?." Aisha bingung.


"Ish! Aisha, Mami tanya kamu kenapa dari tadi kamu kaya orang bingung." Mami Selly gemas.


"Eh! Ngga kok, Mi. Tadi di kira Aisha lagi bermimpi Mi. Kalau Kenan lagi gendong Aisha, tapi ternyata benaran Kenan gendong Aisha. Jantung Aisha seperti berontak ingin keluar, Mi. Deg-degan. Jantung Kenan juga kaya Aisha, Mi." Aisha menunduk malu.


"Hahaha... Kamu sudah mulai jatuh cinta sama Aisha, Ken." Mami Selly mencubit Kenan yang baru menduduki bangku supir.


"Ish! Mana ada, Mi. Aisha bohong tuh." Kenan mengelak.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2