
Ketika Kenan ingin menyalakan mesin motor, ia melihat Aisha sedang naik bus. Lalu ia turun dari motor dan berlari.
"Aisha!!!." Kenan memanggil nama Aisha dengan kencang, Aisha menoleh sebentar. Lalu buru-buru naik ke bus. Bus melaju agak kencang.
"Shiitt." Kenan memukul udara, lalu berlari menuju motornya. Dan kemudian ia mengejar bus yang di tumpangi Aisha, sambil memanggil Aisha.
"Kenapa aku harus ketemu Kenan sih?." Aisha panik, ia tidak mau bertemu dengan Kenan. Karena hatinya sudah terlanjur sakit.
Bus tiba-tiba mengerem mendadak, karena Kenan berdiri tepat di depan bus. Ia menghalangi bus, untung jalanan sedang sepi kendaraan. Kalau tidak akan ada kecelakaan beruntun.
"Kamu sudah gila ya, berdiri di tengah jalan. Kalau mau bunuh diri jangan libatkan saya." Maki supir bus, ia turun dari bus dan memarahi Kenan.
Kenan malah tidak memperdulikan sih supir, ia malah naik dan menghampiri Aisha.
"Ikut gue." Kenan menarik tangan Aisha.
Aisha pun menurut dari pada menimbulkan keributan. Mereka berdua turun dari bus.
"Cepat naik." Kenan membantu Aisha duduk di depan, seperti Arkan. Yang di bonceng maunya di depan.
"Aku ngga mau." Tolak Aisha.
"Biar loe ngga kabur." Kenan tidak memperdulikan penolakan Aisha, ia menyalakan mesin motor dan melaju dengan kencang.
Aisha merasa ketakutan apa lagi dia berada tepat di depan.
"Ken, please turunkan aku. Aku takut." Aisha memegang lengan Kenan dengan kencang, ia benar-benar merasa ketakutan.
Kenan membelokkan motor ke arah danau buatan.
Kenan memberhentikan motor, lalu mengajak Aisha duduk di tepi danau. Kenan tidak melepaskan Aisha, ia terus memegang tangan Aisha.
Kenan berjongkok dan memegang kedua tangan Aisha.
"Sha, maafin gue... Gue laki-laki bodoh yang selalu menyakiti loe, please jangan berhenti untuk mencintai gue." Kenan menatap Aisha senduh.
"Apa hak kamu menyuruh ku jangan berhenti mencintaimu?Apa kamu mau menyakiti ku lebih dalam lagi gitu?Kamu memang egois Ken." Aisha meneteskan air mata, lalu berusaha melepaskan tangan Kenan. Tapi Kenan mempererat memegang tangan Aisha.
"Iya, gue egois. Karena gue juga mencintai loe." Pada akhirnya Kenan mengungkapkan perasaan selama ini ia mengelak, Aisha bingung harus bagaimana senang kah karena akhirnya cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Sedih kah karena posisi Kenan akan bertunangan, ia tidak mau menjadi orang ketiga.
__ADS_1
"Kamu pasti bohong, sedangkan kamu itu sebentar lagi akan bertunangan dengan Ratu. Maaf aku ngga mau begitu percaya lagi sama omongan kamu." Genggaman tangan bisa Aisha lepaskan, ketika Aisha berdiri. Kenan langsung mencium bibir Aisha, mata Aisha terbelalak. Kenan menyerangnya tiba-tiba, lalu ia memukul badan Kenan.
Kenan malah memperdalam ciumannya, karena Aisha sudah tidak memberontak. Kenan menghentikan ciumannya dan ia menyatukan keningnya dan kening Aisha.
"Aku serius, Sha. Aku sangat mencintaimu, ketika kamu pergi dari rumah. Hati ku terasa hilang, jantung ku seolah berhenti berdetak. Tapi sekarang jantung berdetak kembali, coba rasakan lah." Kenan meletakkan tangan Aisha di dadanya.
"Setiap dekat dengan mu, jantungku berdebar-debar. Percayalah, aku sangat mencintaimu. Untuk pertunangan aku dengan Ratu, aku akan membatalkannya. Jujur aku terpaksa melakukannya, karena perusahaan Papi itu terancam bangkrut. Daddynya Ratu bersedia menyuntikkan dana, tapi dengan syarat aku dan Ratu nikah. Papi tanpa berpikir panjang menyetujui, aku tidak mau. Untuk menggundur waktu aku meminta bertunangan dulu, dan aku akan berusaha mengembalikan perusahaan Papi seperti semula. Aku akan memutuskan pertunangan itu, tapi kamu marah dan pergi membawa cinta ku. Aku tak sanggup dan aku sadar harus cepat memutuskan pertunangan, aku tidak masalah. Tidak mendapatkan suntikan dana dari Daddynya Ratu, aku akan berusaha sendiri mencari investor yang akan menyuntikkan dana di perusahaan Papi dengan keringat ku sendiri. Daripada aku harus kehilangan cinta ku, Sha. Aku sangat mencintaimu, ku mohon jangan pergi tinggalkan aku." Kenan bicara lembut, biasanya menyebutkan gue loe. Sekarang aku kamu.
Aisha memeluk Kenan, apa yang di alami Kenan sangat berat.
"Maafkan aku ngga tau kalau kamu dalam dilema yang sangat berat."
"Kamu ngga salah, di sini aku yang salah. Kenapa aku ngga jujur dengan perasaan ku pada mu."
"Kamu kenapa ngga minta bantuan Om Roy?."
"Aku belum memikirkannya, yang penting saat ini kamu jangan pergi dari ku. Kamulah semangat hidup ku, kamu itu separuh jiwaku. Aku mencintaimu, mau kan kamu menunggu ku untuk menyelesaikan ini semua?." Kenan memegang kedua tangan Aisha.
"Iya, aku akan menunggu mu." Aisha menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih, sayang." Kenan mencium kedua tangan Aisha, lalu ia mencium kening Aisha dan memeluk Aisha.
"Iya, aku akan doakan mu."
"Untuk merayakan kebersamaan kita, aku mau mengajak mu ke suatu tempat."
"Kemana?."
"Rahasia, yuk. Keburu malam." Kenan menggandeng tangan Aisha.
Mereka pergi ke suatu tempat yang di tuju Kenan, sepanjang jalan Kenan terus memegang tangan Aisha dan ia juga mencium tangan Aisha, sambil menyetir motor. Mereka sangat bahagia.
Tak lama kemudian, tiba lah mereka sampai tujuan di sebuah villa yang terletak di pinggir pantai. Kenan membantu Aisha turun dari motor.
"Masya Allah, indah sekali tempat ini." Aisha merasa takjub keindahan sekitar villa.
"Ini tempat aku yang disain sendiri, tempat ini tempat rahasia ku jika aku merasa kacau. Aku kesini, yuk. Masuk." Ajak Kenan, ia pun menggandeng tangan Aisha.
Mereka memasuki Villa, Aisha tidak henti-hentinya merasa takjub di dalam villa begitu keren isinya. Sesuai karakter Kenan.
__ADS_1
"Gimana kamu suka?." Kenan memeluk Aisha dari belakang.
"Sangat suka malah, ini sungguh keren. Kamu dari mana dapat ide seperti ini?."
"Dapat dari mu, kamu itu inspirasi ku. Insya Allah jika kita menikah tempat ini akan menjadi tempat tinggal kita nanti."
"Benarkah?Tapi apa kamu yakin akan menikah dengan ku?." Aisha membalikkan badan.
"Aku sangat yakin, kamu calon ibu dari anak-anak ku." Kenan mencium bibir Aisha.
Aisha merangkul leher Kenan, ciuman semakin mendalam dan panas. Kenan menghentikan ciuman.
"Maaf, aku ngga mau merusak mu. Kita akan melakukan setelah menikah."
"Iya ngga apa-apa, dari pada kita berdua seperti ini. Takut nanti khilaf dan melakukan dosa, lebih baik kita pulang." Aisha gugup apa yang di lakukan tadi, seperti bukan dirinya.
"Kamu benar, kita akan kesini lagi jika kita sudah menikah."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, Vote dan Komentar ya...
See you...😘😘😘😘
__ADS_1