
"Aku harus semangat mengejar Kenan dan aku yakin suatu saat nanti Kenan akan mencintaiku." Aisha menyemangati diri.
"Pede banget Aisha, dia itu bukan seleranya Kenan. Bella aja yang cantik, dia tolak apalagi si Aisha. Dari pada loe nanti nangis-nangis lebih baik menyerah aja mengejar Kenan, Gue kasihan nanti Loe bakalan kecewa dan bunuh diri." Ledek salah satu murid dan fansnya Kenan, bernama cindi.
"Benar itu, sudah jangan mimpi terlalu tinggi. Kalau jatuh bakalan sakit banget." Tambah Lusy, fansnya Kenan juga.
Tiba-tiba Bella datang dan langsung menampar Aisha.
Ppllaakk.
"Dasar wanita ja**ng, ga tau diri. Udah gue bilangin jangan pernah dekatin Kenan tapi loe malah dekatin pakai kirim surat, emangnya gue ngga tau kelakuan busuk loe yang ngirim surat dan sudah beberapa hari ini loe pulang dan kesekolahan bareng Kenan. Loe tampang lugu dan polos ternyata gadis licik." Bella menjambak rambut Aisha.
"Kenapa kalian yang boleh suka sama Kenan, sedangkan aku ngga boleh. Lepaskan Bella, Kenan itu bukan pacar kamu dan Kenan ngga pernah anggap kamu pacarnya." Aisha merintih kesakitan rambutnya ditarik.
__ADS_1
Suasana sekolah menjadi ramai, kemudian guru-guru menghampiri keributan.
Kenan melihat Aisha di tarik rambutnya oleh Bella dari kejauhan, Ia panik dan berlari menghampiri Aisha.
"Ini ada apa?." Pak Ridwan, guru BP.
"Aisha pak yang dulu menghina saya." Bella berbohong.
"Aisha, kamu itu murid beasiswa jangan banyak berulah. Bersyukurlah kamu bisa di terima di sekolah ini, gadis miskin seperti mu itu ngga pantas di sekolah ini. Saya heran kenapa Ibu Selly memberi beasiswa ke kamu." Ejek Ibu Jenny, Kepala sekolah. (Cuma Ibu Jenny yang tidak tau, kalau Aisha udah di angkat oleh Ibu Selly. Guru yang lain sudah mengetahui).
"Bu, saya ngga salah." Aisha membela diri.
"Kamu panggil siapa kek, sebagai wali kamu. Sekarang juga datang, saya tunggu kamu dan wali kamu datang ke ruangan saya. Sampai wali mu datang kamu harus lari putarin seluruh sekolah. Ingat jangan berhenti lari sampai wali mu datang." Ibu Jenny pergi.
"Aisha, loe ngga apa-apa kan?." Kenan khawatir.
"Hiks... Hiks... Sana kamu pergi, jangan dekati aku. Hiks... Hiks... aku miskin dan ngga punya orangtua." Aisha menepis tangan Kenan dan berlari.
__ADS_1
"Kurang ajar banget mereka sudah bikin Aisha menangis." Kata Kenan dalam hati, ia merasa marah dan tangannya mengepal.
Kenan langsung menghubungi Mami Selly.
Aisha berlari dan terus berlari.
"Hiks... Hiks... Hiks... Aku memang miskin dan ngga punya keluarga, kenapa aku ngga boleh dekat sama Kenan dan bersekolah disini?." Aisha berlari sambil menangis.
Bonny dan Tika membantu Aisha yang sudah kelelahan.
"Sha, maafin gue dan Tika. Ya." Bonny menatap tidak tega melihat Aisha.
"Iya, Sha. Tadi kita lagi di perpustakaan jadi kita ngga bantuin Loe di keroyok oleh fans gila Kenan, ini minum loe." Tika menyodorkan minuman.
__ADS_1
"Iya, ngga apa-apa kok. Thank's minumannya." Aisha meminum air yang di berikan Tika.
"Aisha, ayo ikut gue. Mami akan datang." Kenan baru datang dan langsung menarik tangan Aisha.