
Ketiga insan manusia yang sedang duduk tampak tenang dengan pikiran masing masing, hening menyelimuti ketiganya yang tengah menanti pesanan makanan mereka...
“hati dan pikiranku kini sedang kalut tak beralasan,mengapa aku merasa ada yang tidak beres antara ray dan sekretaris barunya???tapi jika ada sebuah rahasia bukan kah ray tidak akan mengenalkannya padaku???apakah ini hanya perasaan khawatirku saja???tapi hatiku tak bisa dibohongi???”ujar tisya dalam hati yang tengah diam menyelami alam pikirannya sendiri
”aku sangat menantikan hari ini tisya hahaha....hidupmu sebentar lagi akan menjadi neraka hahaha...tak ada kebahagiaan yang akan menyertaimu hanya ada kesengsaraan dalam hidupmu hahaha” gumam alice dalam hatinya yang tampak bahagia melihat situasi yang terbilang cukup canggung
“hah bahagianya aku kedua wanita yang aku cintai bisa makan bersama dalam satu meja,sungguh inilah aku nantikan tisya bisa menerima Alice dengan lapang dada” gumam ray dalam hatinya yang tampak begitu bahagia
Saat mereka tengah asik medengan pikirannya masing masing tisyadi kagetkan oleh suara dering ponselnya....
“alex” tisya hanya bergumam dan menata sang suami sekilas dengan sudut matanya dia berdiri dan beranjak dari tempat duduknya,Namun ray dengan cepat mencekal tangannya..
“siapa???” tanya ray
“cih apa apaan sih Ray pakai acara menghentikan si tisya” gumam Alice
“pihak Agensi” ujar tisya namun tangan ray tetap tak ingin lepas dari tangannya
“kamu angkat di sini saja aku ingin mendengarnya”ujar ray
“sial” gumam tisya
__ADS_1
“aku tak suka mengangkat telephon di depan orang asing!!!!jadi lepas ray!!!” ujar tisya dengan nada tegasnya, membuat ray tak berkutik dan langsung melepaskan cekalan tangannya pada tangan tisya
“sialan kau tisya ,kau membuatku malu” ujar alice dalam hati
“oh god bodohnya aku,pasti Alice sangat malu sekarang” gumam Ray dalam hati
Saat tisya sudah melenggang pergi Alice langsung memberikan tatapan tajam pada ray
“apa apaan kamu ini ray,kenapa kau mencegah tisya untuk pergi mengangkat telephon nya, se-posesif itukah kau padanya??? Mengapa kau tak menganggapku yang ada di sini???” ujar alice denga sedikit berbisik
“bukan begitu sayank,aku hanya tak ingin tisya berpaling dari ku karena dia bagai ladang berlian untukku” ujar ray sedikit berbisik sambil fokus menatap Tisya
“bukan begitu sayank, bayangkan jika Tisya berpaling dariku aku tak akan bisa mendapatkan penghasilan dan tak bisa memberimu uang kau tau...perusahaan yang aku kelola saat ini adalah milik tisya bukan milikku,tisya memang sudah mengalihkan namanya menjadi namaku tapi kau taukan jika akau berpisah darinya maka karirku akan hancur” ujar ray memberikan penjelasan
“jadi maksudmu kau akan tetap menjadikan aku simpanan begitu???? bukan istrimu???” tanya Alice bersungut sungut
“kau akan menjadi istriku tunggu sampai tisya bisa menerimamu aku akan langsung menikahimu” ujar ray memberikan pengertian
Dilain sisi...
“hello lex” ujar tisya
__ADS_1
“tumben lo ngabarin gue???” tanya alex di sebrang sana
“hmm..gue perlu bantuan lo...lo dimana sekarang???” ujar tisya
“gue ada di paris,kenapa???”tanya alex
“kapan lo balik???” ujar tisya
“seminggu lagi,ada masalah yang agak genting di sini seperti yang gue kabarkan ke elo kemarin” tanya alex
“oke selesaikan masalah di sana dulu,setelah lo balik langsung temui gue lex...” ujar tisya
“oke nanti lo share lokasinya...” ujar alex
“oke “ ujar tisya dan langsung menutup telephonnya
Dia beranjak kembali ke tempt duduknya tampak wajah ray yang terlihat tegang,sedangkan wajah sang sekretaris tampak masam...
“ada apa dengan kalian??? kenapa raut wajah kalian sangat tidak bersahabat sama sekali???”tanya tisya dengan tatapan tajam menyelidik
“SIAL”ujar ray dan Alice dalam hati masing masing secara bersamaan.
__ADS_1