
"Aku mohon padamu Ray jangan pernah meninggalkan aku hiks hiks aku tak sanggup jika harus berpisah darimu huhuhu aku sangat mencintaimu Ray!!!!Aku mohon" ujar tisya sambil menangis tersendu sendu
Ray yang mendengar itu hanya bisa diam tak bergeming,tak bisa di pungkiri meskipun dia telah mengkhianati tisya tapi dia juga memiliki cinta yang begitu dalam untuk wanita yang telah memberinya anak tersebut.
Ray bingung dan bimbang apa yang harus dia lakukan...untuk berpisah dari Alice dia tak sanggup tapi jika dia tetap melanjutkan hubungannnya maka bersiaplah untuk membayarnya dengan nyawa.
Karena sudah tak mungkin bagi Ray untuk berpisah dari tisya.Mereka sudah terikat satu sama lain apalagi sekarang ada baby ester, pikiran ray sudah hampir meledak memikirkan hal rumit itu.
"Ray apa kamu bisa mendengarku???" tanya tisya.Ray spontan menoleh kearah tisya, tampak wajah ayu itu basah akibat air mata. dengan reflek ray menghapus air mata itu.
Tisya semakin tersendu dan menundukkan kepalanya,lalu dia raih tangan sang suami seraya berujar :
"Jika kamu takut aku akan berhenti menjadi mafia ray!!!! Akan aku tinggalkan segala nya hanya untukmu!!!! Aku akan berubah menjadi wanita yang kamu inginkan!!!Sungguh percayalah padaku ray !!!! aku akan membubarkan klan mafia ku !!!! Asal jangan kau tinggalkan diriku !!!!! kumohon ray!!!!"
__ADS_1
Ray masih diam sambil menatap netra sang istri,berlahan senyum itu terbit dari bibir Ray
"Apa kamu serius akan meninggalkan dunia mafia demi aku sya???Kau tidak berbohongkan padaku????" tanya ray
"Apapun akan aku lakukan demi kamu ray!!! bahkan jika sekarang kau meminta nyawaku akan berikan padamu!!!" ujar tisya dengan penuh keyakinan.
(Author : Kebucinanmu akan membawa petaka bagimu tisya😪)
Ray tersenyum puas dengan pengakuan tisya dia bawa tubuh sang istri kedalam dekapanya, dia cium pucuk kepala sang istri
"Ya aku akan berhenti menjadi mafia " ujar tisya
Ray kembali memeluk sang istri dan mencium bibir seksi tisya,cukup lama mereka berciuman hingga pada akhirnya ciuman itu harus berhenti setelah mendengar suara tangisan baby ester.
__ADS_1
"oek.....oek...oek..." suara tangisan baby ester menggema di seluruh ruangannya dan membuat kedua orang tuanya langsung masuk kedalam ruangan baby ester
"Sayank apa kamu lapar???" ujar tisya sambil menggendong baby ester.
Ray tersenyum melihat interaksi ibu dan anak itu diapun mendekat dan memeluk sang istri dari belakang.Dia usap kepala sang anak dengan penuh kasih sayank,tampak baby ester menikmati Asi pemberian sang ibu.
Beberapa saat kemudian baby ester tampak tertidur lelap, tisya dengan berlahan meletakkan baby ester ke dalam boks baby. Dia dan ray akhirnya keluar dari kamar baby ester
"Apa kamu mau makan???" tanya tisya pada ray
"Tidak sayank aku hanya sedikit lelah ingin segera mandi dan tidur" ujar ray.
Ray pun berjalan terlebih dahulu menuju kamar tidurnya sedangkan tisya kebawah menuju ke paviliunnya.
__ADS_1
Sesampainya di pavilliun tisya menekan tombol pada rak bukunya yang menampilkan jalan rahasia menuju ruangannya.saat telah sampai dia menghampiri sebuah kota yang berisikan senjata favoritnya lalu mengambilnya.
" Maafkan Aku Ray......" lirih tisya