Cinta Kamu

Cinta Kamu
#51


__ADS_3

Di kampus, tepatnya di kantin kampus. Aisha dan kedua sahabatnya berkumpul.



"Sha, gimana jadi loe jadi bikin Kenan cemburu?." Bonny menatap Aisha dengan senyum paling manis.


"Jadi dong."


"Kamu yakin, Sha."


"Huh, kamu Tik. Aku jadi bimbang lagi."



"Loe, kerempeng jangan bikin Aisha bimbang lagi."


"Hehehe... Maaf." Tika menggaruk kepala.


"Guys, aku ambil makanan dulu. Kalian ada yang mau di pesen ngga?." Aisha berdiri.


"Ngga usah, loe aja dulu." Bonny menolak dan memegang tangan Tika.


"I-iya, Sha. Gantian aja." Tika gugup.


Aisha pergi menuju tempat penjual makanan, tiba-tiba Kenan menyenggol lengan Aisha.


"Jalan pake mata dong." Sinis Kenan.


"Yang ada jalan pake kaki, bo**h. Weeek..." Aisha menjulurkan lidah dan lari. Kenan melihat Aisha kaget tapi tetap dengan gaya coolnya.



"Dasar bocah." Kenan.

__ADS_1



"Hai, kalian berdua mau pesan apa?" Sandi tersenyum.


"Aarrgghhh... Sandi, kamu kerja disini?." Teriak senang Aisha.


"Iya, Sha. Gue kuliah sambil kerja disini." Sandi senang.


"Dunia memang sempit ya, gue harus ketemu loe lagi. Bosan gue ketemu loe." Kenan ketus.


"Sama gue juga bosan ngelihat loe, tapi gue ngga akan bosan melihat bidadari gue." Sandi menatap Aisha penuh cinta.


"Lebay, cepat pesanan gue ayam geprek sambalnya level 10, gue lagi bete." Kenan memukul meja kasir, dalam hati panas.


"Sabar dong, biar gue layani dulu bidadari gue."


"Ish! Kalian ini, kamu juga jangan ngomong seperti itu. Aku ngga mau nanti ada kesalahpahaman."


"Oke, untuk tuan putri cantik. Gue sudah mempersiapkan menu spesial buat loe, tunggu sebentar." Sandi masuk kedapur.


"Sudah, jangan di pikirin omongan Sandi. Dia memang seperti itu sama aku."


"Iya, loe senangkan di sanjung dan di rayu."


"Habis cuma dia yang pertama kalinya yang nembak aku, dari pada orang yang aku suka selalu bikin aku sakit hati. Huft..." Aisha menarik napas.


"Maksudnya apa? Gue ngga ngerti."


"Ya, kamu memang ngga mengerti."


"Pesanan spesial untuk putri cantik sudah siap di santap." Teriak Sandy.


"Wah! kayanya enak nih, thank's ya, San. Gue kesana dulu." Aisha buru-buru pergi.

__ADS_1


"Loe semakin cantik, Sha. Gue jadi tambah cinta sama loe."


"Jangan mimpi, gue ngga jadi pesan. Nih gue bayarin pesanan Aisha tadi." Kenan menyerahkan duit ke tangan Sandy.


"Ngga usah, gue aja yang bayar buat putri cantik gue."


"Terserah, gue cabut."


"cabut aja, ngapain harus pamit sama gue."


Aisha menceritakan kejadian tadi kepada dua sahabatnya.


"Ini gue yakin banget kalau Kenan sebenarnya cinta sama loe, cuma dia sensi banget. Karena Loe itu saingan Kenan." Bonny menepuk pundak Aisha.


"Benar, loe harus banyak usaha agar Kenan cepat-cepat mengatakan perasaannya ke loe." Tika.


"Insya Allah, aku akan usaha lebih banyak lagi. Doakan aku ya. Guys."


"Amiin." Serentak.


Di dalam kelas


Aisha sengaja duduk di samping kanan Kenan. Tiba-tiba saja gadis cantik kemarin langsung duduk di samping kiri Kenan, membuat Aisha marah.


Ketika Aisha ingin beranjak berdiri, Kenan sudah menariknya.


"Loe mau kemana?sebentar lagi Dosen datang " Kata Kenan, membuat gadis cantik sebelahnya cemburu.


"Baiklah." Aisha pasrah dan duduk kembali.


"Hai, kamu Aisha. Ya, aku Ratu." Ratu mengulurkan tangan.


"Iya, aku Aisha." Aisha jutek.

__ADS_1


Kemudian dosen datang dan langsung menerangkan pelajaran, tapi Aisha tidak fokus. Karena melihat Kenan dan Ratu berdekatan.


__ADS_2