CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
PEMAKAMAN


__ADS_3

Dengan air mata yang membanjiri pipi tisya mengusap lembut wajah pucat marcell dia mencium kening marcell dengan begitu dalam, kulit dingin itu bersentuhan dengan dengan kulit hangat tisya.


"Baumu harum sama seperti saat kau memelukku di awal musim salju..."


Saat itu....


Flashback on


"Queen...." panggil seorang pria memakai trench coat berwarna grey yang langsung turun dari mobil dan menghambur keluar memeluk sang kekasih yang tengah duduk di bangku taman


"Kamu terlambat 5 menit" ujar seorang gadis dengan wajah yang di tekuk


"Hahaha maafkan aku sayank telah membuatmu menunggu" ujar marcell


"Untung aku tak mati kedinginan" Ujar tisya


"kau kedinginan Queen ??? Sini biar aku hangatkan" ujar marcell sembari mendekap erat tisya.


"Kau harum sekali marcell...ini membuatku tenang..."ujar tisya sembari membalas pelukan erat marcell


"Kau menyukainya???"tanya marcell


"Tentu aromanya sangat enak dan nyaman"ujar tisya


"Baiklah kau harus tau nama parfum ini,Jika suatu hari nanti aku tak bersamamu kau bisa membeli parfum ini itu akan mengingatkanmu padaku " ujar marcell


"baiklah " ujar tisya sambil tersenyum

__ADS_1


Dinginnya malam tak membuat dua insan yang tengah dimabuk asmara itu membeku malah suasana malam dapat mencairkan perasaan penuh cinta diantara keduanya


"Aku punya sesuatu untukmu"ujar marcell saat mereka sudah berada di dalam mobil


"Apa itu???"tanya tisya


"ini"ujar marcell sambil mengeluarkan kotak beludru berwarna hitam


"Apa ini????" tanya tisya sembari mengambil kota tersebut


"buka saja" ujar marcell


Tisya membuka kota tersebut yang tenyata di dalamnya terdapat sebuah kalung dan anting berliontin bunga mawar hitam


"wah ini indah sekali" ujar tisya


"Tapi kenapa cuma kalung dan anting saja,di mana gelangnya???" tanya tisya


"Gelang???" tanya marcell


"Iya gelangnya mana seharusnya inikan satu set perhiasan kenapa cuma ada anting dan kalung saja???" ujar tisya


"Dasar rakus...tutup matamu"perintah marcell


"apa???"tanya tisya terbelalak


"sudah tutup saja" ujar marcell dan diangguki oleh tisya

__ADS_1


Marcell tersenyum dan mengeluarkan kota beludru berwarna merah yang terdapat gelang emas putih dengan ukiran bunga mawar merah tak hanya itu terdapat sebuah cincin berbentuk mawar bertabur berlian merah delima


"buka mata kamu" ujar marcell


"waaaahhhh ini sangat indah cell" binar bahagia tercetak jelas di mata tisya


"Tapi mengapa ini berwarna merah bukanya hitam???" tanya tisya


"karena Mawar Merah untuk yang Terindah" ujar marcell sambil tersenyum


"Terimakasih" ujar tisya sambil memeluk Marcell


Flashback off


Tak terasa air mata tisya semakin deras membasahi pipinya


"Lihatlah cell aku selalu memakai cincin pemberianmu kemanapun aku pergi,aku juga selalu memakai parfum yang sama sepertimu, kau selalu menempati sudut hatiku marcell kau selalu yang terindah,Tapi maafkanlah aku jika tak bisa memberimu cinta sebesar dan sedalam aku mencintai Ray...percayalah kau selalu menjadi yang terindah dalam hidupku" ujar tisya sembari mengecup tangan dingin sang mantan.


Hingga suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Masuklah" ujar tisya


"Nyonya peti jenazah sudah saya siapkan nyonya"


"Bawa kemari" ujar tisya.


Pintu kamar terbuka menampilkan sebuah peti berwarna putih dengan ukiran bungan mawar merah,Pelayan tersebut membawa peti tepat di samping ranjang Marcell dengan di bantu beberapa anak buah tisya mayat Marcell di masukkan kedalam peti tersebut.

__ADS_1


"Beristirahatlah dengan tenang Marcell aku selalu menyayangimu" ujar tisya sembari mengecup bibir pucat nan dingin milik marcell


__ADS_2