
Didalam kamar ray.tisya tampak sedang membelai rambut sang kekasih.
"apa benar besok aku akan operasi sya?lalu siapa yang sangat dermawan dalam mendonorkan matanya,apa kamu tau sya siapa orang itu?" Ray membuka suaranya dia ingin tau siapa orang yang akan mendonorkan mata untuknya.
"aku tidak tau kata asisten ku dia mempunyai kartu donor saat dia meninggal maka dia akan mendonorkan mata dan organ lainnya kepada orang yang membutuhkan"jelas tisya dengan menggunakan alibi kartu donor.
"semoga orang baik itu masuk surga,aku benar2 berterima kasih padanya" doa Ray tulus dari hati.
"ya semoga saja,kita doakan yang terbaik"tambah tisya.dalam hati tisya
" ya semoga saja dia tidak di tendang ke neraka karena dosanya padamu dan keluargamu Rayπ".
" baiklah sekarang kamu harus istirahat besok kamu akan operasi butuh tenaga yang fit" saran tisya.
"iya aku akan istirahat π"
__ADS_1
"baiklah aku akan pulang setelah kamu tidur"
Tidak lama setelah itu terdengar dengkuran halus dari Ray. Tisya pun mulai beranjak dari tempat tidur Ray tidak lupa dia mendaratkan kecupan kecil di pelipis sang kekasih.Tisyapun pamit ke Rico dan Rena.
1 jam perjalanan dari rumah Ray menuju mansion milik nya.namun kali ini dia tidak langsung masuk kedalam rumah melainkan ke paviliun belakang yang terdapat pintu rahasia menuju ruangan bawah tanahnya.Satu persatu anak tangga di turuni hingga terlihat beberapa anak buah dan sang tawanan.
"apa kabar franz,kenapa kamu kucel sekali apa kau ingin makan sesuatu atau meminta sesuatu padaku" tanya tisya dengan senyuman mengejek
" kenapa kau tidak langsung membunuhku saja B*ngs*t"maki franz
"wow mulutmu tajam juga ternyata.sudah tau mau ke neraka masih juga belum tobat kau rupanya franz"
"kurang ajar kau tua Bangka beraninya kau menyinggung Ray akan meninggalkan ku dengar pak tua apa yang sudah dalam genggamanku tidak akan pernah ku lepaskan begitu juga dengan Ray aku tidak akan pernah membiarkan dia pergi dariku bahkan meninggalkanku" papar tisya sambil melepaskan jambakan nya
"kau memang wanita gila"hardik franz
__ADS_1
"that true I'm crazy hahahaha"
tisya pergi meninggalkan ruangan itu dan menuju mansion utamanya untuk istirahat.
Keesokan paginya tisya berencana menemui para anak buahnya termasuk Alex dan Robert. Namun tanpa di sangka sang bawahan sudah menunggunya di meja makan
"Tadinya gue mau nemuin Lo eh gak taunya kedua cecunguk gue ada disini"ejek tisya
"haiss bisa gak sih Lo gak manggil kita cecunguk.bahasa Lo itu terlalu kasar buat kita b*g*k" sungut Robert
"wah wah wah adik ku sayank mulai marah ya hahaha..ok ok sorry"sambil menepuk bahu sang bawahan yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri oleh tisya.tisya mengambil Duduk tepat di depan Robert dan alex
"so jam kita berangkat" tanya tisya sambil memasukkan potongan sandwich kedalam mulutnya
"Lo gak lihat gue masih sarapan.gue juga butuh asupan buat kerja kalee" sungut Robert moodnya bener2 hancur hari ini gara2 tisya terus saja mengoceh.
__ADS_1
"santuy bro" ucap tisya
akhirnya mereka sarapan dengan tenang dan Alex hanya menikmati drama tom and Jerry sambil makan sandwich nya tanpa ada niatan melerai atau masuk dalam pertengkaran konyol itu.