Cinta Kamu

Cinta Kamu
#37


__ADS_3

Tiba-tiba tubuhnya seperti melayang.


"Gue bilang tunggu ribet amat sih." Kenan menggendong Aisha dengan bridal style. Semua orang memandang Kenan dan Aisha.


"Wah! pangeran kita gentleman banget, mereka pasangan serasi. Gue iri pengen juga di gendong." Murid 1 kagum


"Ish!! apa-apaan itu Aisha sok cantik, pura-pura sakit." Murid 2 merasa iri.


"Awas loe Aisha, gue akan beri perhitungan buat loe. Bikin gara-gara dia sama gue." Bella geram dan mengepal tangannya.


"Ken, cepat turunin aku." Aisha berontak.


"Bisa diam ngga loe, kita ini di tangga bukan loe aja yang jatuh tapi kita berdua." Bentak Kenan, membuat Aisha diam. Aisha malu semua orang menatap, lalu ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kenan. Aisha mendengar debaran jantung Kenan.


"Jantung Kenan berdebar kencang, apa Kenan merasa sakit menggendong aku. Ya Allah Ken, maafkan aku ya." Batin Aisha polos dan memegang dada bidang Aisha.


Bonny dan Tika melihat Aisha di gendong oleh Kenan, mereka panik dan mengikuti Aisha yang di gendong Kenan.


Di kelas Aisha, di turunkan pelan-pelan.


"Te-terimakasih." Aisha tersipu malu.


"Aisha, loe ngga apa?." Bonny panik.


"Apa yang sakit?." Tika memeriksa seluruh tubuh Aisha.

__ADS_1


Kedatangan Bonny dan Tika yang heboh, Kenan langsung beranjak ke mejanya dan menaruh tas, lalu pergi ke kantin.


"Aku ngga apa-apa, tadi cuma gemetaran gara-gara Kenan ngebut bawa motornya." Aisha menjelaskan.


Bella dkk datang menghampiri Aisha.


"Bbrukk." Bella memukul meja.


"Loe jadi cewek jangan kegatelan dech, Kenan itu cowok gue." Bella marah.


"Apa-apaan sih loe datang-datang langsung marah sama Aisha." Bonny mendorong pelan pundak Bella.


"Loe gendut, gue ngga ada urusan sama loe. Minggir." Bella tak mau kalah, ia juga mendorong Bonny.



"Betul itu." Kata Stella, teman Bella.


Di posisi lain, Sandy melabrak Kenan.



"Loe apain Aisha?." Sandy marah.


"Bukan urusan loe." Kenan dengan gaya coolnya, kedua tangan di masukan di kantong celana.

__ADS_1


"Aisha itu cewek yang gue suka, jadi berurusan sama gue." Sandy sudah emosi ingin menonjok Kenan. Tapi dengan cepat Kenan langsung menghindar, Sandy terjatuh kelantai.


"Lebih baik urus diri loe yang benar, baru berurusan sama gue." Kata Kenan, lalu pergi.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Malam hari, melihat Kenan sedang duduk di teras. Lalu Aisha menghampiri Kenan.



"Loe mau ngapain?." Ketus Kenan.



"Nih buat kamu, terimakasih ya. Kemarin dan hari ini sudah banyak membantu aku." Aisha memberikan kado ke Kenan (Anggap aja yang di pegang itu sebuah kado πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„).



"Ah! biasa aja jangan lebay ngasih gue kado, jangan-jangan loe sudah suka sama gue. Ayo ngaku, karena gue tampan dan pintar kan?." Kenan narsis.


"Iya, aku sudah mulai suka sama kamu. Entah rasa itu tiba, benar kata Loe tadi. Mungkin karena tampan dan pintar, juga menjadi pangeran di semua murid perempuan di sekolahan kita." Aisha menatap Kenan.


"Sudahlah jangan ngomongin itu." Kenan salah tingkah.


__ADS_1


"Tapi aku benaran suka kamu, aku tau kamu ngga akan suka sama aku. Aku cukup sadar diri yang banyak kekurangan." Aisha terus menatap Kenan, ia pasrah Kenan menolaknya.


__ADS_2