CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
FRUSTASI


__ADS_3

"Alice jangan keras kepala!!! coba mengerti lah jika hubungan kita terus berlanjut lambat laun tisya akan tau dan kau tau resikonyakan!!!" hardik ray dengan nada tingginya.


"Tapi ray aku tak sanggup jika harus berpisah dengan mu aku sangat mencintaimu ray..." ujar alice dengan derai air mata yang mengucur deras.


Ray berdiri dari tempat duduknya sambil mengacak rambut nya tanda frustasi.Dia tidak habis pikir kalau alice akan sekeras kepala ini.Jika ray memilih lanjut maka taruhannya adalah nyawanya,ini bukan hal yang mudah untuknya,menyembunyikan hubungan sama halnya dengan menyembunyikan bangkai,suatu saat pasti akan tercium juga.


Alice yang melihat sang kekasih tampak kacau dengan rambut acak acakan sambil berkacak pinggang membelakangi dirinya pada akhirnya dia memutuskan untuk berdiri dan memeluk sang kekasih dari belakang.


"Ray sungguh aku tak mau berpisah denganmu,,,aku mohon jangan tinggalkan aku" ujar alice sambil memeluk sang kekasih dari belakang


"Lalu aku harus bagaimana alice??? Jika tisya tau hubungan kita bukan hanya nyawa mu taruhannya tapi juga nyawaku!!!! kau tau itu!!!" ujar ray dengan nada emosi


"apa tisya akan setega itu padamu ray??? bukankah dia sangat mencintaimu???" tanya alice


Ray diam sejenak dia mulai ingat akan apa yang dikatakan tisya padanya "sefatal apapun kesalahannya tisya akan memaafkan dirinya" Ray mulai terngiang akan kata-kata tisya kemarin.


"Ya kamu benar alice sefatal apapun kesalahanku tisya pasti memaafkan kita...bukankah tisya sangat mencintaiku" ujar ray membenarkan kata2 alice dia mulai tersenyum miring.Alice yang melihat itu mulai lega dan mengangguk.


"Maafkan aku sayank yang sudah membuatmu bersedih dan menangis kita tidak perlu berpisah sayank,tisya pasti lambat laun akan mengerti dan menerima hubungan kita" ujar ray pada alice sambil tersenyum lebar.


Alice tersenyum membalas senyum sang kekasih dia langsung masuk kedalam pelukan sang kekasih

__ADS_1


"iya sayank,jangan pernah kamu mengatakan perpisahan lagi padaku ya sayank aku tak sanggup jika harus berpisah kdmbali darimu" ujar Alice.


"iya sayank maafkan aku ya sayank" ujar ray


"baiklah bagaimana jika kamu menebus kesalahanmu itu dengan tubuhmu sayank" ujar alice dengan kedip menggoda darinya.


Ray tersenyum simpul dia langsung saja mengangkat sang kekasih


"jangan harap kau bisa beristirahat manis " ujar ray sambil mengerling nakal,alice hanya bisa tertawa renyah.


...**********...


Disaat pikirannya sedang kalut tiba tiba tisya dikagetkan oleh suara pintu di buka.


"Apa kau tak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk ???"hardim tisya.


"Maaf queen"ujar alex sambil menyengir kuda


"kau sendirian queen??? dimana suami tercintamu"tanya alex sambil celingukan mencari ray


"dia ke luar kota untuk berbelasungkawa pada si tua steve "ujar tisya

__ADS_1


"berbelasungkawa??? apa iya sampai selarut ini belum pulang???" ujar alex yang merasa heran


" mungkin dia mampir untuk mengecek proyeknya juga " ujar tisya.


"oh mungkin saja" kata alex


Merekapun akhirnya bercengkrama hingga tisya tampak lelah dan tidur,Alex tak beranjak dari sana dia tidak tega meninggalkan tisya seorang diri.


Tepat pukul 8 pagi ray telah sampai di rumah sakit,tapak sang istri sudah berbenah akan pulang.


"sayank kamu sudah datang"tegur tisya


"iya aku baru datang,kamu mau kemana???" tanya ray


"pulang" ujar tisya


"Ray aku mau bicara denganmu" ujar alex,tisya tampak mengernyit melihat alex yang berbeda.


Ray hanya mengangguk dan keluar bersama dengan alex.


"Kau harus mengakhiri hubungan gilamu dengan ****** sialanmu itu ray!!!!! sebelum tisya tau semua nya!!!! Kau tau siapa tisya bukan!!!!" ujar alex dengan tegas dan intimidasi.

__ADS_1


__ADS_2