Cinta Kamu

Cinta Kamu
#33


__ADS_3

"Aisha saat ini merasa senang sekaligus sedih, Aisha senang akhir mempunyai keluarga lain dan sedih kenapa baru tahu saat Ayah, Bunda dan Adik-adik sudah tidak ada." Aisha meneteskan airmata.


"Maafkan Om dan Opa, Sha." Om Roy memegang tangan Aisha.


"Aisha ngga marah sama Om dan Opa, Aisha cuma sedih mengingat mereka sudah ngga ada." Aisha menghapus airmata.


"Om, bolehkan aku menemui Opa?." Aisha ragu.


"Boleh dong sayang, pasti mereka sangat senang apalagi Oma mu pasti langsung sembuh melihat kamu." Om Roy memegang pipi Aisha.


"Terimakasih, Om. Aisha sekarang tidak merasa sendiri lagi, karena Aisha sudah menemukan keluarga kembali." Aisha memeluk Om Roy.


"Oke, sabtu kita kesana bersama." Om Roy mengelus punggung Aisha dan membelai rambut Aisha.


"Oke, sekarang Aisha sudah semangat kembali. Aisha bisa kembali bekerja, terimakasih. Om." Aisha berdiri dan bersemangat.


"Sama-sama, sayang. Oia nanti kamu pulang sendiri, ya. Om ada urusan." Kata Om Roy.


"Siap pak Boss." Aisha memberi hormat, lalu segera pergi.


"Dasar itu anak." Om Roy menggeleng kepala.


Aisha berjalan menuju dapur dan menyapa semua karyawan dengan senyum senang.


Tidak terasa hari sudah malam, Aisha bersiap-siap pulang.


"Sha kamu pulang sama siapa?." Tanya Ririn.


"Sendiri mba." Jawab Aisha.


"Kalau bareng aku aja kebetulan pacarku jemput pakai mobil."


"Ngga mau nanti aku jadi obat nyamuk."


"Ish!! kamu, pokoknya setuju ngga setuju. Kamu harus ikut mba."


"Iya, mba Ririn yang cantik."


Kemudian pacar Ririn datang.


"Assalamualaikum ladies." Sapa Dino, pacar Ririn.


"Wa'alaikumsalam." Serentak.

__ADS_1


"Sayang, bolehkan Aisha ikut kita?." Ririn menggandeng Dino.


"Boleh dong sayang." Dino mencolek hidung Ririn.


"Duh! Jangan bermesraan disini masih ada anak di bawah umur." Aisha melipat kedua tangan.


"Makanya cari dong pacar." Ledek Ririn.


"Fokus sekolah dulu baru pacaran." Ucap Dino.


"Tuh benar kata mas Dino." Ucap Aisha.


"Ya udah, yuk. Nanti kemalaman." Dino menarik tangan Ririn.


"Oke." Serentak. Mereka masuk kedalam mobil, Aisha duduk di belakang.


"Mas Dino nanti, mas turun aku di depan komplek aja. Soalnya aku sekali mau kesupermarket." Kata Aisha.


"Baik, boss." Ucap Dino.


Beberapa menit kemudian, Aisha turun di supermarket.


"Sha, benar kamu turun disini. Ngga mba anter sampai rumah." Ririn membuka jendela mobil.


"Ya udah, kamu hati-hati ya. Kalau ada apa-apa nanti hubungi mba, ya." Kata Ririn, ia merasa khawatir.


"Iya, mba ku cantik." Kata Aisha. Mobil Dino sudah tak terlihat Aisha langsung ke dalam supermarket dan membeli beberapa keperluannya.


Kebutuhan Aisha sudah lengkap, lalu Aisha menuju kasir.


"Neng, yang ngekos di Ibu Selly kan?." Tanya mba kasir.


"Iya, mba memang kenapa?." Aisha mengambil dompet di tas.


"Hati-hati nanti pulangnya soalnya akhir-akhir ini banyak berita tentang pelecehan di sekitar dalam komplek, sampai sekarang pelakunya belum ketemu." Kata Mba Kasir.


"Saya baru tahu mba, terimakasih mba sudah beritahu saya." Aisha mengambil belanjaan dan memasukkan ke dalam tas.


"Kamu minta di anterin satpam komplek aja, kalau tidak berani." Ucap Mba Kasir.


"Tidak mba, saya bisa pulang sendiri. Saya ngga mau merepotkan orang, ya sudah saya permisi Assalamualaikum, mba." Aisha pamit.


"Wa'alaikumsalam." Ucap Mba Kasir.

__ADS_1


Dirumah Kenan.


"Ken, Aisha jam segini belum pulang ya. Mami khawatir takut Aisha kenapa-napa." Mami Selly melihat jam di dinding.



Kenan yang asik baca buku, tidak memperdulikan Mami Selly bicara.


"Ih! Kamu Mami lagi bicara sama kamu." Mami Selly mengambil buku Kenan.


"Mami, Aisha udah gede. Dia bisa jaga diri." Ketus Kenan.


"Mami khawatir, soalnya akhir-akhir ini di sekitar komplek sedang ada berita pelecehan. Mami takut Aisha kenapa-napa, coba kamu cari dia sana." Mami Selly menarik Kenan dan mendorong Kenan keluar.


"Iya-iya aku jemput Aisha." Kenan kesel dan merapikan bajunya.


Aisha berjalan merasa ada yang mengikuti, lalu Aisha membalik badan. Ada orang memakai kacamata hitam.



"Hai gadis cantik." Laki itu. Aisha teringat kata mba kasir, lalu ia memundurkan langkahnya.



Pria berkacamata mendekati Aisha.



"Stop, jangan mendekat atau aku teriak." Kata Aisha memberanikan diri.


"Hahaha... Kamu semakin menarik." Pria berkacamata. Ketika Pria berkacamata ingin melepas jasnya. Kenan datang langsung memeluk Aisha.




Aisha kaget dan melihat siapa yang memeluknya, lalu Aisha melepas pelukan Kenan dan menatapnya.


"Kenan." Aisha tidak percaya Kenan memeluknya, detak jantung Aisha berdebar kencang.



"Brengsek, loe." Kenan Marah dan menghajar pria berkacamata hingga terjatuh.

__ADS_1


__ADS_2