
"Aisha, bangun." Kenan menekan dadanya dan memberikan napas buatan.
"Uhuk... Uhuk... Uhuk..." Aisha memuntahkan air dan terbangun.
"Kenan, Arkan gimana keadaannya?." Lirik Aisha.
"Dia baik, dasar bodoh kalau tidak bisa berenang. Kenapa nekat menolong Arkan?Gimana kalau kalian sama-sama ngga bisa di selamatkan." Kenan marah-marah, untuk menutupi rasa khawatir kepada Aisha.
"Maaf, abis aku takut Arkan..." Aisha terpotong pembicaraan.
"Ya udah, sana ganti baju." Kenan pergi. Aisha menatap kepergian Kenan.
Tika dan Bonny mendekati Aisha dan mereka menceritakan kejadian tadi kepada Aisha.
"Masa Kenan begitu panik aku tidak sadarkan diri, apa mungkin Kenan juga ada perasaan sama aku." Batin Aisha.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Malam Harinya Kami mengadakan barbeque, Aisha yang sedang menikmati wedang jahe. Ia masih kedinginan, akibat kejadian tadi siang.
Tiba-tiba Kenan ada di hadapan Aisha dan Aisha menatap Kenan. Kenan menatap tajam Aisha.
"Dasar bodoh, kalau tidak bisa berenang jangan sok jadi pahlawan." Kenan marah.
"Maaf, posisi aku paling dekat. Aku takut Arkan kenapa-napa, Arkan itu mengingatkan ku dengan Adam. Sifat mereka hampir sama dan wajahnya juga hampir sama." Aisha sedih.
"Lain kali itu kalau loe ngga bisa minta tolong sama orang lain, jangan sok bisa jadinya seperti ini. Malah loe merepotkan banyak orang." Kata Kenan, sebenarnya di dalam hatinya tidak tega melihat Aisha sedih.
"Iya, Terimakasih. Kamu telah menyelamatkan aku." Aisha sambil meminum wedang jahe.
__ADS_1
"Iya, gue juga terimakasih sudah menyelamatkan Arkan." Kenan menggaruk kepala yang tidak gatel. Suasana menjadi hening. Mereka menjadi canggung, tidak ada pembicaraan satu pun.
"Duh! kok jadi diam gini dan gue merasa canggung, apalagi ini jantung gw berdebar-debar terus. Apa gue suka sama ini cewek, ngga mungkinlah. Dia itu bukan tipe gue." Kata Kenan dalam hati.
"Ya, Allah. Kenapa jantung ku berdebar-debar kencang sekali, apa gara-gara kejadian tadi siang?. Harus segera di cek nih." Pikir Aisha.
"Kita nyanyi aja, gue bawa gitar." Kenan mengawali pembicaraan.
"Eh! Iya, boleh." Aisha gugup.
Kenan mulai memainkan gitarnya dan bernyanyi.
Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta
Hati ini kembali temukan senyum yang hilang
Semua itu karena dia
Oh Tuhan, ku cinta dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia
Syu du-du-du-du du-du-du
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama
__ADS_1
Betapa di setiap hari ku jatuh cinta padanya
Dicintai oleh dia 'ku merasa sempurna
Semua itu karena dia
Oh Tuhan, ku cinta dia
Utuhkanlah rasa cinta di hatiku
Hanya padanya
Untuk dia
Aisha merasa terbang, seakan lagu yang di bawakan Kenan merupakan perasaan Kenan. Apalagi suara Kenan begitu merdu, hingga Aisha bertambah klepek-klepek.
"Kenapa memandangi gue terus, naksir ya." Goda Kenan.
"Ish! Apaan sih, ng-ngga kok. Sudah Ah! aku mau melihat Arkan dulu." Wajah Aisha memerah. Lalu pergi, ia malu Kenan menggodanya.
"Hahaha... lucu banget sih. Muka nya merah seperti kepiting rebus." Kenan tertawa melihat tingkah laku Aisha.
Aisha kekamar Arkan
"Assalamualaikum, gimana kabar kamu Arkan?." Aisha tersenyum.
"Baik, Kak." Arkan cuek.
"Alhamdulillah, kamu baik-baik aja. Kakak khawatir banget." Ucap Aisha.
__ADS_1