CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
JIKA.......


__ADS_3

"Aku..." Ray masih ragu untuk pergi ke kediaman keluarga Steve.


" Sudahlah sayank apalagi yang kamu cemas kan ???" tanya tisya.


" baiklah.....tapi besok pagi saja aku perginya,,,Sekarang aku ingin bersama malaikat kecilku dulu"ujar Ray sambil mengambil baby Ester kembali dan menimbang nya,tisya hanya mengangguk dan tersenyum pada sang suami.


"Hmmmm..... sya apa aku boleh bertanya??" ucap Ray di tengah keheningan yang melanda.


"Ya mau tanya apa???"jawab tisya sambil membetulkan posisi duduknya


"Hmmmm...Jika ini jika ya...." ujar Ray yang mendapat anggukan dari tisya.


"Jika aku melakukan sebuah kesalahan fatal pada kamu apakah kamu akan membunuhku ???" tanya Ray getar getir menunggu jawaban dari sang istri.


"kalau kesalahan nya sangat fatal mungkin akan sampai membunuhmu" ujar tisya sambil menatap sang suami yang sedari tadi gelisah dan takut padanya.


Mendengar ucapan sang istri membuat Ray lemas bukan main,...


"Puff hahahahaha"tawa tisya pecah setelah dia tahan akibat melihat ekspresi wajah dari sang suami.


"hahahaha lihat wajahmu sayank sangat lucu hahahaha" ujar tisya sambil tertawa terbahak-bahak.


" aku serius tisya" ujar Ray dengan nada sedikit kesal.


" hahaha baiklah tadi aku hanya bercanda sayank mana mungkin aku akan menghabisi nyawa mu..." ujar tisya

__ADS_1


"benarkah??? meskipun kesalahan itu sangat fatal???" ujar Ray bertanya untuk dapat meyakinkan dirinya kembali.


" tentu se-fatal apapun kesalahan kamu aku tidak akan membunuhmu karena aku sangat mencintaimu" ujar tisya tulus


Ray dapat tersenyum lebar setelah mendengar perkataan dari sang istri. Biar bagaimanapun kesalahan nya tisya akan selalu memaafkan nya karena tisya sangat mencintainya.


"Terimakasih sayank" ucap Ray sambil mendekat ke tisya lalu memeluknya dengan erat.


"memang apa kesalahan yang sudah kamu perbuat???"tanya tisya,membuat Ray melonggarkan pelukannya.


" tidak ada" ujar nya sambil menatap netra sang istri,tisya hanya mengangguk saja.


"ya sudah sekarang kamu istirahat gih sama baby Ester udah malam juga" ujar Ray


ditengah istirahat nya dia di kejutkan oleh getar ponselnya kemudian dia mengangkat tanpa melihat nama yang tertera.


" Hello" ujar Ray.


"........."


mendengar suara dari sang penelfon membuat Ray membulat sempurna langsung saja dia keluar.


"kamu ada apa sih telfon aku, bukannya aku udah bilang jangan telfon di nomor ini"ujar Ray dengan nada marah


"........"

__ADS_1


" sudahlah nanti kita bahas aku sedang bersama tisya" tanpa menunggu Jawaban Ray langsung memutus sambungan telepon nya.


Ray langsung masuk kembali untuk melanjutkan istirahat nya.


...*********...


Keesokan paginya Ray sudah bersiap untuk melayat ke Apartemen sewa milik Belle.


Ya Belle hanya menyewa apartemen di Edinburgh Skotlandia karena dia hanya berkunjung saja tidak menetap,sedangkan di Perth Skotlandia dia membeli sebuah mansion karena dia yang bertanggung jawab penuh atas proyek yang sedang berjalan.


Namun saat disana malah apartemen nya sudah di segel dan tidak ada siapapun.


"Sial apakah aku harus ke kota Perth??? Ck ini akan sedikit memakan waktu??? aku hubungi tisya saja lah dulu" gumam Ray lalu menghubungi sang istri guna meminta izin.


setelah beberapa saat di coba akhirnya diangkat oleh sang istri.


"Hello sayank" sapa Ray


"......"


"aku harus datang ke rumah dukanya di kota Perth apakah kamu mengizinkan sayank" ujar ray.


"........."


"oh baiklah" ujar Ray lalu menutup sambungan telepon nya,dia berjalan gontai menuju mobilnya

__ADS_1


__ADS_2