CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
Harapan


__ADS_3

Setelah insiden di taman Rena mengajak Ray dan tisya untuk pulang.Sesampainya di rumah Ray,tisya tampak terkejut dengan keadaan keluarga Ray rumah yang mereka tempati tampak begitu sederhana dan letaknya pun berada di desa pinggir kota. melihat tisya yang tampak diam dan terkejut membuat Rena menyentuh bahu tisya.


"kenapa nak,apa kamu tak ingin masuk kedalam? rumah kami memang kecil dan jelek maaf jika membuatmu tak nyaman"ujar Rena kepada tisya. mendengar itu tisya jadi gelagapan menanggapi ucapan Rena.


"tidak bunda bukan begitu,aku hanya kagum melihat Betapa asrinya suasana disini 😊.kalau begitu ayo kita masuk Bun aku tidak sabar ingin melihat suasana di dalamnya pasti hangat dan penuh kasih sayang" jawab tisya membuat Ray tersenyum mendengarnya.ia tidak menyangka akan bertemu gadis yang mau menerima semua kekurangan nya.Merakapun masuk kedalam,Rena menyuruh Ray untuk mandi sedangkan dia akan menyiapkan makan malam untuk mereka.Tisya memutuskan untuk membantu Ray menuju kekamar untuk mandi.dengan telaten tisya menyiapkan air di bak mandi dan menyiapkan baju untuk Ray.


"kak bajunya sama airnya sudah siap apa kakak perlu bantuan lain?"tanya tisya


"tidak sudah cukup.makasih ya kamu mau membantuku" ujar ray


"yah kok cukup sih kan rencananya aku mau sekalian mandiin kakak"ujar tisya membuat pipi Ray merah.


"kamu apaan sih.kalau kamu mandiin aku yang ada gak jadi mandi tapi jadi bikin Ray junior😂"ujar ray.


"wah ide bagus tuh kak.ayuk kalau gitu"ujar tisya antusias membuat Ray meraba wajah tisya dan menarik hidungnya.


"akhh sakit kakak" rengek tisya saat hidungnya di tarik kencang ray.ray terkekeh geli mendengarnya.


"udah Gak usah ngaco deh.sekarang kamu turun ke bawah bantuin bunda masak biar aku mandi sendiri"ujar ray membuat tisya menarik nafas panjang.

__ADS_1


"yaudah deh aku ke bawah.tapi kakak jangan lama lama ya"


"iya"


saat tisya melangkah keluar tiba tiba ponselnya berdering. tisya langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi datar dan dingin nada suaranya pun terkesan dingin dan mengerikan.


"hmm"


"..."


"baiklah,awasi terus dan ya cari tau tentang refrans arzeto sedetail mungkin"


"..."


"sya bunda ingin bicara serius sama kamu nak"


"iya bunda mau bicara apa?" ujar tisya sambil memotong sayur dan menoleh sebentar kearah Rena.


"apa kamu serius ingin bersama ray?" tanya Rena

__ADS_1


"tentu bunda,kenapa?"


"apa kamu tidak masalah dengan keadaan Ray?kamu tau kan sya di buta dan kami sudah tidak punya apapun lagi"


"bunda saya mencintai kak Ray apa adanya dan saya mencintainya sejak dulu.sekian lama saya mencari kak Ray dan sekarang saya sudah menemukan nya saya sangat ingin terikat dengan nya tapi saya juga tidak boleh egois bunda saya akan memberikan waktu untuk kak Ray percaya bahwa saya sungguh-sungguh mencintainya"Jabar tisya pada rena.memdengar penuturan itu membuat Rena terharu dan langsung memeluk tisya.


"terimakasih sudah mau mencintai Ray tanpa syarat nak.bunda harap kamu bisa menjadi wanita terakhir untuk Ray dan menjadi wanita yang mampu membahagiakan hidup ray."ujar Rena sambil menangis mendekap tisya.


"iya bunda.jadi bunda sudah merestui hubungan kami"


"tentu nak"ujar Rena


"kalau begitu aku akan mengajak kak Ray menikah Minggu depan"


"😂kamu terburu-buru sekali"


"tentu saja aku takut kak Ray akan diambil orang bunda😅"


mereka berdua akhirnya tertawa bersama tanpa mereka sadari ada sepasang telinga yang mendengarkan percakapan mereka dia merasa haru dan sangat bahagia.

__ADS_1


"semoga kamu memang wanita yang dikirim kan tuhan untuk ku,untuk menyinari kegelapan dalam hidupku😊" seru Ray dalam hati.


__ADS_2