CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
BINTANG BERKILAU


__ADS_3

"Namanya adalah ESTER CLARETTA JESSE LEORAY" jawab Ray sambil menimang sang putri


"nama yang bagus ....lalu artinya" tanya tisya


" Artinya BINTANG BERKILAU ANUGRAH TUHAN UNTUK LEONA DAN RAY,bagaimana?" tanya Ray meminta pendapat


"PERFECT sayank" ujar tisya "dia memang seperti bintang yang berkilau untuk kita" lanjut tisya


"kamu benar sayank putri kita sangat menawan" ujar Ray yang terlihat begitu gemas pada sang putri sampai sampai-sampai Ray mencium pipi baby Ester secara bertubi-tubi dan Untuk sejenak Ray melupakan kejadian beberapa jam yang lalu.


Akibat ulang sang ayah baby Ester merasa terusik dan menangis kencang,Ray kaget bukan main ban berusaha menenangkan baby Ester.


"Oek....Oek....oek...." suara tangisan baby Ester


"Cup cup cup sayang nya Deddy " ujar Ray sambil menimang melihat interaksi antara ayah dan anak itu membuat tisya tersenyum tenang.


"Sini sayank berikan baby Ester padaku mungkin dia juga haus" ucap tisya dan Ray mengangguk memberikan baby Ester pada tisya.Ray juga duduk di tepi ranjang milik tisya sambil membelai pipi sang putri yang sedang meminum Asi.


"Hmmm...Ray apa kau tidak ingin pergi ke rumah tuan Steve untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya nona Belle ??" ujar tisya sambil menatap sang suami


"Apa kau ingin aku masuk penjara???? dengan mendatangi rumah tuan Steve sama saja aku menyetorkan nyawaku sendiri akibat perbuatan mu" ujar Ray mendengus kesal akibat pertanyaan dari sang istri.

__ADS_1


"Apa hubungannya mengatakan belasungkawa dengan masuk penjara dan setor nyawa????" tanya tisya polos membuat Ray menyentil dahi sang istri.


"Awww" ujar tisya.


" Ya ada hubungannya lah kan kamu yang bunuh Belle terus sekarang kamu nyuruh aku buat datang ke rumah tuan Steve gitu??? ya sama aja aku gali lobang kematianku sendiri lah gimana sih" sungut Ray.


"emang kamu gak lihat berita apa???" tanya tisya.


" berita apa???"tanya Ray yang beralih bertanya pada sang istri .


" coba aja lihat media online sekarang" ujar tisya tenang dan kembali fokus menyusui sang putri cantiknya


Ray hanya mengangkat alis dan beralih mengambil ponselnya di saku.dia mulai membuka media online yang ternyata kematian Belle sudah menjadi trending topik.


" kenapa tidak mungkin???" ucap tisya tapi masih fokus menatap sang putri


" disini di kabarkan kalau Belle meninggal karena bunuh diri dan dugaan sementara dia karena depresi" ujar Ray yang tak percaya dengan berita yang ada karena dia menyaksikan secara langsung istri nya lah yang membunuh Belle dengan sadis.


"Hahahaha" tisya tertawa sumbang


" see aku bisa melakukan apapun sayank hanya dengan menjentikkan jari ku" ujar tisya sombong.Ray hanya bergidik ngeri melihat tawa sang istri.

__ADS_1


" Tapi polisi lebih pintar darimu dalam penyelidikan sya semua akan terbongkar,kau belum tau siapa tuan Steve itu." ujar Ray.


Tisya tidak menggubris perkataan sang suami dia mulai mendial sebuah nomer yang Ray tidak mengenalnya.Tisya juga menyalakan speaker ponselnya agar Ray dapat mendengarnya.


"Hello .... saya Lattisya Thorpher saya ingin mengatakan pada anda jendral Hans saya yang telah membunuh nona Belle karena dia mengusik ketenangan saya,,,apa saya akan di tangkap karena nya"ujar tisya yang mendapat pelototan dari sang suami,Ray tidak percaya bahwa sang istri sangat gila, berani-beraninya dia menelepon Jendral polisi.


"Hahahaha yang benar saja Queen anda melaporkan diri anda ke anak buah anda sendiri???? mana berani saya menangkap anda yang ada malah nanti saya akan anda eksekusi hahahaha" ujar jenderal polisi tersebut.tisya langsung menutup teleponnya dan mendial nomor yang lain.


" hello kau sudah dapat informasi yang ku pinta???"


"Sudah Queen"


"jelaskan" ujar tisya dengan nada tegasnya


"Steve Darwis usia 57 tahun pemilik Darwis company dan S.D. corp.Tidak hanya itu dia juga memiliki bisnis di dunia bawah dan bekerja sama dengan blood rose dia jug-......"


" Cukup" potong tisya.dan mematikan telepon nya.


" So kau masih tidak percaya pada istri mu ini???" ujar tisya


" kau tetap tak ingin mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Belle???" tanya tisya kembali

__ADS_1


"aku..."


__ADS_2