CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
GEJOLAK YANG BELUM TERSELESAIKAN


__ADS_3

"APA????" kompak roob dan Robert


"Apa maksudmu Alice mantan wanitanya si marcell????" tanya Roob


"Iya " ujar Alex


"Oh god !!!!! aku kira wanita itu sudah mati" ujar Roob sambil menepuk jidatnya


"Mati????" tanya robert yang tak mengerti apa apa sama sekali


"Ceritanya panjang kalau aku cerita gak akan kelar!!!! intinya aku pernah di suruh tisya membawanya ke rumah sakit karena perdarahan,saat meng-eksekusi marcell" ujar roob secara singkat


Hening kembali melanda...


Mereka tampak menyelami benak dan pikiran mereka masing masing.Apa yang harus mereka lakukan sekarang.Perasaan sedih bercampur perasaan gusar yang begitu mendera mereka belum habis kekacauan yang di timbulkan oleh tisya,sekarang hadir lagi masalah penyerangan markas mereka dan papa angkat mereka yang sekarang menjadi seorang tawanan.


Sungguh tak ada lagi yang mampu mereka pikirkan,Seakan menghadapi jalan buntu yang tak ada jalan keluar dalam menghadapi situasi saat ini...

__ADS_1


"Kita harus pergi dari sini secepatnya lex" ujar Roob mengambil langkah


"Aku akan tetap disini bersama dengan tisya" ujar alex keras kepala


"Apa kau gila lex !!!! kau harus ingat apa yang sudah tisya amanahkan padamu!!!! apa kau juga akan menjadikan baby ester korban oeh???? pikirkan baby ester juga lex !!!!! dia butuh kita sekarang !!!! tolong lex buang segala ego dan rasa sedihmu tak ada gunanya menangisi apa yang sudah pergi toh dia juga tidak akan bisa kembali!!!!! sekarang ayo pergi dari sini lex sebelum ada yang datang!!!!!! kita harus menjaga keselamatan baby ester !!!!!" ujar Robert yang mendapat dukungan dari Roob


"Benar kata Robert lex kita harus menyrlamatkan diri kita juga keselamatan baby ester dia sekarang menjadi tanggung jawab kita bertiga" ujar roob


"Lalu bagaimana dengan tisya !!!" tanya alex di sela rasa bersalahnya


"kita tak punya pilihan lain lex !!!!! selain meninggalkan mayat tisya di sini" lirih Roob


"Lalu apa yang bisa kau lakukan heh!!!! kau juga tak punya pilihankan!!!!" sengak Roob yang membuat alex diam tak berkutik


"Sudahlah jangan bertengkar lagi kita bawa saja mayat Tisya dan Ray keluar dari sini " ujar robert menengah i pertengkaran mereka


"apa???? mau kau bawa kemana mayat mereka bodoh???" hardik Roob

__ADS_1


"Kita bawa saja dulu ke mansion tisya yang dulu bukankah di sana kosong???? untuk langkah selanjutnya kita pikirkan setelah disana" ujar robert


"Oke baiklah" ujar Roob


Robert dan Roob memindahkan mayat tisya dan Ray kedalam mobil mereka dan segera meninggalkan lokasi kejadian


Mereka memutuskan untuk kembali ke mansion lama milik tisya,selama perjalanan baby ester menangis karena lapar membuat alex dan lainnya kalangkabut di buatnya....


"menepilah kita cari swalayan!!!" ujar alex


"Apa kau gila!!!!! kita membawa mayat lex dan kau ingin kita menepi???? apa kau ingin menggali kuburanmu sendiri???" Ujar robert


"Kenapa kau takut sekali robert???? kita ini mafia klan D.Q. yang di takuti !!!! " ujar Alex dengan sedikit emosi


"Mafia???? itu dulu lex!!! kau tau mayat siapa yang kita bawa sekarang hah!!!! pimpinan Klan D.Q.!!!!! Queen sang Master yang di takuti tapi lihat dia sekarang !!!!! hanya jasat tak bernyawa !!!! tak ada yang akan takut padanya!!!!" ujar Robert


Kata kata Robert benar benar dapat membungkam Alex seketika,Roob yang sedari tadi mendengarkan pertikaian mereka akhirnya menjadi penengah

__ADS_1


"Sudahlah kalian berdua jangan bertengkar lagi !!! apa yang di katakan Robert memang ada benarnya!!! tapi kau juga tak boleh egois di sini ada seorang bayi yang membutuhkan susu !!!! mau tidak mau kita harus mencari swalayan dan sebisa mungkin kita melindungi baby ester !!!!" ujar Roob bijaksana


__ADS_2