
"Operasi nya...."kata kata Robert menggantung membuat penasaran Rena dan tisya.dalam hati Robert"mau tau aja atau mau tau banget😂 hahaha senang sekali rasanya bisa buat penasaran queen"Robert malah tertawa dalam hati sedangkan tisya dan Rena sudah sangat penasaran dan itu membuat tisya ingin membunuh Robert karena membuatnya penasaran.
"jawab saya dokter bagaimana keadaan kekasih saya " ujar tisya dengan nada tegas dan itu membuat Rena sedikit terkejut,padahal selama ini tisya sangat lemah lembut dan manja.
"tisya sayank tenanglah nak jangan emosi".ujar Rena membuat tisya sadar bahwa yang di ucapkan tadi sedikit tegas dan bernada tinggi.
"maaf nona keadaan sdr.Ray baik baik saja dan operasi nya sukses.namun harus saya kabarkan bahwa pendonor mata untuk sdr.Ray tidak mampu kami selamatkan karena penyakit komplikasi yang sudah parah"jelas Robert panjang lebar.Penjelasan Robert yang tadinya membuat hati Rena senang karena operasi yang sukses seketika membuatnya sedih karena orang yang telah berjasa pada putranya meninggal akibat penyakitnya.
"dokter apakah saya bisa memberi penghormatan terakhir pada sang pendonor itu" tanya Rena pada robert.kata kata Rena membuat tisya sedikit terkejut dan takut jika nanti Rena menemui mayat franz tamat sudah riwayatnya.
Robert yang juga sama terkejutnya dengan tisya berusaha tenang dan mencoba mencari alasan.
"jenazahnya masih di rawat dan akan di mandikan jadi masih belum bisa di jenguk " ujar Robert.
"tapi dokter izinkan saya melihatnya sekali saja" kekeh Rena membuat Robert dan tisya tidak bisa berbuat banyak mereka hanya bisa pasrah saja.
" baiklah tapi setelah memindahkan putra anda ke ruang rawat inap nya baru saya bisa mengizinkan anda melihat dan memberi penghormatan terakhir kepada jenazah.
__ADS_1
" baiklah dokter saya akan mengikuti prosedur rumah sakit"ujar Rena
Robert memindahkan Ray ke ruangan rawat inap begitu juga Tisya dan Rena yang senantiasa setia menemani Ray dalam proses pemindahan tersebut.robert juga memberikan arahan dan penjelasan
"perbannya akan di buka dalam 3-4 hari lagi dan untuk sementara waktu perbannya jangan sampai terkena air"
"baik dok saya akan menjaga dan merawatnya" ujar tisya.
" dok apakah saya bisa bertemu dengan jenazah pendonor itu" tanya Rena
Robert membawa Rena ke ruang jenazah di sana Rena di bawa ke sebuah peti berisi jenazah.
" Bu saya harap anda tidak membuka tudung penutup jenazah itu karena ini sudah menjadi prosedur rumah sakit" ujar Robert
"baik dokter" jawab Rena
Robert keluar dari ruang jenazah dan ternyata Alex sudah berada di balik pintu.
__ADS_1
" kau mengageti aku saja"kata Robert sambil mengusap dada sebelah kirinya
"sedang apa kau disini" tanya Robert sekali lagi.
"entahlah aku malas jika harus melihat hal uwu uwu an antara queen dan si Ray itu"ketus Alex
"hahaha bilang saja kau cemburu"kata Robert yang tepat sasaran.membuat alex mendengus kesal
" Lex belajarlah untuk menerima kenyataan bahwasanya queen hanya menganggap mu sebagai kakak yang selalu melindungi dan menjaganya, queen hanya mencintai Ray Alex"Jabar Robert.
"kamu benar aku harus ikhlas dan menerima nya"pasrah Alex walau tidak di pungkiri hatinya sakit.
Didalam ruang jenazah Rena terus berucap terima kasih pada tubuh yang sudah tidak bernyawa itu.
" Terimakasih tuan anda begitu baik dan dermawan telah mau mendonorkan mata yang tuan punya untuk putra saya,saya disini ingin memberikan penghormatan terakhir untuk anda.Sekali lagi terimakasih" Rena membungkuk untuk memberikan penghormatan terakhir pada mayat itu.rena yang sedikit penasaran dia mendekat dan dengan berani membuka tudung mayat itu guna melihat wajah orang yang telah berjasa pada putranya.
Betapa terkejutnya Rena melihat wajah sang pendonor,matanya tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat...
__ADS_1