Cinta Kamu

Cinta Kamu
#86


__ADS_3

"Tau nih, Mom. Sih Tasya dan Roy masih jalan di tempat tidak bergerak sama sekali bikin aku gemas." Mami Selly mencubit pipi Tante Tasya.


"Hufh, kamu dan Roy sama aja manggil ku Mommy. Sudah Umma katakan Panggil Umma jangan Mommy." Kesal Umma Khaira.


"Hahaha... Baik Umma ku cantik." Mami Selly memeluk Umma Khaira.


"Dasar... Oia Tasya Umma nanti bilang sama Roy agar cepat melamar kamu, Umma tidak mau menunggu terus." Kata Umma Khaira memegang tangan Tante Tasya.


"Benar itu Umma, biar Sih Roy tidak berlama menjadi duda." Mami Selly mendukung Umma Khaira.


"Ta-tapi..." Tante Tasya ragu.


"Sudah kamu nanti terima jadi, tidak usah banyak pikir." Umma Khaira memotong pembicaraan Tante Tasya.


"Kalau Umma ku yang cantik sudah berkata, Roy tidak akan berkutik. Ia pun akan menuruti perintah Umma." Kata Mami Selly.


"Maaf, Nyonya-nyonya yang cantik. Acara ijab kabul akan segera di mulai, lebih baik kita menuju bawah." Kata Wo perempuan.


"Oh! sudah mau mulai. Yuk." Kata Umma Khaira.


"Yuk." Serentak.


"Saya memberitahu terlebih dahulu, kita nanti akan berada di lantai 1. Jika pak penghulu mengatakan pengantin wanita di bolehkan keluar, kita akan turun tangga pelan-pelan." Wo menginstruksikan acara.


"Baik." Serentak.


"Ya Allah, aku gugup banget. Hingga tangan ku dingin dan kaki terasa lemas." Kata Aisha dalam hati.


Mereka sudah berada di lantai 1, tepatnya di ujung tangga. Ijab Kabul pun di mulai.


"Sah."


"Sah."


"Alhamdulillah..." Pak penghulu membacakan doa.


"Pengantin wanita atau sang istri di persilakan keluar, sepertinya sih suami sudah tidak sabaran." Goda Pak Penghulu.


Bonny dan Tika keluar terlebih dahulu sambil menyebarkan bunga, di belakang Aisha di hampit oleh Mami Selly dan Umma Khaira.

__ADS_1


"Masya Allah, sungguh cantiknya pengantin wanita. Jadi kau harus ketat menjaganya jangan sampai di rebut orang dan jangan sia-siakan dia, karena banyak lelaki mengantri." Kata Pak Penghulu.


"Iya, Pak. Saya akan menjaga dan tidak akan menyia-nyiakan dia." Tegas Kenan.


"Kenapa Aisha berdandan cantik sekali, aku rugi banyak. Lihat banyak laki-laki terpesona kecantikan Aisha, sungguh ngga rela. Harusnya cuma aku aja yang menikmati kecantikan istriku." Kata Kenan dalam hati, ia merasa kesal.


(Aduh Kenan namanya juga menjadi pengantin itu harus berdandan cantik,πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈ Masa harus kucel and the kumel. Ada-ada aja nih Sih Mamas Ganteng.)


Kenan berdiri dan menghampiri Aisha dan rombongan.


"Assalamu'alaikum wanita-wanita cantik, terutama pujaan hati dan belahan jiwa ku." Kata Kenan, membuat yang lain tertawa melihat kelakuan Kenan. Yang ingin bersikap romantis, tapi agak kaku.


"Kalian malah menertawakan aku, yah. Sudah aku akan membawa istriku." Kenan langsung menggendong Aisha dengan gaya bridal style. Semua orang histeris senang melihatnya, seakan mereka sedang menonton darkor romantis.


"*Wow, mau dong aku di gendong."


"Romantisnya... Jadi iri."


"Kaya di film, ini kita nonton live."


"Mereka pasangan serasi*."


Kenan sudah sampai di tempat ijab kabul, lalu ia memasangkan jari manis Aisha cincin berlian. Begitu juga sebaliknya Aisha memasangkan cincin ke jari manis Kenan.


Aisha mencium tangan Kenan, lalu Kenan mencium Kening Aisha. Turun ke bibir Aisha, walau mengecup.


"Huh!!! Dasar ngga sabaran." Sorak Om Roy.


"Sabar, kasep nanti juga ada waktunya. Nih kalian tandatangani berkas-berkasnya." Kata Pak Penghulu.


"Hehehe... Maaf Pak penghulu, abis saya tidak tahan." Kenan cengengesan.


"Ish! kamu apa-apaan sih, bikin malu aja." Aisha mencubit pelan.


"Auwww... Sabar sayang, nanti malam aku akan kasih." Bisik Kenan, membuat Aisha merona akibat bisikan absurd Kenan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Aisha dan Kenan sudah duduk di pelaminan, banyak tamu yang memberikan selamat dan doa.

__ADS_1


Kenan dan Aisha bagaikan Raja dan Ratu di hari ini hingga malam hari, mereka sama-sama ganteng dan cantik.


"Akhirnya kamu nikah juga dengan sang pangeran berkuda putih yang sangat kamu inginkan, Sha." Tika memeluk Aisha.


"Iya, aku jadi terharu. Perjuangan kamu membuahkan hasil." Bonny Ikut memeluk Aisha.


"Terimakasih, ya. Kalian selalu ada di samping ku dan selalu mendukung ku, semoga kalian akan menemukan pangeran berkuda putih yang kalian inginkan." Aisha menghapus airmata kedua sahabatnya.


"Amiin... Kita ini sahabat rasa saudara dan tetap seperti itu." Kata Tika.


"Amiin... Kamu jangan pernah lupakan kami ya." Kata Bonny.


"Ngga akan, kita akan selalu seperti ini. Tapi cuma waktu aja yang akan berbeda, karena bila mau kemana-mana aku harus minta ijin dengan suamiku." Kata Aisha.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf kelamaan UpdatenyaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™... Karena Author lagi ada masalah yang harus di selesaikan dengan waktu yang lama...


Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2