CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
RAHASIA


__ADS_3

2 minggu kemudian


Di depan sebuah gundukan tanah terdapat seorang wanita berjongkok sambil menggendong seorang bayi perempuan. Matanya menatap nanar sebuah nama yang tertulis di batu nisan.


"Apa kabar????Lihatlah aku datang dengan membawa baby ester"ujar tisya sambil mengusap batu nisan itu


"Maaf jika aku terlalu gegabah dalam mengambil sebuah keputusan" lanjutnya sambil menitihkan air mata.


"Sudahlah sya semua sudah terjadi mungkin ini yang terbaik untuk kita semua" ujar seorang lelaki yang setia mendampingi lattisya


"Tapi lex kenapa dia harus mengetahui identitasku????Aku ingin hidup damai bersama keluarga ku" ujar tisya sambil memdongak menatap alex


"ini sudah menjadi takdir sya,dia tidak bisa menerima mu sebagai menantu,dan dia ingin memisahkanmu dengan ray jelas itu salah karena posisimu sedang hamil,,,"jelas alex


"......" Tisya hanya bisa diam karena memang dalam hatinya dia sangat menyesal


"Aku masih merasa menyesal lex telah membunuh ayah mertuaku"ujar tisya


" menyesal boleh sya, tapi kau juga harus ingat bahwa perasaanmu bisa mempengaruhi perasaan baby ester juga"ujar alex berusaha menasehati tisya

__ADS_1


"ya kau benar aku harus belajar memaafkan diriku sendiri" ujar tisya sambil memandang baby ester yang tertidur pulas dalam dekapannya


" baiklah mari kita pulang" ujar alex sambil membantu tisya berdiri


Mereka pun akhirnya meninggalkan tempat pemakaman.Tampak dari kejauhan sopir pribadi beserta anak buah tisya sedang berjaga di sekitar mobil mereka.Seorang anak buah bernama K memberi hormat pada tisya dan menyampaikan sebuah informasi


"Salam Hormat Queen saya ingin menyampaikan sesuatu" ujar K


"Ya,Ada apa" ujar tjsya santai tapi tak mengurangi sikap wibawanya di depan para anak buahnya


" Tuan Ray telah sampai di mansion telat jam 10 pagi tadi" ujar K


" baik Queen" ujar K


"Dan untuk kamu lex,Maaf aku harus menjaga jarak padamu dan semuanya agar ray percaya bahwa aku sudah tidak terlibat dalam dunia mafia"jelas tisya


" it's oke Queen " ujar alex sedikit kecewa


Sejujurnya Alex kurang setuju pada keputusan tisya saat itu yang ingin membubarkan klannya karena permintaan Ray.

__ADS_1


Alex sangat murka saat mendengar ucapan tisya yang memintanya untuk mengambil alih tanggung jawabnya.Saat itu juga Alex menghubungi tuan Figo sebagai tetua klan.


Dan keputusan tisya dapat di redam dan mendapat titik terang.Tisya tetap menjadi pimpinan klan D.Q. hanya saja namanya dalam dunia hitam di samarkan seolah tisya telah mengundurkan dirinya dari dunia mafia.


Alex dan tisya pun masuk mobil masing masing guna pulang ke kediaman mereka.Sebelum berpisah tisya menitipkan pesan kepada alex.


"Lex tolong selidiki klan Blood Rose" ujar tisya


"Blood Rose??? sepertinya aku pernah mendengar klan itu???" ujar alex berusaha mengingat


"ooohhhh aku ingat... bukannya klan itu sudah kita hancurkan???" ujar alex mengingat nya


" iya klan itu milik si tampan Marcell Alano yang aku penggal dan menjadikan kepalanya koleksiku"


"Iya kamu benar.....jadi siapa yang membangkitkan klan blood rose kembali???" ujar alex sambil mengusap dagunya


" B*d*h jika gue tau gak mungkin nyuruh lo buat menyelidiki nya" sungut tisya


" yayaya....tapi Queen sebenarnya apa yang mendasari mu menghancurkan klan blood rose waktu itu???"tanya alex yang memang masih belum tau alasan sang sahabat menghancurkan bahkan menghabisi pimpinan blood rose

__ADS_1


"Heh" tisya hanya tersenyum miring


__ADS_2