
Lattisya sedang menunggu Alex memberi aba aba untuk bergerak.Saat ini Lattisya beserta anak buahnya sedang mengintai dan akan melancarkan aksinya.
[Masuklah ] pesan Alex.
Lattisya segera memerintahkan anak buahnya masuk.Lattisya tersenyum dan menendang pintu itu hingga terbuka.
"Wah wah kau sepertinya sangat menikmati kemenangan mu Jerk" Lattisya tersenyum devil.
"K-kau s-siapa yang mengizinkan kau masuk"
ucap jerk terbata-bata.wajahnya pucat matanya menyiratkan ketakutan begitu pula dengan franz.Siap yang tidak kenal dengan klan Dark Queen yang bengis dan kejam tidak ada ampun bagi siapa saja yang menyinggung serta mengkhianati nya.
"Aku tidak butuh izin siapapun untuk masuk" ujar tisya.Jerk dengan wajah yang takut menekat tombol darurat untuk memanggil anak buahnya yang berjaga di luar.
"percuma kau panggil mereka sudah mati atau mungkin sekarat akibat racun yang ku berikan hahaha"
__ADS_1
"sudahlah jerk nikmati saja kematianmu"
"tidak semudah itu" jerk mengambil senapan dan mengarahkan ke Lattisya tapi dengan sigap di menendang senapan itu dan terjadilah baku hantam di sana anak buah Lattisya menghadapi anak buah franz dan Alex menghadapai Franz.
Tidak butuh waktu lama untuk Lattisya menumbangkan jerk dia sudah babak belur dengan kedua kaki yang patah dan memiliki beberapa luka sayatan di tubuhnya.
"Ayo bangunlah tua Bangka bukankan kau begitu gembira akan kemenangan mu menyabotase senjata ku"
"ampun maafkan aku " jerk memohon dengan nada yang memilukan
Tidak membuang waktu lagi tisya menggambil sebuah pisau untuk mengeksekusi musuh sekali tusukan darah menyembur mengeni wajahnya tidak hanya itu di juga menyeret tubuh tak bernyawa itu ke hadapan franz dan di saksikan oleh keluarga franz lainnya Lattisya menyayat dan mengoyak isi perut jerk dia juga mengeluarkan otak jerk untuk di jadikan koleksi barunya
"Alex taruh ini di ruang kerjaku aku ingin menambah koleksi organ tubuh manusia di ruang kerjaku"ucap tisya Alex mengangguk dan menaruh otak tersebut kedalam toples berisi cairan pengawet.Tubuh jerk sudah tak berbentuk darah yang di keluarkan nya dibuat mandi oleh tisya.Tubuhnya bahkan sudah tertutup oleh darah.Tisya puas dengan semua eksperimen nya dia beralih menatap keluarga franz yang sudah lemas akibat muntah menyaksikan kebengisan dan kekejaman Lattisya.
"Jadi kau adalah franz Arzeto" tanya tisya
__ADS_1
"I-iya tapi aku tidak ada urusan dengan mu"
"kata siapa kau tidak ada urusan dengan ku,Paman...ups sorry tidak seharusnya aku memanggilmu paman karena kau sudah putus hubungan dengan tunanganku"
"Tunangan??Siapa tunanganmu"
"oh perkenalkan aku adalah tunangan dari Raynando Zavier Arzeto"
"apa?kamu adalah tunangan dari orang buta itu"sahut vio. Lattisya langsung menghampiri vio dengan kilatan marah di matanya
"siapa kau beraninya mengatakan tunanganku buta" mencengkram kuat dagu vio
"a-a-aku mantan tunangan Rey". jawab vio
" Oh jadi kau mantan tunangan Rey yang tak tau diri itu. "tersenyum smirk" apa kalian mau wanita cantik anak buahku sayank "sambil menyunggingkan senyum setannya "Ambillah itu hadiah untuk kalian bersenang2lah hahahaha" tisya tertawa lepas menghampiri vio.Tidak hanya di situ saja Tisya juga menjambak rambut panjang vio dan melemparnya kearah anak buahnya. Dengan sigap mereka menangkap dan merobek baju yang di pakai vio hal itu membuat tisya semakin tertawa senang....
__ADS_1