
Siang itu El baru kembali dari tempat kerjanya.dia sudah cukup lelah mengerjakaan tesis untuk proyek penelitian yang akan lakukan satu bulan lagi. Meski dia dosen baru namun kemampuan dan otak nya sudah di akui dan dia mendapatkan kehormtan untuk mengikuti ajaang bergensi tersebut
Namun sesampainya di rumah tampak sepi tidak ada orang,langsung saja tanpa permsi dia masuk kekamar mandi di dekat dapur,tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dia langsung saja membuka pintu tersebut hingga terbuka lebar namun na’as ternyata...
“Kyyaaaaaa....” jerit seorang gadis mampu membuat semua penghuni rumah terlonjak kaget,sang pelaku utama malah terbengong dengan adegan tak terduga ini.Setelah tersadar El langsung menutup pintu sambil mengucapkan permintaan maafnya.Dengan sedikit bingung el langsung masuk kekamar nya.
Kejadian itu tak luput dari pandangan AL dan Louis yang melihat dari dari lantai atas.Dengan wajah bingung dan saling pandang Louis dan Al akhirnya terbahak bersamaan melihat kebodohan dari El
Hingga makan malam pun tiba El dan serra tampak canggung saat berhadapan di meja makan...
“Serra mari makan bersama kita” ujar louis membuat El mendongak dan menatap louis
“sialan si louis dia ingin mempermalukan diriku rupanya” gumam El dalam hati
“Ah tidak tuan terimakasih” ujar serra
“aduh gimana ini aku sangat malu” gumam serra dalam hatinya
“tidak apa serra anggap kami ini keluargamu juga,kemarilah” ujar louis
Hingga pada akhirnya serra tidak punya pilihan lain dia pun makan bersama dengan louis,Al dan El, Mereka makan dengan diam dan canggung
Setelah selesai makan serra membersihkan piring,setelah selesai mengerjakan tugas louis memanggil serra ke ruang keluarga...
“serra setelah emuanya selesai datanglah keruang tengah aku ingin berbicara dengan mu” ujar louis
“baik tuan” sahut serra
Tidak lama kemudian serra datang...
“serra duduklah bersama kami” ujar louis
Serra duduk dengan kepala tertunduk
“Serra kenalkan dia El dan dia Al mereka kembar dan mereka adikku” ujar louis membuat serra mendongak dan menatap meereka berdua
“aku harap kau betah bekerja di sini,kami memang tingal bertiga dan ku haraap kau tidak memiliki prasangka buruk terhadaap kami,anggaplah kami sebagai kakak bagimu” ujar louis
“baik tuan “ ujar serra
“kau bisa memanggilku kakak tak perlu terlalu formal”ujar louis
__ADS_1
Membuat serra mengangguk
“ngomong ngomong kalau aku boleh tau dimana orang tuamu???” tanya louis
“saya besar di panti asuhan kak” ujar serra
“apa kau tidak sekolah??” tanya Al
“Saya tak punya biaya untuk melanjutkan pendidikan kak”ucap serra
“kalau begitu kau bisa melanjutkan pendidikanmu secara online aku akan membiayai sekolahmu” ujar louis
“tidak perlu kak,saya di terima di sini sudah lebih dari cukup” ujar serra
“tak apa kau kan adik ku” ujar louis enteng hal itu membuat serra terharu dan tersenyum
“terimakasih kak” ujar serra
“samaa sama” ujar louis sambil tersenyum
Dan merekapun berbincang secara ringan....
Pagi itu louis tengah bersiap siap untuk melakukan interview yang akan di lakukan pada jam 9.Sebelum berangkat dia sudah selesai dengan tugasnya mengurus baby cleo,setelah dirasa semua urusan baby cleo rampung dia langsung bergegas untuk membersihkan diri dan berangkat ke lokasi interview.
“Al ....” panggil louis sambil menggendong baby cleo turun kebawah
“kak??” sapa serra
“ser kau melihat Al??” tanya louis
“tadi sepertinya keluar kak, ada apa????” tanya serra
“ini aku harus berangkat interview dan ingin menitipkan baby cleo padanya” ujar louis
“berikan pada ku saja kak aku akan menjaganya, percayalah” ujar serra
“baiklah, tolong jaga putriku ya” ujar louis dan bergegas untuk berangkat
“pasti kak”sahut serra
Louis bergegas naik kemobilnya dan melesat pergi membelah jalanan kota florida.15 menit perjalanannya ke lokasi yang di tuju.Louis masuk pelataran gedung perkantoran yang akaan menjadi tempatnya interview.
__ADS_1
Setelah memarkirkan mobilnya louis masuk kedalam lobi dan bertanya letak ruangan yang akan di pakai interview.Resepsionis membawanya ke ruangan yang di tuju.sesampainya di depan ruangan louis dipersilahkan masuk untuk menunggu para petinggi yang akan menguji kemampuannya.
Setengah jam berlalu louis lolos interview dan langsung di arahkan untuk menghadap atasan secara langsung.Setelah dantarkan hingga ruangan Presdir louis masuk dengan mengetuk pintu sebagai bentuk kesopanan,hingga dia di persilahkan masuk
Kesan pertama saat masuk ialah da harus di suguhkan dengan pemandangan kurang menyenangkan mata.Tampak sang presdir tengah berc*mb* dengan seorang wanita berambut pendek sebahu.Hal itu membuat louis langsung menundukkan pandangan matanya
“sialan kau tua bangka melakukan itu di sembarang tempat sungguh menjijikkan” gumam louis dalam hati
“oh kau masuklah” ujar Aiden sang presdir
“maafkan saya tuan” ujar louis berusaha bersikap sebaik mungkin
“hahaha tidak masalah,kau harus terbiasa dengan hal semacam ini saat bekerja bersamaku” ujar Aiden
“baik” sahut louis
“perkenalkan namamu” kata aiden
“nama saya LOUIS ALEXANDER GEOFAAZ tuan” ucap louis
“baiklah louis kau bisa bekerja mulai besok” ujar Aiden
“kenapa besok tuan???” tanya louis
“ karena sekarang aku hanya ingin bermain”ujar Aiden
“baiklah tuan saya akan datang besok” ujar louis
“ya kau harus datang tepat jam 8 pagi dan langsung saja datang kerumahku,kau sudah taukan apaa tugasmu” ujar Aiden
“sudah tuan” sahut louis
“bagus”
“oh iya kaau dapat hak istimewa dariku,kau bisa mengurus putrimu di waktu senggang,karena ku dengar kau duda punya satu anak dan dia juga masih bayi” ujar Aiden
“baaik tuan terimakasih” sahut louis
“sial ternyata informennya sangaat cepat dalam bertindak” gumam louis dalam hati
__ADS_1