Cinta Kamu

Cinta Kamu
#25


__ADS_3

Perlombaan lari pria di menangkan Kenan, Sandy merasa kalah. Dia menjatuhkan diri di tanah, merasa lemas. Kenan melihat Sandy seperti itu, lalu menghampirinya.


"Ingat kesepakatan kita." Kenan berjongkok.


"Iya, gue ingat. Loe harus jaga Aisha dan sayangi dia." Sandy mengatur napas.


"Tenang aja, gue cabut dulu." Kenan pergi.


Aisha, Bonny dan Tika melihat Sandy yang meratapi kekalahan, langsung menghampiri Sandy.


"San, kamu ngga apa-apakan?." Aisha khawatir.


"Namanya juga perlombaan pasti ada yang menang dan kalah, sudah jangan sesali." Tika menepuk pundak Sandy.


"Iya, Loe jangan lebay gitu dech." Bonny.



Mami Selly datang bersama Pak Doni selaku guru olahraga.


"Hai semua!!." Sapa Mami Selly.


"Haiii." Serentak dan lemas.


"Kok, lemas. Dengarkan saya, Everyone was so great today. you have no idea how much fun i had in the stands. So, ini hanya permainan mau menang atau kalah yang terpenting itu adalah perlombaan ini sangat menyenangkan dan menghibur di hati. Ini Mami membawakan kalian pizza untuk merayakan semangat kalian yang telah membuat orang terhibur." Mami Selly membagikan satu persatu pizza ke teman-teman Aisha.


"Terimakasih Mami." Aisha terharu mendengarnya dan langsung memeluk Aisha.


"Sama-sama, sayang." Mami Aisha mengelus punggung Aisha.

__ADS_1


"Bagaimana kita semua berfoto untuk menjadi kenangan?." Usul Mami Selly.


"Oke, setuju, baik, ide bagus." Kata mereka masing-masing (teman-teman Aisha).



"Satu, dua, bilang cheese..."


"Cheese..." Serentak, mereka berpose imut.


"Kalian semua sangat menggemaskan." Mami Selly, melihat hasil foto di kameranya.


"Terimakasih, tante." Serentak.


"Sha, tante itu siapa sih?." Tanya Sandy berbisik.


"Itu Maminya Kenan." Jawab Aisha.


"Mami undur diri dulu, ya. Ingat pesan Mami tadi." Kata Mami Selly.


"Iya, terimakasih. Mami..."


Setelah Mami pergi, Aisha dan teman-temannya masih melanjutkan makan pizza. Mereka bersenda gurau.


Ddrrtt... Ddrrtt...


Tiba-tiba ponsel Aisha berdering. Aisha senang melihat nama tertera di ponselnya.


"Assalamualaikum. Ayah." Aisha senang.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam. Ayah, bunda dan adik-adik sudah sampai ke Jakarta. Kamu masih di sekolahan?." Tanya Ayah.


"Benarkah?Aku sangat senang sekali, oia aku masih di sekolahan, yah." Aisha matanya berbinar.


"Oke, ayah akan langsung ke sekolahan kamu aja." Kata Ayah.


"Aku tunggu di gerbang sekolah, yah." Aisha berdiri dan langsung menuju gerbang sekolah.


Sepanjang jalan Aisha tidak henti-hentinya tersenyum, membuat Kenan penasaran melihatnya. Lalu mengikuti Aisha.


"Dia kenapa dan mau kemana." Kata Kenan dalam hati.


Aisha menunggu kedatangan keluarganya di depan gerbang.


"Ngapain dia keluar." Kenan merasa heran.


Aisha merasa senang, ketika mobil ayahnya sudah terlihat. Aisha melambaikan tangan.


"Ayah, Bunda, Adam, Ibrahim." Wajah Aisha berubah panik, Aisha melihat truk menghantam mobil Ayahnya. Aisha berlari dan menghampiri. Kenan melihat kecelakaan ikut lari menghampiri tempat kejadian.


"Ayah, bunda, Adam, Ibrahim." Aisha mengetuk-ngetuk pintu mobil Ayah.


"Tolong... Keluarga saya." Aisha panik melihat keadaan keluarganya yang sudah berlumuran darah.


"Aisha." Kenan menepuk pundak Aisha.


"Ken, tolong keluargaku." Aisha menatap Kenan sedih. Kenan membantu orang-orang sekitar untuk membuka pintu mobil.


Keluarganya Aisha satu persatu berhasil di keluarkan.

__ADS_1


"Ayah, bunda, Adam, Ibrahim." Aisha berusaha membangunkan mereka.


__ADS_2