Cinta Kamu

Cinta Kamu
#41


__ADS_3

"Biang kerok siapa?." Mami Selly bingung.


"Itu Aisha. Gadis beasiswa, miskin dan tidak mempunyai keluarga." Ibu Jenny


"Waduh! bisa berabe urusannya, Ibu Jenny emang ngga tau apa kalau Aisha itu anak angkatnya Bu Selly. Wah! bakalan runyam urusannya nih." Batin Pak Ridwan, ia merasa cemas.


"Saya ngga tau mungkin lagi merayu laki-laki." Bella jawab asal. Mami Selly tambah marah, tapi Mami Selly mencoba merilekskan diri agar amarahnya tidak menggebu-gebu.


"Loe jangan sembarangan kalau ngomong. Asal Mami tau Aisha di suruh lari mengelilingi dan sekarang pingsan." Kata Kenan yang baru datang.


"What!! Itu Maminya Kenan." Batin Bella kaget.


"APA!!!, kenapa Aisha di hukum? apa salahnya?." Mami Selly kaget sekaligus marah.


"Nah! Loh Bu Selly marah, lebih baik aku ngga ikut campur" Batin Pak Ridwan.


"Ma-maaf Nyonya, saya menghukumnya karena dia sudah membuat onar di sekolah. Bella, Cindi dan Lusy cepat jelaskan kepada Ibu Selly." Ibu Jenny gugup.


"Begini, Bu. Aisha cewek kegatelan, dia sudah berani dekati dan merayu Kenan." Bella bohong.


"Benar, Bu. Kami hanya menegurnya, tapi Aisha tidak terima dan kami di tampar." Cindi pura-pura sedih.


"Iya, Bu lihat ini. Tangan saya kena cakar Aisha." Lusy juga pura-pura sedih.

__ADS_1


"Jangan percaya mereka, Mi. Mereka itu pembohong besar, Mami tau sendiri sifat Aisha gimana?." Kenan menyadarkan Mami Selly agar tidak terpengaruh dari wanita-wanita licik.


"Tenang, Ken. Mami selalu akan percaya dengan anak gadis Mami yang cantik." Bisik Mami Selly.


"Jenny kamu percaya dengan omongan mereka tanpa di selidiki dulu kebenarannya?." Mami Selly melipat kedua tangannya dan menatap tajam Ibu Jenny.


"Tidak perlu, lihatlah tangan dan wajah mereka kena cakaran itu berarti merekalah korbannya. Lagi pula Aisha itu bukan siapa-siapa di sekolah ini, dia hanya benalu di sekolah ini Nyonya."


Mendengar perkataan Ibu Jenny raut wajah Mami Selly berubah, mukanya memerah bukan karena jatuh. Tapi menahan amarahnya.


Kenan memegang tangan Maminya, agar tidak melakukan kekerasan.


"Memang mereka ini siapa di sekolah kita." Mami Selly menunjuk-nunjuk kearah Bella, Cindi dan Lusy.


"Saham cuma 3 % aja udah belagu." Bisik Kenan ke Mami Selly.


"Pak Ridwan tolong hubungi sekretaris suami saya, bilang saham atas nama orangtua Cindi dan Lusy jangan bekerja sama lagi dengan perusahaan saya dan suami saya. Saya ngga sudi dengan orang sombong seperti mereka dan buat kamu Jenny mulai sekarang, saya memberhentikan kamu dari sekolah ini." Tegas Mami Selly.


"Kok gitu Bu, kami ngga salah." Kata Cindy membela diri.


"Iya, Bu. Lagian gara-gara Aisha yang salah kenapa keluarga kami yang kena imbasnya." Bella tidak terima.


"Iya, Bu. Kenapa bukan Aisha yang di hukum malah kami dan keluarga kami." Lusy menggoyangkan lengan Mami Selly.

__ADS_1


"Nyonya ngga bisa gitu, kenapa saya yang di keluarkan dari sekolah ini. Salah saya apa?." Ibu Jenny ikut menggoyangkan lengan Mami Selly.


"Lepaskan, kalian ini sangat menjijikkan." Mami Selly menepis tangan Ibu Jenny dan Lusy.


"Kalian ini ngga pernah mengaca apa, karena sifat kalian yang sombong itu membuat hidup kalian hancur. Dan asal kalian tau Aisha itu keponakan saya yang sudah saya anggap putri kandungan saya sendiri." Mami Selly dan Kenan keluar ruangan Ibu Jenny.


.


.


.


.


.


.


*Haii Reader apa kabar???


Semoga kalian suka dengan novelku ini ya...


Biar Author semangat nulisnya jangan lupa like, vote dan komentarnya ya... 😘😘😘😘*

__ADS_1


__ADS_2