Cinta Kamu

Cinta Kamu
#65


__ADS_3

Semenjak Aisha demam, Mami Selly jadi extra memperhatikan Aisha. Bahkan Mami Selly menyuruh Kenan untuk menjaga Aisha, seperti bodyguard.


"Pokoknya di kampus harus 24 jam menjaga Aisha dan ikuti dia kemana pun dia pergi, setiap jam sekali kamu harus lapor sama Mami. Apa yang Aisha lakukan. Ingat kalau kamu lengah menjaga Aisha, semua fasilitas akan Mami sita." Mami Selly menunjuk-nunjuk.


"Iya, Mi. Kenan jadi berasa bodyguard, kenapa Mami ngga ambil salah satu bodyguard Papi." Telinga Kenan sampai panas dengar peringatan Mami Selly yang berulang kali mengatakannya.


"Ngga bisa Mami maunya sama kamu."


"Iya-iya, Mi." Kenan menyetujui permintaan Maminya.


Di Kampus


Aisha dan kedua sahabatnya asik mengobrol di taman kampus. Tiba-tiba aja Ratu dan genknya datang.


"Aisha gue peringatkan jangan pernah lagi dekat sama Kenan, karena sebentar lagi Kenan akan jadi milik Gue." Ratu emosi.


"Maaf aku ngga peduli." Aisha menjawab datar dan pergi menuju lapangan tenis.


Aisha berganti pakaian.


"Yang lain pada belum datang, lebih baik aku main sendiri aja." Kata Aisha, lalu ia memantulkan bola ke arah tembok.



"Ish! Loe, udah sering di ajarkan Mami masa ngga bisa-bisa." Kedatangan Kenan membuat Aisha terkejut.


"Ya, karena aku perempuan bodoh yang ngga bisa dalam urusan olahraga." Aisha cemberut. Kenan melihat Aisha cemberut, ia merasa tidak tega.

__ADS_1



"Sini gue ajarin." Kenan membantu Aisha memegang raket yang benar, seolah Kenan memeluk dari belakang.


Deg!


Suara jantung keduanya berdetak kencang.


"Wanginya tubuh dan rambutnya, membuatku tenang." Kata Kenan dalam hati, ia menghirup wangi tubuh dan rambut Aisha yang sangat wangi.


"Ya Allah, apakah aku boleh mengharapkan cintanya?." Kata Aisha dalam hati.


Tak lama kemudian satu persatu anggota tenis berdatangan. Aisha dan Kenan terlihat canggung. Ratu melihat tingkah Aisha dan Kenan merasa curiga.


"Apa yang terjadi dengan meraka berdua, wajah Aisha terlihat merah merona. Begitu juga Kenan, apa mereka sudah berpacaran. Ngga mungkin, Kenan hanya milik Gue seorang. Gue harus minta bantuan kakek, agar Kenan cepat jadi milik Ratu seorang." Kata Ratu menatap tajam Aisha.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


"Huh! Alhamdulillah... tidak telat. Ya Allah Kenan dan Ratu sangat dekat banget, dada ini sakit melihat mereka." Aisha berusaha tenang dan menjaga air mata tidak terjatuh di pipinya.



"Ken, perusahaan bokap loe perlu investasi dana. Gue bisa minta tolong sama kakek untuk menyuntikkan dana di perusahaan bokap loe, mau ngga?." Bisik Ratu.


"Ratu membisikkan apa ke Kenan, Ck! Dasar wanita genit." Aisha kesel.


Kenan mendengar apa yang di bisikan Ratu merasa senang.

__ADS_1


"Yang benar?." Kenan memastikan ucapan Ratu.


"Benar, Ken. Kalau loe ngga percaya, besok kita ketemuan dan gue akan mengajak Kakek gue." Ratu meyakinkan Kenan.


"Oke, nanti gue mau ngasih tau dulu ke Papi dan Mami Gue. Thank's ya, Tu." Kenan menepuk pundak Ratu.


"Gara-gara melihat Kenan dan Ratu begitu dekat, membuat aku ngga konsentrasi." Kata Aisha mengacak-acak rambutnya.


"Fokus Aisha, demi masa depan kamu yang ceria." Tambah Aisha.


"Aku harus semangat, jgn patah semangat." Aisha semangat.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jgn lupa like, komentar dan vote.


__ADS_2