
"Aisha, tolong kamu jelaskan. Jika kamu sudah menjadi dokter dan di jalan kamu tidak sengaja melihat kejadian kecelakaan, disana terdapat seseorang tidak sadarkan diri. Apa yang kamu lakukan terhadap seseorang yang tidak sadarkan diri?coba jelaskan secara detail?." Pertanyaan Mr. Alex membuat Aisha kaget, karena sejak tadi ia tidak fokus.
"Ah! Iya, itu." Aisha menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Ma*pu* Loe. Gue yakin loe ngga bisa jawab." Ejek Ratu menatap Aisha sinis.
"Cepat jawab pertanyaan saya, Aisha." Mr. Alex agak tinggi nada bicaranya.
"Saya akan melakukan yang pertama adalah Periksa kondisi orang pingsan atau tidak sadarkan diri, panggil dan lihat apakah ia dapat memberi respon atau menjawab panggilan saya. Perhatikan juga apakah orang tersebut dapat bernapas atau tidak, periksa denyut nadi di lehernya. Yang kedua posisikan orang yang pingsan atau tidak sadarkan diri secara terlentang dan naikkan kakinya lebih tinggi sekitar 30 sentimeter dari dada. Hal ini bertujuan untuk membuat aliran darah kembali ke otak. Orang yang pingsan atau tidak sadarkan diri di tempat duduk pun sebaiknya dibaringkan di lantai atau permukaan yang datar. Yang ketiga longgarkan pakaiannya, agar dia dapat lebih mudah dan nyaman untuk bernapas. Yang keempat jika orang tersebut tetap tak sadarkan diri hingga beberapa menit lamanya, tidak bernapas, atau denyut nadinya tidak terdeteksi, kamu perlu memberikan napas buatan dan CPR sambil menunggu ambulans datang. Pastikan kamu tahu langkah-langkah memberi CPR yang benar. Yang kelima ketika ia sadar, berikan minuman manis, seperti teh manis. Sebab, minuman manis dapat meningkatkan gula darah dan mengembalikan energi yang diperlukan tubuhnya. Yang keenam jika ia muntah, miringkan kepalanya agar tidak tersedak dan muntahannya tidak mengenai dirinya. Yang ketujuh jika orang tersebut sudah sadar, jangan biarkan ia langsung berdiri. Baringkan atau biarkan beristirahat terlebih dahulu setidaknya selama 15–20 menit, agar pingsan tidak terulang kembali. dan yang terakhir tanyakan apakah ia masih mengalami gejala, seperti sesak napas, sakit kepala, lemas, atau sulit menggerakkan bagian tubuh tertentu. Begitulah penjelasan saya Mr. Alex." Aisha menjawab pertanyaan Mr Alex dengan lancar.
Kenan terpanah melihat Aisha menjawab dengan lancar, sedangkan Ratu kesel. Aisha bisa menjawab pertanyaan Mr. Alex.
"Terimakasih Aisha, jawaban kamu saya puas. Lain kali di jam pelajaran kamu jangan sering melamun, saya tidak suka. Ada siswa tidak fokus dalam pelajaran, karena ini akan menyangkut dengan nyawa pasien. Mengerti kalian semua." Mr. Alex dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Mengerti Mr." Serentak.
Kenan menulis kertas dan di berikan kepada Aisha. Lalu, Aisha membacanya.
"Bagus, tetap semangat. ULI." Itu pesan yang di kirim Kenan.
Aisha tersenyum membacanya dan pesan terakhir membuat Aisha bingung.
"ULI?Apa itu?" Aisha bingung langsung menanyakan kepada Kenan.
Tak terasa jam kuliah telat usai, sesuai perjanjian dengan kedua sahabatnya tadi pagi. Aisha langsung menuju pakiran, Kenan melihat Aisha terburu-buru merasakan ada yang aneh. Lalu, Kenan mengikuti Aisha.
"Maaf lama, ya." Kata Aisha mengatur napas.
"Santai aja, Sha. Nih minum dulu, biar enakan." Kata Tika menyodorkan botol air mineral.
__ADS_1
"Loe duduk dulu, lagian loe kenapa juga harus lari-lari?." Bonny menyuruh dan mengelus pundak Aisha, ia tidak tega melihat sahabatnya kelelahan.
"Ya udah, kita langsung berangkat aja. Biar nanti pulangnya ngga kemalaman." Aisha bangun dari duduknya.
.
.
.
.
.
***Hai readers....
__ADS_1
Aku tak henti-hentinya menyapa kalian... Semoga kalian suka dengan novelku ini. Vote, like, komentarnya dan jangan lupa beri hadiahnya juga ya***...