
Setelah Kenan mengantarkan Aisha ke apartemen, ia pun langsung menemui Papi Devan.
"Assalamu'alaikum." Ucap salam Kenan.
"Wa'alaikumsalam." Serentak.
"Gimana kamu sudah menemukan putri Mami?." Tanya Mami Selly.
Kenan memikirkan sejenak.
"Ngga, Mi." Kenan terpaksa bohong, ia ingin melindungi Aisha.
"Maaf, Mi. Aku terpaksa bohong." Kata Kenan dalam hati, ia menatap sendu Mami Selly.
"Kita harus cari kemana?." Mami Selly sedih.
"Sudahlah, Mi. Kamu jangan berlarut sedih." Papi Devan menenangkan Mami Selly.
"Mami ngga bisa, Pi. Kasihan Aisha di luaran sana, aku takut terjadi apa-apa dengannya." Mami Selly menangis kembali.
"Pi, aku minta maaf. Ngga bisa melanjutkan pertunangan ini, karena aku mencintai Aisha." Kenan berlutut.
Ucapan Kenan membuat Papi Devan dan Mami Selly terbelalak.
"Mami tau kamu juga mencintai Aisha, tapi kenapa kamu baru mengungkapkannya setelah Aisha pergi, hm?." Kata Mami Selly.
"Maaf, Mi. Aku baru menyadari perasaan ini." Kata Kenan.
"Papi, aku mohon batalkan pertunangan ini. Aku ngga mau, karena aku mencintai Aisha." Mohon Kenan.
"Hufh, bagaimana dengan perusahaan?Kamu tau sendiri Willy dan Hendrawan itu seperti apa, mereka ngga bisa memutuskan begitu saja." Papi Devan menghela napas.
"Aku tau, Pi. Besok aku akan berusaha menemui mereka, lagi pula mereka belum menyuntikkan dana ke perusahaan kita kan." Kata Kenan.
"Bukan itu masalah, nak. Konsekuensinya yang kita dapat nanti, Nak. Itu akan mengakibatkan perusahaan kita tambah buruk." Papi Devan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kamu tenang aja, Mas. Ada aku yang akan mendampinginya." Sahut Om Roy baru datang, ia mendapat laporan dari anak buahnya.
"Kenapa kalian ngga cerita masalah ini kepada ku?Kalian anggap aku apa, hm?untung salah satu anak buah ku memberitahu masalah kalian." Om Roy duduk dekat Papi Devan.
"Lihatkan kebahagiaan anak-anak jadi taruhannya." Tambahnya lagi.
"Bukan begitu, kamu sudah banyak membantu kami. Aku ngga mau merepotkan kamu lagi." Papi Devan menepuk tangan Om Roy.
"Ck, kau selalu bicara seperti itu. Aku selalu senang kalian minta bantuan ku, sudahlah besok aku akan membantu Kenan mengurus perusahaan kalian. Soal suntikkan dana besok aku akan transfer dana ke perusahaan kalian." Kata Om Roy.
__ADS_1
"Terimakasih, Roy. Aku ngga tau kalau ada kamu, bagaimana aku dan keluarga ku." Papi Devan memeluk Om Roy.
"Kita ini keluarga, ngga usah sungkan untuk memberitahu apapun masalah yang kalian hadapi."
"Terimakasih, adik ipar." Kata Mami Selly.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Keesokan hari, Kenan di temani Om Roy menemui Pak Willy dan Pak Hendrawan di Mansionnya.
"Ada apa kalian pagi-pagi berkunjung di kediaman kami?." Tegas Pak Willy.
"Perkenalan saya Arroyyan Dylan Assegaf, saya Om dari Kenan." Om Roy menjabat tangan Pak Willy dan Pak Hendrawan.
"Kalau ngga salah kamu adiknya Ali kan?." Pak Willy terbinar mendengar nama Om Roy.
"Iya, Pak. Saya adik Bang Ali." Kata Om Roy.
Ketika Pak Willy mau bicara kembali, Ratu datang.
"Eh! Kenan dan Om Roy, ada apa nih datang ke sini." Ratu senang Kenan mendatangi Mansionnya.
"Iya, sampai lupa kalian ada apa datang kesini?." Tanya Pak Willy.
"Begini kedatangan kami ingin membatalkan pertunangan Kenan dan Nak Ratu." Kata Om Roy.
"Sabar, sayang. Kakek akan menanyakan." Pak Hendrawan mengelus tangan Ratu.
"Kenapa tiba-tiba kalian memutuskan pertunangan Kenan dan Ratu?." Selidik Pak Hendrawan.
"Maafkan aku, Kek. Aku ngga bisa meneruskan pertunangan ini, karena aku mencintai wanita lain." Kenan menatap Pak Hendrawan.
"Kenan, apa maksud kamu?siapa wanita itu?apakah Aisha?Apa kurangnya aku di bandingi wanita miskin itu." Ratu berdiri dari duduknya dan marah mendengar keputusan Kenan.
"Kurang ajar, kamu mau mempermainkan cucu saya dan mempermalukan keluarga saya." Pak Hendrawan tidak terima, ia pun ikut marah. Karena merasa di permainkan harga dirinya.
"Maaf, Pak bukan begitu maksud kami. Kami ngga pernah mempermainkan atau mempermalukan keluarga anda, ini masalah hati. Jika keponakan saya ngga mencintai cucu anda, jangan memaksakan. Karena akan merugikan Ratu nanti." Om Roy mencoba menjelaskan kepada Pak Hendrawan.
"Ck, Cinta. Buat apa cinta, yang ada akan membuat kalian celaka. Apalagi berurusan dengan keluarga kami, Willy buat hancur keluarganya dan wanita miskin itu yang membuat cucu ku sakit hati." Pak Hendrawan penuh amarah.
"Hufh, oke kalau kalian ngga bisa di ajak baik-baik. Berarti kalian berurusan dengan saya, Pak Willy kamu tau siapa saya kan. Ingat Pak kalau kau menyentuh keluarga ku dan wanita yang Kenan cintai, saya ngga akan tinggal diam. Perusahaan kalian ada di genggaman ku." Om Roy emosi.
"Loh! jangan seperti ini Roy, Dad, Ratu. Please jaga emosi kalian." Pak Willy menengahi.
"Ck, keluarga kalian itu hanya sampah. Berlaga mengancam saya." Pak Hendrawan berdecih.
__ADS_1
Melihat Daddynya berbicara seperti itu, Pak Willy menggelengkan kepala. Sifat arogan dan keras kepala Ratu itu menurun dari Pak Hendrawan.
"Oke, kalian menantang saya. Berarti sekarang keluarga kalian adalah musuh saya, kalian akan rugi telah mengusik singa yang sedang tidur. Yuk, Ken. Kita pulang." Om Roy menarik tangan Kenan.
"Dad, Kek. Jangan biarkan Kenan pergi, aku ngga mau pertunangan ini batal." Rengek Ratu.
"Ratu kamu bisa diam ngga!!!." Pak Willy membentak Ratu.
Ppllaakk
"Kamu apa-apaan membentak cucu ku." Pak Hendrawan emosi, lalu menampar Pak Willy.
"Dad, Roy itu adalah pemilik group As. Perusahaan terkaya di dunia no. 3 di dunia dan perusahaan kita di bawah naungannya." Lirih Pak Willy, ia tidak merasakan sakit di pipinya. Tapi ia tidak mau perusahaannya bangkrut begitu saja.
"Apa!!!." Pak Hendrawan terkejut.
"Gara-gara Daddy, perusahaan kita yang terancam bangkrut." Pak Willy merasa pusing, lalu pergi meninggalkan Pak Hendrawan yang terduduk lemas di sofa.
"Kakek ngga apa-apa kan?." Ratu panik.
"Sayang, Kakek ngga apa-apa." Pak Hendrawan mengelus rambut Ratu dan tersenyum.
"Apa yang di katakan Daddy itu benarkah?kalau perusahaan keluarga kita akan bangkrut."
"Kamu tenang saja, biar itu menjadi urusan Kakek dan Daddy mu. Kakek mohon kamu jangan bertindak apa-apa, kamu harus di Mansion saja."
"Loh! Emang kenapa?aku ngga bisa, aku harus membalas sakit hati ku ini kepada wanita miskin itu." Ratu kekeh.
"Jangan sayang, kalau kamu mencelakai wanita itu sama aja kamu akan menghancurkan keluarga kita. Ingat Daddy mu itu tadi bercerita kalau orang barusan datang bersama Kenan itu adalah pemilik Group As, perusahaan kita berada di bawah naungannya. Bisa bahaya nanti buat keluarga kita, Kakek mohon kamu jangan seperti ini." Pak Hendrawan memegang dadanya, seakan sesak di dadanya. Kenyataan hari ini membuatnya syok.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya see you... πππππ