
Rena benar benar terkejut dan tak bisa berkata apa apa dia begitu shock dengan apa yang dilihatnya.
"Kenapa bisa dia...." Rena menggantungkan kata katanya setelah melihat wajah sang pendonor.Sebelum dia menutup wajah jenazah itu kembali dia di kagetkan oleh Robert yang membuka pintu kamar jenazah.
"apa yang anda lakukan nyonya,saya sudah mengatakan untuk tidak membuka kain penutup jenazah,kenapa anda malah membukanya" tegas Robert membuat Rena mundur dua langkah karena takut.
"ma-maaf kan saya dokter saya hanya penasaran saja" sesal Rena sedikit terbata.robert berjalan menghampiri peti jenazah dan menutup kembali wajah jenazah itu,Lalu Robert berbalik dan menatap Rena.
"dia korban kebakaran nyonya,karena itu wajahnya rusak,tapi untung saja insiden itu tidak melukai matanya,tapi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kami akan memantau dan mengontrol kondisi sdr.Ray pasca operasi"penjelasan Robert itu membuat Rena mengangguk dan segera pamit pada Robert.Robert pun mempersilahkan Rena pergi,Setelah Rena keluar Robert memanggil Alex untuk masuk kedalam ruang jenazah itu
"Huff untung racun itu segera bekerja kalau tidak Lex tamat riwayat kita" ujar Robert merasa lega karena tidak ketahuan Rena.
"awalnya aku juga ragu akan keampuhan racun baru itu tapi ternyata manjur dan top cerr salut aku pada Roob"kata Alex
__ADS_1
"Jelaslah otaknya dan otak ku sebelas dua belas sama sama cerdas"sombong Robert Yang hanya di balas dengan dengusan oleh Alex.
Alex tau kalau Roob dan Robert saudara kembar yang sama sama cerdas yang satu ahli bedah dan yang satu ahli racun.Dan jika keduanya bergabung maka yang ada hanya kisah Tom and Jerry.Karena mereka selalu bertengkar dan meng-klaim diri mereka pintar.
Tapi kepintaran mereka masih kalah dengan Lattisya.Tisya bisa membuat racun beserta penawarnya sedangkan Roob hanya bisa membuat racunnya saja,Tisya juga ahli meciptakan senjata dengan dikombinasikan racun,meracik psikotropika dan yang paling penting adalah dia ahli beladiri dan merancang strategi.Patutlah memang dia dijadikan Queen dunia bawah.Mencari masalah dengannya sama saja dengan menyetorkan nyawa.
Alex dan Robert keluar dari kamar jenazah dan akan keruangan Robert tapi tak disangka mereka tisya sudah menunggu disana.
" dia sedang istirahat dan sudah ada mamanya yang menemaninya"jawab tisya cuek dan enteng
"lalu ada urusan apa keruangan robert.apa ingin mendiskusikan sesuatu?"tanya Alex.
"Ya aku ingin bertanya padamu soal si tua Bangka itu apa dia sudah mati"tanya tisaya
__ADS_1
"ya dia sudah mati dan sesuai keinginan mu untuk ujicoba racun kiriman Roob kami menyuntikkan racun itu ke tubuh franz dan ya hasilnya memuaskan,Tubuhnya kejang dan mati di tambah wajahnya melepuh seperti korban kebakaran"jelas Robert.
" Bagus sekarang suruh si Roob untuk memproduksi dalam jumlah banyak,siapa tau ada yang berminat untuk membeli racun itu"
"Tapi bukankah itu akan berbahaya bagi kita queen jika ada yang menggandakan racun tersebut bagaimana" tanya Alex
"Tenang saja hanya kita yang bisa memproduksi nya karena racikan dan bahan racun itu hanya aku yang tau bahkan Roob pun tidak tau " jawab tisya dengan tersenyum smirk
"Baiklah queen akan aku katakan pada Roob.Tapi bahannya bagaimana queen bukankah tadi kau bilang hanya kau yang tau" tanya Robert.
"Huff Robert kemana otak cerdas mu jika aku menyuruh sudah tentu bahanya sudah aku siapkan di ruang kerja Roob jangan karena lelah kau jadi t*l*l ya" dengan kesal tisya meninggalkan ruangan Robert dan itu membuat Alex tidak bisa menyembunyikan tawanya melihat ekspresi wajah Robert.
"Puas kau tertawa puas,,,, aku sumpahi kau tesedak lalat mulutmu jika kau terus menertawakan aku" kesal Robert sambil menghentakkan kaki meninggalkan Alex yang masih tertawa.
__ADS_1