
Keesokan siang, Aisha hendak keluar. Tiba-tiba Kenan datang bersama Ratu. Aisha sedih dan dadanya terasa sakit, tanpa ia sadari airmata sudah jatuh membasahi pipinya.
"Hai... Aisha, kok loe bisa di rumah Kenan sih?." Kata Ratu judes, Aisha langsung mengelap airmatanya.
"Aisha menangis, kenapa?." Kenan menatap Aisha.
"Mmmm... itu..." Aisha bingung harus ngomong apa.
"Aisha memang tinggal disini dan dia anak angkat Mami gue." Kenan menjelaskan.
"Ooo. Seperti itu."
Ratu dan Kenan duduk di ruang keluarga dan membahas pelajaran di kampus. Aisha memang tidak sekelompok dengan Ratu dan Kenan.
"Menurut loe, apa ada yang perlu di tambahain lagi untuk poin-poinnya." Kata Kenan memegang kertas.
"Gue rasa udah cukup, btw rumah loe nyaman banget seperti nyamannya gue di samping loe." Ratu malu-malu. Kenan hanya tersenyum aja.
"Lebih baik kita belajar di atas aja." Kenan mengajak Ratu ke ruang keluarga yang berada di lantai dua. Aisha diam-diam mengikuti, lalu ia bersembunyi di balkon.
__ADS_1
"Wah! ternyata indah banget disini, lebih nyaman. Ya." Ratu merasa takjub.
Mami Selly kaget melihat Kenan membawa perempuan di rumahnya, ia langsung menarik Kenan ke kamarnya Kenan.
"Kenan, apa yang kamu lakukan?. Membawa perempuan kerumah, apa kamu ngga mikirin perasaan Aisha. Kalau kamu memang ngga suka atau ngga cinta sama Aisha jangan bikin Aisha berharap sama kamu, asal kamu tau kemarin Aisha cerita. Dia udah menyerah mengejar cinta kamu, dia akan bertekad mencari cowok yang lebih dari kamu." Mami Selly meluapkan emosi. Kenan kaget melihat Maminya marah-marah.
"Mi, dengarkan dulu. Kita hanya mengerjakan tugas kampus aja ngga lebih, udah ah! Kenan mau lanjutkan lagi mengerjakan tugasnya." Ketus Kenan dan pergi keluar kamar, lalu menghampiri Ratu.
"Ini harus seperti ini, nah akhirnya selesai juga." Kata Kenan.
Di persembunyian Aisha mendengar percakapan Kenan dan Ratu.
"Dia memang udah suka gue dari dia masuk sekolah, setiap hari dia selalu ngejar-ngejar gue. Itulah yang buat gue ngga suka, gue ngga mau cewek yang ngejar-ngejar gue. Bagi gue kalau cewek yang ngejar-ngejar cowok, kay cewek keganjenan. Gue ngga suka, makanya gue aja yang ngejar-ngejar itu cewek yang gue suka. " Kata Kenan yang menusuk di hati Aisha.
Airmata Aisha keluar membasahi pipinya.
"Jadi selama ini dia ngga mau menerima cinta aku karena aku selalu mengejar cintanya dan dia beranggapan aku cewek keganjenan, Ya Allah sakit banget ini dada aku." Kata Aisha dalam hati, ia memukul dadanya yang terasa sakit.
Hari sudah semakin sore, Ratu berpamitan pulang. Aisha langsung ke kamarnya dan meneruskan tangisnya.
__ADS_1
Di kamar Arkan.
"Kak, apa tadi itu pacar kakak?." Tanya Arkan.
"Bukan, memang kenapa?." Kenan menoleh ke arah Arkan di ranjang.
"Soalnya, cewek itu kayanya lagi cari perhatian sama kakak. Dan kakak Aisha tadi dia lagi di balkon, karena ada kakak dan cewek itu. Kak Aisha sembunyi, setelah cewek itu pergi kak Aisha keluar dan menangis kenceng. Aku tau kakak sebenarnya suka kan dengan kak Aisha?Aku lebih menyukai Kak Aisha karena kak Aisha itu orangnya apa adanya tidak di buat-buat atau cari muka. Walaupun dia agak cereboh, tapi aku tetap suka. Kalau kakak ngga suka buat aku aja gimana?." Arkan polos menceritakan kejadian tadi. Kenan mendengar itu langsung kekamar Aisha, tapi Aisha sudah tidak ada di kamarnya.
"Kemana dia?." Kenan mencoba mencari isi rumah, tapi tidak menemukan Aisha.
"Hufh! disini lebih menyenangkan." Aisha menghela napas dan sambil menatap keluar jendela tempat kosnya dulu. Untung belum di isi kamarnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Guys beri sejenak jempol mu ya... terimakasih....