CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
PAMIT 2


__ADS_3

Ray hanya diam mendengar penuturan sang istri yang memang benar adanya,dia telah mengkhianati cinta sang istri.Melihat sang suami yang hanya diam di tempat membuat tisya memicing sambil menatap kearah sang suami.


"sebenarnya apa yang kau rahasiakan dariku Ray,apa benar kau telah berkhianat pada cintaku?? tapi apakah mungkin???" dalam benak nya tisya bertanya tanya.


"Ray katanya mau buatin susu"ujar tisya sedikit berteriak.Ray sontak kaget akan teriakan sang istri buru buru dia menghampiri sang istri dan duduk di samping nya.


"iya gak usah teriak juga kan,masak manggil suami sendiri pakai teriak gak enak di denger para maid nanti"ujar Ray sedikit menasehati


Tisya hanya mendengus mendengarnya "siapa suruh ngelamun disitu" ujar tisya


"Maaf sayank"ujar Ray sambil mengecup kening sang istri dia akhirnya beranjak menuju dapur membuatkan sang istri susu.


Tidak berselang lama Ray kembali sambil membawa susu hangat untuk sang istri.


"Di habiskan ya sayank" ujar Ray sambil duduk berhadapan dengan sang istri di meja makan.Tisya hanya mengangguk lalu meraih gelas berisi susu hangat itu dan meneguknya hingga tandas.


"Sayank aku harus pergi ke kota Perth kembali ,Ada masalah pembangunan disana" ujar Ray membuka pembicaraan setelah tisya selesai meminum susunya


"Tidak bisa di tunda lagi kah??? kamu kan habis berduka lagian masih baru 1 Minggu kepergian mama kamu udah mau berangkat ke luar kota lagi" ujar tisya sedikit heran dengan sikap Ray.


"mau bagaimana lagi sayank ini sudah menjadi tugasku mengawasi pembangunan disana"ujar Ray sedikit memberikan pengertian kepada tisya.

__ADS_1


"baiklah tapi aku ikut kesana" ujar tisya


"Tapi sayank kamu sedang hamil tua gak bagus kalau harus bepergian keluar kota dengan kondisi seperti ini,kamu juga harus pikirkan anak kita juga dong sayank" ujar Ray yang sedikit takut jika memang tisya harus ikut dirinya.


"Ya sudah kalau begitu kamu hanya boleh pergi selama 3 hari tidak lebih" ujar tisya sambil menatap penuh intimidasi.


"ba-baik" ujar Ray sedikit gelagapan.


"Kapan kamu berangkat?" tanya tisya


"2 hari lagi" ujar Ray sedikit was was


" baiklah kalau begitu" ujar tisya sambil beranjak berdiri dan pergi menuju kamar.Ray bisa bernafas lega


"Takkan ku biarkan kau berbuat yang aneh aneh Ray,siapapun yang mencoba merebut mu dariku harus mati di tanganku" ujar tisya dalam hati.


Tisya langsung menyuruh beberapa anak buahnya untuk memata-matai Ray selama perjalanan nanti.


...*************...


Dua hari telah berlalu kini Ray sudah bersiap untuk pergi ke luar kota kembali.

__ADS_1


"apa semua keperluan mu sudah semua?" tanya tisya


"sudah sayank"ujar Ray


"baiklah kalau begitu hati hati di jalan" ujar tisya


"iya aku berangkat dulu ya" ujar Ray sambil mengecup kening dan bibir sang istri.lalu beranjak menuju mobil nya.


Ray mulai melenggang pergi dari pekarangan mansion.Selama perjalanan dia menghubungi Alice menggunakan ponsel privat miliknya yang di sembunyikan di bawah kursi mobilnya.


"Sayank kita bertemu langsung di hotel" isi pesan Ray kepada Alice


"mengapa harus di hotel kamu kan bisa langsung ke rumahku"balas Alice


"istri ku mulai curiga aku tak ingin mengambil resiko"balas Ray


"Baiklah aku akan memesan kamar hotel untuk kita berdua" ujar Alice


"baiklah nanti kirimkan nomor check-in nya padaku"balas Ray


" baik" balas Alice

__ADS_1


"Maafkan aku ma...... aku tak bisa jika harus berpisah dari Alice,tapi aku juga tak sanggup jika harus meninggalkan Tisya,Aku mencintai mereka berdua....Aku tau aku egois tapi bolehkah jika aku memiliki mereka berdua??? aku tak bisa jika harus memilih diantara mereka...."gumam Ray dalam benaknya.


__ADS_2