
setelah kejadian itu aku mulai terbiasa dengan menggunakan jilbab, niat yang awalnya hanya untuk menutupi rambutku dan membukanya kembali setelah panjang itu perlahan hilang. saya memutuskan untuk mengenakan jilbab sampek kelas VIII. orang-orang yang melihatku dengan tatapan sinis sekarang mulai berteman dengan ku dan bahkan ada yang menjadi sahabat ku.hari-hari semakin berlalu dan aku tidak lagi berkomunikasi dengan ryan dan perlahan aku melupakan efendi yang menjadi cinta pertamaku saat masuk sekolah.
aku sekarang menjalin kasih dengan kakak tingkat ku yang baru lulus saat aku masuk ke SMP.jadi,tidak sempat untuk bertemu karena dia melanjutkan pendidikannya di SMK yang cukup jauh dan dia harus mengekost di sana,bahkan diq jarang pulang. dia hanya pulang 1bulan sekali dan paling cepat 2minggu sekali dia akan pulang.
tapi saat dia pulang dia pasti menyempatkan untuk mengantarku ke sekolah yang membuat aku lupa akan mereka yang dulu pernah aku suka.
"yang kapan-kapan kita maen bareng dong" kata itu mengejutkan ku,karena aku sempat melamun
__ADS_1
"enggak ah,aku enggak boleh maen sama ibuk dan bapak,kalau mau maen kamu maen kerumah aja" jawabku
"emmm...gitu ya?ya udahlah nanti kalau ada waktu aku maen kerumah kamu ya?" tanya nya
"ok..siapp sayongggg..."yang dilanjutkan dengan tawa kami
setelah cukup lama aku bersama dengan derman(kekasihku)...yang membuat aku menutup pintu hatiku untuk siapapun yang mencoba mendekati ku pada masa itu.
"anak-anak kelas VII ,bapak akan menyampaikan suatu pengumuman yang penting.jadi bapak harap kalian bisa mendengarkan bapak dengan seksama.
bagi kalian yang nanti namanya disebut harap.buat barisan!mengerti?"
__ADS_1
dan sejak saat itu aku dan ryan,efendi tidak lagi bertemu,karena kami sudah tidak sekelas lagi dan aku pun sudah tidak memiliki rasa lagi dengannya.
setelah sekian lama,semua itupun berlalu begitu saja dan entah ada masalah apa hubungan ku dengan kekasih ku pun kandas begitu saja. Lelaki yang dulu sempat ku percaya bahwa dia bisa menjaga diriku akhirnya pupus di tengah jalan.
Kenaikan kelas pun tak terasa sudah terjadi lagi.dan sejak saatt aku putus dengan derman aku pun tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Entah apa yang membuatku trauma akan rasa mencintai, yang ada dalam bayanganku hanyalah rasa sakit yang akan timbul jika kita jatuh cinta.
Tetapi walaupun aku tidak memiliki kekasih aku masih mempunyai sahabat yang selalu mendukung ku dan memberiku nasehat.
akhirnya aku memasuki kelas IX B.dimana aku berpisah dengan semua sahabat ku yang selalu mengajak ku bercanda.mereka semua masuk di kelas A.entah karena mereka pintar atau entah lah itu,akupun tidak tau.yang aku tau aku harus mulai menjalin komunikasi dengan orang-orang baru. Meskipun begitu aku dan sahabat ku akan tetap gabung saat istirahat tiba. Saat itu, jam kosong untuk semua kelas IX. aku memutuskan untuk berkumpul dengan sahabat ku di samping kelas "eh kumpul di samping kelas ku ya?" mereka kompak menjawab "ok deh".
Saat aku terus bercerita lucu dan mempraktekan tingkah lucu yang aku ceritakan,ternyata ada seseorang yang ikut tersenyum melihat kelakuan ku.
__ADS_1