
"Alice aku ingin hubungan kita selesai sampai disini...." ujar ray.
"Apa kau bilang ray????"Tanya alice sambil menatap tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan sang kekasih.
"Aku ingin putus hubungan dengan mu alice,,,maaf!!!"ujar ray sambil mengalihkan pandangannya dari sang kekasih,dia tidak tega melihat mata sang kekasih yang mulai berkaca kaca.
"apa aku tak salah dengar ray??? kau ingin meninggalkan ku setelah semua yang ku berikan padamu,hah???Kau tega meninggalkan ku???" ujar alice dengan derai air mata yang jatuh membasahi pipi.
"Bukan begitu alice aku-...."ujar ray yang langsung di potong oleh alice.
"aku apa ray??? bilang saja kau sudah muak padaku,,,kau sudah tak ingin bersamaku,,,iya kan???apa karena aku tak bisa memberimu keperawananku begitu,hah???jadi kau mau meninggalkan aku???" teriak alice hingga suaranya menggema di seluruh ruangan.
"bukan begitu alice tenangkan dirimu..."teriak ray tak kalah tinggi suaranya,membuat alice terdian dan menangis tergugu.
"hiks...hiks....hiks..." melihat sang kekasih menangis tergugu ray langsung memeluk erat tubuh alice
__ADS_1
"aku tidak bermaksut untuk menyakitimu ataupun meninggalkan mu alice,sungguh aku sangat memcintaimu,tapi....akhhh aku benci dengan situasi seperti ini"ujar ray yang mengerang frustasi.
"lalu apa ray...hiks hiks...apa yang melatarbelakangi kamu hingga ingin berpisah dariku hiks" ujar alice sambil terisak.
"LATTISYA"ujar ray lalu melanjutkan ucapannya "Tisya lah yang membuatku harus meninggalkanmu!!"
"apa sebegitu besarnya cintamu pada tisya hingga kau ingin meninggalkan ku ray???" alice semakin tergugu dengan pengakuan ray hatinya sesak dan nyeri akan pengakuan sang kekasih.
"bukan begitu alice...aku ingin berpisah darimu bukan karena cintaku pada tisya,namun aku ingin melindungimu darinya...kau tak tau siapa dia yang sebenarnya" ujar ray memberi pengertian pada sang kekasih sambil mengusap rambut panjang alice.
"Tidak alice aku hanya mencintaimu"ujar ray meyakinkan.
"kau pembohong" alice mencoba berontak dari pelukan ray sambil memukul dada bidang sang kekasih.
"TISYA ADALAH SEORANG MAFIA..." teriak ray membuat alice membeku.
__ADS_1
"tisya adalah Queen pimpinan dari D.Q. mafia yang paling kejam dan bengis tiada ampun bagi musuh nya,maka dari itu aku ingin melindungimu dengan cara meninggalkanmu "ujar ray
" ...... " alice masih diam membisu.
"aku tak ingin kau dalam bahaya sayank...please kita akhiri hubungan ini ya" ujar ray sambil mdmcoba memeluk kembali sang pujaan hati
"Tidak adakah cara lain ray???? sungguh aku tak sanggup untuk kehilangan dirimu kembali??? aku ingin kita tetap bersama ray" ujar alice
"tidak ada alice hanya itu caranya agar aku bisa meindungimu...."ujar ray memberi pengertian kembali.
Alice diam mencerna kata kata dari ray.dalam benaknya berkata "sialan bagaimana ini,ray sudah tau akan identitas tisya.biar bagaimanapun aku tak ingin melepaskan ray karena balas dendamku juga belum terbalas dan aku juga sudah jatuh cinta kembali padanya"gumam alice "tidak ray hanya milikku dan selamanya milikku"lanjut alice.
"Jadi bagaimana sayank??? kamu setujukan untuk berpisah dulu dariku???" tanya ray setelah sekian lama diam
"Aku....Menolak untuk berpisah darimu!!!" unar alice tegas
__ADS_1