
"Aaakkhhh sakiiiiiitttttt"ujar tisya meringis kesakitan akibat menahan rasa di bagian perutnya.sungguh rasa sakitnya melahirkan itu ibarat seperti tulang yang di patahkan hingga 1000 kali.
"Sabar sayank sebentar lagi kita sampai" ujar Ray menenangkan sang istri.Di saat rasa cemas dan panikan melanda dia malah di kejutkan oleh kelakuan konyol tisya yang bisa bisanya menelfon anak buahnya.
"Ssssttt....Hello Alex Ssssttt ..... cepat bereskan Ssssttt kekacauan yang aku lakukan Ssssttt..... di atap kantor milik Ray Ssssttt..... sebelum ada yang datang kesana Ssssttt....." ujar tisya sambil menahan rasa sakitnya
"heeehhh apa???? oh baik queen haom (sambil menguap menahan kantuk),Tapi kenapa Lo mendesah apa lo lagi olahraga sama si Ray???? Tapi terus gue pakai apa ke kantor Ray????" tanya Alex yang masih mengumpulkan setengah nyawanya karena baru bangun tidur
"Anjaii Lo..... gue mau lahiran b*g*k pikiran Lo kotor melulu saat mendengar *******.... aaakkkhhh sakit banget.... dan satu lagi otak Lo kan ada Lo pikir aja sendiri pakai apa ke atap kantor Ray jangan sampai ada yang tau.... beresin SEKARANG Lex.... Atau gue gantung Lo di atap kantor nya Ray mau Lo... aaakkkhhh" umpat tisya sambil berteriak dan memaki Alex
" Dasar Mak lampir udah mau lahiran juga masih aja ngomong kasar, Insyaf Lo insyaf " ujar Alex bergegas pergi ke TKP dan langsung mematikan telepon nya.
Tisya semakin geram akan kelakuan Alex .
" Brengsek si Alex aaakkkhhh sakitnya...." umpat tisya yang mendapat gelengan dari Ray Yeng mendengar umpatan sang istri.
"Aaakkkhhh sayank sakiiiiiitttttt" ujar tisya manja.
__ADS_1
" Saat marah marah aja gak sakit,sekarang baru bilang sakit" ujar Ray yang meledek tisya
" Ray Lo kok jahat banget sih sama gue aaakkkhhh" ujar tisya tak menyadari akan bahasa yang dia gunakan
" Sejak kapan kamu manggil "Gue dan Lo " dalam rumah tangga kita???" ujar Ray
" maaf sayank tapi ini benar-benar sakit" ujar tisya memelas
" kita sudah sampai sayank,ayoo!!!" ujar Ray sambil melangkah keluar mobil dan membuka pintu samping guna menggendong sang istri.
Setelah di lakukan pemeriksaan dan VT ternyata tisya masih pembukaan 8 dan harus menunggu lagi untuk pembukaan lengkapnya.
Namun setengah jam kemudian rasa sakit yang dirasakan tisya semakin menjadi dan seperti ada yang memberontak ingin keluar dari dalam perut nya.
Saat dokter akan melakukan pemeriksaan kembali ternyata kepala sang bayi sudah muncul di permukaan langsung saja sang dokter menyuruh tisya mengejan.
"Terus dorong Miss,kepalanya sudah kelihatan tinggal sedikit lagi ayo" perintah sang dokter.
__ADS_1
"eeeggghhh.... huh...huh....huh...eeeggghhh" tisya terus mengejan dan mengatur pernafasan nya juga.
" Ayo sayank kamu bisa" kata Ray yang terus setia mendampingi sang istri dan menyemangati nya
"eeeggghhh.... huh...huh....huh...eeeggghhh" kembali lagi tisya mengejan dan mengatur nafasnya.
Setengah jam berjuang melahirkan sang buah hati akhirnya malaikat kecil yang di nanti lahir juga ke dunia.Tangisan bayi melengking menggema di seluruh ruangan,Tisya yang mendengar nya tersenyum dan sangat bahagia.
" Oh thanks God" ucap syukur Ray kepada Tuhan.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan di bersihkan Tisya di pindahkan ke ruangan observasi postnatal sang bayi pun juga masih di observasi dan satu ruangan dengan sang ibu.
" Sungguh Cantik sekali putri kita sayank,Lihat wajahnya benar benar perpaduan kita berdua" ujar Ray yang tiada henti menimang sang buah hati,dia benar benar sangat bersyukur dan juga bahagia.
"benar , kamu ingin memberi nama dia siapa????" tanya tisya
"Namanya....."
__ADS_1