Cinta Kamu

Cinta Kamu
#53


__ADS_3

Keesokan harinya, Aisha berangkat ke kampus tanpa Kenan. Karena Kenan sedang pergi ke kantor Papi Devan.



Di Kantin


"Sha, hidung udah mendingan?." Tika menoleh ke arah Aisha.


"Ish! Es Bon-bon, loe kenapa juga dari tadi pegang-pegang rambut gue." Tambah Tika lagi.


"Udah mendingan." Aisha cemberut dan merasa sedih.


"Hehehe... Abis rambut loe lembut, kerempeng." Bonny masih memegangi rambut Tika.


"Udah, jangan pegang-pegang rambut gue. Noh, lihat Aisha dari tadi dia cemberut dan sedih."


"Iya ya. Sha, Loe kenapa? apa ada masalah."


"Iya cerita aja sama kita."


"Kenan dimana-mana selalu dikelilingi banyak wanita, sifatnya kadang cuek dan kadang perhatian. Sifatnya yang tiba-tiba perhatian sama aku, membuat aku terpanah dan semakin berharap Kenan menjadi pacarku." Aisha sedih, Ia mencoret-coret bukunya.


"Sudah, jangan bersedih. Itu resiko mencintai sang pangeran. Gimana abis kuliah kita kepanti asuhan, yuk." Ucap Bonny menghibur Aisha.


"Tumben es bon-bon, ngajakin kita kejalan yang benar." Tika meledek Bonny.


"Sue Loe." Bonny melempar kacang ke arah Tika. Mareka jadi saling melempar kacang.


"Kalian ini kalau udah ketemu selalu berantem." Aisha memberhentikan aksi berantem versi Bonny dan Tika.


"Abis kalau kita ngga berantem ngga lucu, kita ngga berantem benaran, Sha." Kata Bonny.


"Ya tapi jangan lempar makanan jadi mubazir kan?." Aisha agak meninggi volume suaranya.

__ADS_1


"Maaf.." Serentak.


"Huft... Ya udah, aku kekelas dulu. Bye semua, Assalamualaikum." Aisha pergi.


"Bon, gue kasihan sama Aisha. Dia terlalu berharap Kenan menjadi pacarnya, lagian Kenan kalau emang ngga suka sama Aisha. Lebih baik jangan membuat Aisha jadi semakin berharap." Tika menatapi kepergian Aisha.


"Iya, gue juga. Ya mau bagaimana lagi orang Aisha udah cinta mati sama Kenan, kita sebagai sahabatnya hanya bisa mendukung, memberi semangat dan menghibur." Kata Bonny.


Di Kelas


Aisha duduk bangku depan kebetulan sekali bangku yang lain sudah terisi penuh. Ia tak mau duduk di samping Ratu.


Aisha melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Kenan.


"Tumben Kenan belum datang, kenapa ya?apa Kenan lagi ada masalah atau apa? Ish! Kenapa Aku harus mikirin dia." Aisha yang asyik dengan pikirannya. Aisha memukul pelan kepalanya.


"Loe udah gila, ya. Mukul kepala sendiri." Kenan yang entah sejak kapan sudah duduk di sebelah Aisha.


"Kenapa sih?Loe lihat gue kaya lihat hantu."


"Ini benar Kenan kan." Aisha mencubit pelan tangannya.


"Ini sakit, berarti aku ngga lagi bermimpi doang." Aisha di dalam hati.


"Eh!, Kenan. Loe kenapa duduk disamping Aisha sih, padahal gue udah menyiapkan tempat duduk buat loe." Ratu berdiri di samping Kenan dan menatap sinis Aisha.


"Ngga usah, loe dengar ya. Gue mau duduk di mana bukan urusan Loe, sana loe duduk ketempat loe." Kenan mengusir Ratu.


"Sial*** Aisha, gue akan buat perhitungan sama dia." Kata Ratu dalam hati, ia. mengepal kedua tangannya dan menatap tajam Aisha.


"Loe kenapa masih disini, bentar lagi Dosen datang."


Aisha merasa di tatap Ratu, ia pun angkat bicara.

__ADS_1


"Tu, bagaimana kita tukeran tempat duduk. Kamu disini biar aku yang ditempat mu." Ketika Aisha beranjak pergi, Kenan sudah terlebih dulu memegang tangan Aisha.


Deg


Jantung Aisha berdetak kencang.


"Loe tetap disini, biar Ratu duduk di tempat semula." Kata Kenan.


"Ta..."


"Udah duduk."


Kenan menatap tajam Aisha, karena tatapan Kenan sangat menakutkan. Aisha menuruti kemauan Kenan.


"Anak pintar."


Tak lama kemudian dosen datang dan memberikan materi.


.


.


.


.


.


.


.


Hai readers jangan lupa like, vote dan komentarnya ya...

__ADS_1


__ADS_2