
"Kenapa kau tersenyum seperti orang b*d*h begitu???"ujar alex sambil memicingkan sebelah matanya
"kau yang b*d*h b*g*k"ujar tisya sedikit berteriak karena teeggsulut emosi akibat perkataan alex
"jadi apa yang melatar belakangi kau menghancurkan klan blood rose???" ujar alex serius
" Mau tau banget lo,heh" ujar tisya mengejek alex sambil menutup pintu mobil dan pergi meninggalkan alex yang menatap tak percaya akan kelakuan tisya
"ha??? F*ck!!!!! " teriak alex mengumpat sambil menunjukkan jari tengahnya
Tisya yang melihat itu hanya tersenyum tipis akibat kelakuan sahabat kecilnya itu.
"Kau tak akan pernah bisa menemukan akar masalah yang melatar belakangi ku menghancurkan klan blood rose lex"gumam tisya dalam hati.
Tisya menyandarkan kepalanya sambil memejamkan matanya,dia menerawang ke bagian masalalunya
FLASHBACK ON
"Sayank kemarilah nak,Kenalkan anak relasi rekan kerja papa" ujar figo
"Lattisya" ujar tisya menampikan senyum manisnya
"Marcell" ujar seorang pemuda tersebut sambil tersenyum simpul
__ADS_1
"Gila senyumnya manis banget" ujar tisya dalam hati
"Jadi begini papa dan Mr.Alan ingin menjodohkan kamu dengan Marcell,bagaiman???" ujar Figo
" Tapi pa kenapa mendadak sekali??? bukankah tisya masih kuliah"ujar tisya sedikit tak setuju dengan keinginan sang Papa
"Ya kami juga tidak ingin terburu buru menyuruh kalian menikah,kami hanya ingin kalian saling kenal satu sama lain dulu sebelum sampai ke tahap pernikahan" ujar figo menjelaskan pada sang putri
" Kalau marcell mengikuti alurnya saja om, jika kalian ingin marcell dan tisya saling kenal dulu itu tidak masalah untuk kami,Atau kalian ingin kami bertunangan dulu juga tidak masalah bagi marcell asal kedua belah keluarga bisa saling bahagia kamipun ikut bahagia" ujar marcell dengan bijaksana
untuk sesaat aku terpana akan pesona dan cara berfikirnya namun semua berubah saat aku mengetahui fakta bahwa dia....
"Marcell apa maksud semua ini????"
"Lattisya" seorang pemuda tanpa busana tampak pucat pasi melihat sang tunangan berdiri tegak diambang pintu kamarnya dengan segera di menghempaskan wanita yang tidak sadarkan diri itu ke ranjang.
Dengan tergopoh dia mengambil kaos dan boxer yang tergeletak di lantai kamarnya.
"Sya dengarkan aku dulu aku...."
PLLAAAKKKK
Belum sempat ia meneruskan kata katanya sudah mendapatkan cap lima jari dari sang tunangan di pipi sebslah kirinya.
__ADS_1
"B*ji*g*n kau Marcell !!!!!!"ujar tisya dengan gigi bergemeletuk Marah,Sorot mata yang tajam nan dingin begitu menusuk siapapun yang melihatnya
"Tega sekali kau mengkhianatiku dengan j*l*ng sialanmu itu !!!!!" dada tisya sudah bergemuruh marah
"Aku tak mengkhianatimu sya,aku melakukan hal sewajarnya dengan istriku"ujar Marcell dengan enteng tanpa beban
"Apa kau bilang???? ISTRI????"kata tisya tak percaya dengan apa yang dia dengar
"Ya dia istriku sya....LICIA adalah istriku,Maaf kan aku yang tak jujur akan statusku padamu,,,"
ujar marcell dengan sedikit menunduk
"B*NG*AT KAU MARCELL!!!!! KAU MEMPERMAINKAN KU DAN JUGA KELUARGAKU !!!!!"terian tisya
"Maaf sya!!! jujur aku sangat terpesona padamu di awal pertemuan kita kau cantik dan energik mampu membangkitkan gairah hidup siapapun yang melihatmu,apalagi kau seorang model yang sedang naik daun,aku aku sangat menginginkanmu sya!!! percayalah aku mencintaimu...Kau akan tetap menjadi istriku yang pertama aku janji itu"ujar marcell
"PLAAAAKKKKK "tamparan kembali mendarat di pipi kana marcell
"APA KAU SUDAH TAK WARAS HEH!!!!KAU INGIN AKU MENJADI ISTRIMU!!!!!CUIH AKU TAK SUDI BERSAMAMU!!!!KAU SUDAH MENCORENG NAMA KELUARGAKU MARCELL LIHAT SAJA PEMBALASANKU!!!!!" teriak tisya sambil melempar cincin pertunangannya di depan wajah marcell lalu beranjak pergi dengan sedikit berlari
"Tisya...."
"Sungguh aku mencintaimu sya....maafkan aku..." gumam marcell
__ADS_1