CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
KABAR RENA


__ADS_3

"Dokter cepat tolong mamaku" teriak tisya yang terdengar menggema di lorong rumah sakit membuat para dokter dan perawat tergopoh-gopoh mendatangi tisya dan Alex.


mereka tak lupa mendorong brangkar pasien. Rena yang memang sudah tidak sadarkan diri di pindahkan ke brangkar pasien dan di dorong menuju ruang UGD dan langsung di tangani oleh dokter.


"kau sendari tadi gelisah menghubungi siapa sih?"ujar Alex.


"aku mencoba menghubungi Ray tapi dari tadi handphone nya mati "ujar tisya


" mungkin dia lagi istirahat" ujar Alex


"iya mungkin saja" ujar tisya


"sekarang kau pulanglah Queen biar aku yang menjaganya"ujar Alex


"Tidak biar saja aku yang menjaga mertua ku" ujar tisya


" kau sedang hamil kumohon kali ini saja jangan keras kepala pikirkan anak dalam kandungan mu itu" jelas Alex


" baik lah Lex aku akan pulang besok pagi aku akan datang " turut tisya


" baik lah sebentar lagi biar W yang menjemput mu" ujar Alex .


Selang beberapa menit anak buah Alex datang dan Tisya langsung pulang diantar W.Setelah tisya pulang Alex menghubungi anak buahnya yang lain


"Alden cari informasi keberadaan Ray sekarang juga..."ujar Alex dari sambungan telepon nya.


" Jangan sampai kau menggali lubang kematian mu sendiri Ray " gumam Alex.

__ADS_1


...********...


Keesokan hari nya tisya telah sampai di rumah sakit tak lupa dia juga membelikan makanan dan baju baru untuk Alex.


"Lex " sapa tisya


" kau sudah datang " ujar tisya


" iya ini gue bawain baju sama makanan buat Lo" ujar tisya sambil memberikan paper bag pada Alex


"Tumben Lo perhatian biasanya kayak setan" ujar Alex


"bukannya bilang makasih tapi malah menghina,buang aja kalau gak suka" sungut tisya


"iya makasih,Mama Lo ada di ruang ICU dia udah siuman meski masih sangat lemah." ujar alex


Tisya mengangguk dan langsung berganti pakaian untuk bisa masuk keruangan ICU.


"ma kenapa ma?" ujar tisya tapi Rena tetap diam


"R-Ray......"ujar Rena


"Ray belum pulang ma dia masih kerja"ujar tisya.membuat Rena mengangguk dan kembali memejamkan matanya.


Dilain tempat Ray tengah menggeliat dari tidurnya dia masih enggan untuk beranjak dari kasur empuk itu


"Ray sayank bangun istrimu dari tadi malam menelfon mu" ujar Alice.Mendengar kata 'istri' membuat Ray langsung bangun dia bergegas mengecek panggilan dan pesan yang masuk.ray bangkit dan berjalan keluar balkon dan mencoba menghubungi sang istri,selang beberapa saat kemudian tisya mengangkat sambungan telepon dari Ray.

__ADS_1


"Hello sayank ada apa maaf aku baru bangun"ujar Ray pada tisya.


"Ray mama masuk rumah sakit" ujar tisya dalam sambungan telepon nya


"apa bagaimana bisa,Aku akan pulang saat ini juga" ujar Ray dan langsung mematikan telepon nya.Alice yang mendengar itu langsung saja bertanya pada Ray


"ada apa Ray??" tanya Alice


"Mama masuk rumah sakit,aku harus segera pulang"ujar Ray bergegas menuju kamar mandi


"Syukurlah jika kamu akan segera pulang aku pun bisa leluasa menjalankan misi ku selanjutnya." ujar Alice dalam hatinya.


Tak berselang lama Ray keluar dari kamar mandi dan bergegas untuk pulang ke Edinburgh saat itu juga.


Tepat pukul 10.00 Ray tiba di rumah sakit karena memang tisya sudah memberitahu alamat nya.


"Sayank bagaimana keadaan mama???" tanya Ray setelah sampai disana.


"kondisi mama masih lemah beliau sekarang ada di ruang ICU" ujar tisya menjelaskan


"aku akan masuk kedalam " ujar Ray yang mendapat anggukan dari tisya.


"masuklah tapi sebelum masuk cuci tanganmu dahulu." ujarnya.


"baik sekalian aku ke kamar kecil saja kalau begitu" ujar Ray langsung melangkah pergi meninggalkan tisya dan Alex.


Tidak lama Alex menyusul Ray ke kamar mandi.Alex menunggu Ray selesai buang hajat saat Ray keluar langsung saja Alex berkata

__ADS_1


"Ingat Ray,Saat kau menyalakan Api maka jangan lupa untuk mematikannya tapi jika kau masih ingin bermain api maka bersiaplah terbakar karena nya"ujar Alex pada Ray.


Ray hanya diam tidak menjawab karena dia tau makna dari kata kata tersebut.


__ADS_2