
Aisha dan Kenan keluar ruangan.
"Kerempeng, gue yakin banget Kenan itu udah jatuh cinta sama Aisha."
"Iya, tapi dia kaya gengsi gitu. Untuk ungkapin perasaannya ke Aisha."
"Gue ada ide, gimana kita suruh Aisha berdekatan dengan cowok. Pasti tuh Kenan cemburu dan langsung mengatakannya ke Aisha."
"Boleh, tapi siapa cowok itu."
"Pastinya bukan Sandy."
"Nanti gue juga akan cariin juga cowok yang lebih ganteng dari Kenan."
Aisha berulang kali menghela napas, karena debaran jantungnya tidak hilang.
"Sha, tempat ini sejuk dan nyaman. Ya?."
"I-iya."
"Loe kenapa si dari tadi menghela napas terus."
"Karena ada kamu di sampingmu. Jantung ku berdebar terus, hingga aku sesak napas. Tapi aku tidak membencinya." Aisha dalam hati.
"Eh! di ajak ngobrol malah melamun, loe kesambet, ya."
"Ng-ngga apa-apa kok, aku cuma lagi ngga enak badan aja dari tadi." Aisha memijat pelan keningnya untuk menutup kebohongannya.
"Masih sakit gara-gara kemarin?."
"Bukan, biasa kalau lagi PMS aku sering pusing."
"Ooo... Tempat nih sejuk dan nyaman, ya. Kok kalian bisa tau panti ini dari mana?."
"Itu Bunda Melati ngga sengaja menabrak Bonny dan Tika waktu mereka abis pulang dari pemakaman ayah, bunda dan adik-adik." Aisha menunduk merasa rindu dengan keluarganya yang telah meninggal.
"Udah loe ngga usah sedih, kan masih ada Mami, deddy, Arka, Om Roy dan pastinya cowok terganteng gue."
__ADS_1
"Dasar narsis banget jadi orang."
"Kan emang gue ganteng."
"Iya ganteng, tapi tak pernah menyadari perasaan gue." Gumam Aisha.
"Apa tadi loe bilang?Gue ngga dengar." Kenan memegang tangan Aisha.
"Bukan apa-apa, aku harus bantu bunda Melati dulu."
Aisha membawakan cemilan, sedangkan Kenan membawa minuman.
"Guys, gimana kita ke aula?kita bermain bersama adik-adik yang lucu dan menggemaskan." Bonny semangat.
"Setuju." Serentak, kecuali Kenan.
"Bunda, kita ke aula dulu ya." Setelah mendapat izin dari Bunda Melati, Bonny langsung menarik tangan Tika.
"Eh! Tunggu, Bunda aku susul mereka. Assalamualaikum." Aisha hendak menyusul Bonny dan Tika, tapi tangan Aisha sudah di pegang oleh Kenan.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Hari sudah malam mereka berpamitan pulang, sebelum Aisha menaiki mobil Bonny. Kenan memegang tangan Aisha.
"Loe pulang bareng sama gue." Kenan dengan tatapan dingin.
"Ya, udah. Guys, aku pulang bareng sama Kenan aja. Sampai ketemu besok, Assalamualaikum." Aisha takut dengan tatapan Kenan yang tajam, ia pun berpamitan kepada kedua sahabatnya.
Sepanjang perjalanan Kenan dan Aisha tak ada obrolan, hingga membuat Aisha tertidur. Karena hari ini sangat melelahkan bagi Aisha.
Tak terasa sudah sampai di kediaman rumah Alexander alias rumah keluarga Kenan.
"Dia begitu nyenyak banget tidurnya, lebih baik gue gendong aja. Ngga tega gue bangunin dia, kelihatan lelah banget." Kata Kenan memandangi wajah Aisha.
Kenan keluar mobil dan berkeliling, lalu membuka pintu terdapat Aisha yang masih tertidur. Kemudian menggendong ala bridal style, karena Kenan susah menutup pintu mobil. Ia menutup mobil dengan kaki kanannya
Kenan perlahan jalan, agar tidak membangunkan Aisha. Untung semua orang sudah tertidur.
__ADS_1
Sampai di kamar Kenan menurunkan Aisha pelan-pelan.
"Hufh, capenya untung dia enteng." Kenan duduk di pinggiran ranjang Aisha.
"Loe cantik luar dalam, gue bangga sama loe. Sha, selamat tidur cantik. Mimpi indah."
Cup
Kenan mencium kening Aisha, lalu pergi ke kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Hai reader...
Author tak henti-hentinya berterimakasih kepada kalian yang sudah mendukung Author. Maaf kalau akhir-akhir ini Author telat Update, karena Author lagi mencari cerita selanjutnya.
Readers...
Author butuh jempolnya agar Author selalu semangat untuk menulis cerita selanjutnya...
Jangan lupa like, vote, komentar dan hadiahnya ya... πππππππ*
__ADS_1