CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
TAMPARAN


__ADS_3

Peti berisi mayat marcell yang sudah diawetkan selama tujuh tahun itu akhirnya di kuburkan dengan layak ditaman belakang villa black roses


"Semoga kamu bahagia marcell dengan pemakaman yang telah aku siapkan ini" ujar tisya yang ternyata menyiapkan tempat pemakaman marcell di tengah tengah taman bunga mawar merah


Setelah pemakaman selesai di laksanakan tisya memberitahu pelayan di villa tersebut


"kau bersihkan kamar marcell tapi jangan mengubah barang yang sudah tertata dan ingat jangan biarkan siapapun membuka kamar itu kecuali aku" ujar tisya


"Baik nyonya" ujar sang pelayan


Tisya melenggang pergi dari villa tersebut diamelangkah masuk ke mobil.Saat di dalam mobil dia msraih tas yang ia bawa tadi banyak pesan masuk dan telefon dari sang suami.


"Oh tuhan aku lupa pasti baby ester menangis karena lapar sekarang"gumam tisya dalam hati


Dengan gerakan cepat tisya melajukan mobilnya,dengan kecepatan tinggi mobil tersebut membelah jalanan kota erfurt menuju kota Nurnberg.


Setengah jam tisya akhirnya sampai di mansion sang Daddy tampak Ray tengah menggendong baby ester yang sedang menangis

__ADS_1


"oek...oek....oek..." suara tangisan baby ester


tisya yang baru sampai langsung menggendong baby ester kedalam pelukannya dia juga memberikan asi pada baby ester agar berhenti menangis


Setelah baby ester dapat di tenangkan dan bisa tidur dengan nyenyak tisya meletakkan baby ester ke dalam boks baby.


Saat tisya hendak duduk di samping boks baby ester tangannya di cekal oleh Ray dan di tarik keluar.Tisya hanya menurut meski tangannya terasa sakit dan panas


Setelah tiba di Kamar mereka....


"Kemana saja kau hingga baru pulang jam segini tisya!!!!"tanya Ray seraya mengetatkan rahang tegasnya


"Apa kau tak sadar hah!!!! kau punya baby !!!! kau bukan lajang lagi!!! kau harus nya sadar akan natasan waktu tisaya!!!!" hardik Ray


"Aku salah ray aku minta maaf apa belum cukup???" ujar tisya sedikit emosi


"Apa maafmu bisa membuat baby ester tenang hah!!! kau tau dia menangis sudah hampir 3 jam karena lapar !!!!kau tidak sadar diri tisya !!!!."

__ADS_1


ray terus mengoceh tanpa henti membuat tisya geram dia ambil suntikan 1cc dari tasnya lalu


menyuntikkannya pada ray tepat di lehernya


"Kau banyak bicara Ray" ujar tisya meninggalkan ray yang sudah tak sadarkan diri di lantai


Tisya keluar kamar dan menyuruh anak buahnya membaringkan ray di atas ranjang.Saat dia turun dari tangga bak keluar dari sarang buaya dan masuk kandang singa dia bertemu dengan figo dengan tatapan tak terbaca


"Plaaakkk" satu tamparan mendarat tepat di pipi tisya


"Kau!!!! apa begini caramu mengurus anak hah!!!! kau buat dia menangis kelaparan sedangkan kau keluyuran menemui mantan tunangan busukmu itu!!!!"hardik figo dengan luapan amarahnya


"Sudah kubilang jangan menemuinya lagi!!!! kuburkan dia dengan layak tapi kau tetap keras kepala tisya!!!! kau memang harus di hukum!!!! kau...." ujar figo terpotong dan


"Bruuukkkk" dia terkulai tak sadarkan diri di lantai,hal itu karena bubuk penenang yang sengaja dia pasang di cincin pemberian Marcell untuk mengelabuhi musuh jika sedang terdesak.


"Kau banyak omong pak tua,awas kau serangan jantung karena kebanyakan bicara" ujar tisya sambil melangkah pergi

__ADS_1


"Sial tamparannya tak main main membuat pipiku terasa panas dan tebal..."gumam tisya sambil memegang pipinya yang nampak merah dan terdapat cap 5 jari itu.


"Saat marah seperti ini aku ingin sekali membunuh seseorang!!!!!"gumamnya dalam hati


__ADS_2