Cinta Kamu

Cinta Kamu
#82


__ADS_3

Keesokan harinya


"Mami sudah mempertimbangkan dan memikirkan, lebih baik Aisha tetap tinggal di apartemen sama Mami." Kata Mami Selly selesai sarapan.


"Loh! ngga bisa gitu, Mi. Masa Papi tidur sendiri, Papi ngga bisa tidur kalau Mami ngga ada di samping Papi." Protes Papi Devan.


"Mi, jangan dong. Nanti aku bakalan ngga bisa lihat bidadari ku tiap hari." Kenan dengan wajah memelas.


"Kalian setuju ngga setuju, Mami tidak akan mengubah keputusan dan kalian harus terima keputusan Mami... Tidak ada penolakan." Mami Selly menatap tajam Papi Devan dan Kenan, mereka ingin protes. Tapi sudah di patahkan dengan tatapan dan perkataan Mami Selly.


Papi Devan dan Kenan menerima keputusan Mami Selly.


Kenan mengantar Mami Selly dan Aisha ke Apartemen.


"Ini ngga adil, masa Arkan di izinkan tinggal bersama kalian sih." Kata Kenan sambil menyetir, ia masih protes.


"Adik mu itu masih kecil, Mami ngga tega di tinggal sendirian. Arkan ngga bisa mengurus dirinya sendiri, kamu sudah mau nikah masa sikap kamu seperti anak kecil. Malu tuh sama Aisha." Sindir Mami Selly.


Aisha menyembunyikan tawanya, Kenan melirik Aisha. Lalu menepikan mobilnya, kemudian melepas seltbelt.


Cup


Kenan mengecup bibir Aisha.


"Itu hukuman yang sudah menertawakan aku." Kata Kenan.

__ADS_1


"Dan ini hukuman buat kamu yang main nyosor sama anak orang, kamu itu nakal banget belum sah jadi suami istri udah nyosor aja." Mami Selly menjewer telinga Kenan.


"Aauuww... Sakit, Mi. Ampun-ampun." Kenan kesakitan telinganya di tarik.


"Makanya kamu jadi anak itu jangan nakal, mau kamu Mami masukin lagi di perut Mami. Hah." Mami Selly melepas tangannya di telinga Kenan.


"Jangan dong, Mi. Nanti Kenan ngga bisa nikah sama Aisha." Kenan mengelus telinganya.


"Huh! Baiklah, sampai hari pernikahan kalian. Mami berlarang keras kalian bertemu, Aisha akan cuti kuliah." Mami Selly menghela napas, lalu berkata tegas.


"Baik, Mi." Serentak.


Sebenarnya Kenan ingin protes Mami Selly melarang ia untuk bertemu pujaan hati yang sebentar lagi akan istrinya, tapi melihat Mami Selly sudah menatap tajam dan berkata tegas. Ia pun mengikuti perkataan Mami Selly.


Kalau Aisha sendiri malah senang, tidak ada yang mengganggunya. Karena bila Kenan ada di dekatnya, takut melakukan yang ngga-ngga. Kenan selalu mencuri ciuman dan kadang memeluk Aisha.


"Mi, jangan seperti ini dong. Kenan ingin bersama Aisha dulu, ya please. Kan selama seminggu kedepan aku ngga akan bertemu Aisha, Mi." Mohon Kenan, ia mengantupkan kedua tangannya dan berekspresi memelas.


"Ngga ada, cepat kamu kembali ke perusahaan. Yuk, Sha. Tinggalin aja dia, dulu aja dia cuekin kamu. Sekarang kamu balas cuekin dia." Mami Selly menarik tangan Aisha.


"Iya, Mi." Aisha menuruti Mami Selly.


"Loh! ngga bisa gitu dong, Yank." Protes Kenan.


"Mi, tunggu sebentar. Aku ingin bicara sama Kenan." Aisha melepas tangan Mami Selly, lalu mendekati Kenan.

__ADS_1


"Seminggu itu ngga akan lama, bersabarlah demi untuk pernikahan kita. Emang kamu mau kalau kita gagal nikah, hm?." Kata Aisha.


"Ya, ngga lah. Yank." Kenan menggelengkan kepala.


"Makanya bersabarlah, jika kita sudah menikah kamu bebas melakukan apa saja... Termasuk tubuh ku ini, tanpa busana." Bisik Aisha, lalu ia berlari menghampiri Mami Selly.


Kenan terpangah apa yang di katakan Aisha, membuat otaknya traveling. Ia membayangkan saat melakukan malam pertama dengan Aisha.


Ketika sadar dari melamunnya, Kenan tidak melihat Mami Selly dan Aisha.


"****!! Gara-gara otak jorok gue, Mami dan Aisha udah ngga ada. Ini gara-gara perkataan Aisha, membuat gue ngga fokus... Aarrgghhh, jadi pengen cepat nikah. Aisha sudah mulai nakal." Kata Kenan, lalu ia masuk ke dalam mobil.


"Sha, kamu tadi bicara apa sama Kenan. Sampai wajah Kenan memerah dan terpangah seperti itu." Mami Selly penasaran.


"Ada dech, Mi. Yang penting Kenan ngga protes mulu." Kata Aisha, ia malu kalau sampai Mami Selly tau. Karena tadi bukan seperti dirinya, ia tadi sangat nakal.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2