
Selesai sarapan Lattisya segera ke rumah Ray guna menjemputnya karena hari ini adalah jadwal pemeriksaan dan operasi untuk Ray. Sedangkan Robert dan Alex sudah berangkat lebih dulu ke rumah sakit untuk menyiapkan segalanya.Sesampainya di rumah Ray dapat Lattisya lihat sang kekasih sudah bersiap.
"aduduh tampan banget sih pacarku"goda tisya pada Ray . Ray hanya bisa menunduk malu.
"hahahaha ayolah sayang kamu tak perlu menunduk untuk menyembunyikan pipi merahmu"tisya masih terbahak.
"sya bisakah kamu tidak menggodaku jika aku rasakan jiwa kita seperti nya tertukar"
"Hem benarkah kenapa bisa tertukar?"jawab tisya heran.
"bayangkan saja kamu selalu menggoda ku dengan kata2 yang seharusnya di lontarkan laki2 dan aku malah seperti wanita yang tersipu malu karena ulahmu" ujar Ray
"oh ayolah sayank ku sekarang waktunya aku yang memanjakan mu dulu sebelum nanti kamu bisa melihat dan memanjakan diriku"
"benar juga ya....baiklah ayo sekarang berangkat"angguk ray
"ok sayank"
Tisya Ray dan Rena pun akhirnya berangkat ke rumah sakit. 1 jam kemudian mereka sampai di sana dan sudah ada Alex yang menunggu mereka.
__ADS_1
"nona bisa ikut dengan saya sebentar"kata Alex menghentikan Lattisya untuk menuntun Ray. tisya pun mengangguk dan menyerahkan tangan Ray ke Rena
"mam tisya tinggal dulu ya.mama tunggu di ruangan Ray saja dulu kamarnya sudah tisya siapkan" ungkap tisya pada Rena
"iya nak terimakasih (tersenyum)"
Tisya pergi bersama Alex ke ruangan operasi disana sudah ada Robert dan franz di bed pasien.
" ada apa "tanya tisya
"pak tua ini sendari tadi merengek minta menemui mu" ujar Robert dengan nada kesal
"aku mohon ampuni aku aku akan lakukan apapun sesuai perintahmu asalakan kau ampuni nyawaku "pinta franz
"terlambat kekasih ku butuh mata dan kau harus memberikannya.usiamu sudah tua kau sudah bau tanah seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku masih berbaik hati padamu" ujar tisya sambil berbalik dan akan meninggalkan ruangan
"oh dan satu lagi apa kau tak ingin bersatu dengan anak dan istrimu mereka pasti sudah lama menunggu(tersenyum mengejek)"lanjut tisya
"terkutuk kau wanita laknat kau tak kan bahagia meski kau bersama dengan cintamu suatu hari nanti kau akan menerima karmanya"hardik franz membuat tisya berhenti dan berbalik tatapan tisya sangat mengerikan dingin dan sangat menusuk.
__ADS_1
"simpan energimu untuk operasi pak tua.lebih baik kau berdoa dan meminta ampunan atas segala dosamu dari pada menghardik diriku" balas tisya,Tisya berusaha mengontrol emosi nya agar tidak di curigai oleh keluarga ray.
Tisya memerintahkan Robert dan Alex untuk segera melakukan operasi pada Ray.
Tisya masuk ke ruang rawat inap Ray disana ada Rena yang masih berpincang dengan Ray.
"Ray operasi nya sebentar lagi di lakukan kamu sudah siapkan?" tanya tisya
"Sudah sya hanya sedikit gugup saja"ungkap Ray.
"tenang lah sayank aku akan selalu menemanimu" ungkap tisya tulus
"ma doakan Ray ya ma"kata Ray pada rena
"pasti sayank"Rena tak kuasa menahan air mata sedih senang takut bercampur menjadi satu.Ray akhirnya di pindahkan ke ruang operasi.Tisya dan Rena terus berdoa agar semuanya baik2 saja. 2 jam telah berlalu dan lampu ruang operasi sudah menyala hijau yang artinya operasi telah selesai.Saat Robert keluar Tisya dan Rena langsung berdiri dan bertanya padanya.
"dok apa Operasi sukses" tanya tisya
" bagaimana keadaan putra saya?"tanya Rena
__ADS_1
Robert hanya bisa menatap mereka berdua dengan raut wajah yang tak bisa di baca