CINTA SEORANG MAFIA GIRL

CINTA SEORANG MAFIA GIRL
BELASUNGKAWA


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup memakan waktu akhirnya ray sampai di sebuah mansion bernuansa merah muda itu,nampak masih ramai orang yang datang untuk melayat.


ray menarik nafas panjang guna menghilangkan rasa gugupnya.


"ayo ray kau bisa melakukannya" gumam ray pada dirinya sendiri.Lalu ray mulai beranjak turun dari mobil.Ray mulai melangkah masuk ke dalam mansion sembari membawa setangkai bunga mawar putih,nampak saat dia pertama kali masuk menjadi pusat perhatian dengan setelan jas hitam yang melekat indah di tubuhnya.Ray berjalan mendekati peti jenazah belle saat dia akan membuka kain putih penutup jenazah ray di hentikan oleh cekalan tangan dari steve.


"aku mohon jangan di buka kain itu,kau akan mual jika melihatnya,putriku sudah sangat menderita dengan apa yang dia alami" ujar steve dengan nada parau nya


"tuan steve saya hanya ingin memberikan penghormatan terakhir untuk nona bell,biar bagaimana pun nona belle adalah rekan bisnis yang sangat baik." ujar ray sambil memegang tangan tuan steve guna memberikan ketenangan.


Akhirnya steve mengizinkan ray untuk membuka kain penutup putrinya.Dengan berlahan tapi pasti ray membuka kain tersebut dan hal paling mencengangkan terjadi dia sangat shock dengan apa yang dia lihat.


Wajah belle tidak lagi berbentuk wajahnya rusak dengan kulit yang mengelupas seperti terkena air keras.


"kenapa bisa begini??sungguh hasil yang sangat mengerikan" gumam ray dalam hati dia bergidik ngeri akan perbuatan sang istri.Ray kembali menutup wajah belle dengan kain dan mengambil dua langkah mundur dari peti jenazah belle.


"ehem"sebisa mungkin ray mengontrol dirinya.


"nona belle saya turut bersedih atas peristiwa yang menimpa anda,saya harap anda bisa tenang dialam sana" ujar ray dengan sedikit membungkuk.

__ADS_1


Ray lantas balik badan dan....


"Hay" sapa seorang wanita yang sangat ia kenal membuat ray membulat sempurna.


"kamu ngapain disini???" tanya ray sedikit berbisik.


"apa kamu tidak tau kalau aku dan belle adalah saudara???"ujar Alice.


"Apa?" tanya ray tidak percaya dengan mulut sedikit menganga.


"bagaimana mungkin???" tanya ray kembali.


"baiklah nanti kita bicara lagi" ujar ray sambil melangkah menjauh dari alice.


"ta-tapi....."kata alice terpotong dengan tatapan tajam dari ray,ray juga memberi isyarat agar alice diam.


Ray melangkah menuju tuan steve guna mengucapkan belasungkawa pada tuan steve.


"Tuan steve saya dan istri saya tisya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya nona belle,mohon maaf istri saya baru saja melahirkan tadi malam jadi dia tidak bisa datang kemari" ujar ray.

__ADS_1


"tidak apa tuan ray terimaksih sudah datang dan saya ucapkan selamat atas kelahiran putra anda"ujar steve


"iya terimakasih tuan steve,mohon maaf saya harus undur diri terlebih dahulu." ray pamit pada steve dan anne


Ray beranjak pergi dari mansion belle,ray masuk kedalam mobil lalu mengirim pesan pada alice untuk menemuinya ditempat biasa.


setelah mengirim pesan ray langsung melajukan mobilnya ke tempat biasa alice dan ray bertemu,dimana lagi kalau bukan di hotel


15 menit ray sudah sampai di hotel dia langsung memesan kamar yang sudah menjadi favoritnya bersama alice.


Ray langsung pergi menuju kamar sewanya dia juga sudah gerah ingin segera mandi.Tidak lama setelah ray datang alice juga sampai disana dia langsung menuju kamar hotel biasanya.


10 menit kemudian ray selesai mandi dia langsung melangkah keluar kamar mandi.Saat keluar dia di kejutkan oleh tangan melingkar di pinggangnya.


"Alice lepas dulu"ujar ray


"tidak mau aku rindu" ujar alice


Ray melepas paksa pelukan alice dia langsung mengambil baju bersih yang sudah ia siapkan tadi.hal itu membuat alice memicing bingung akan sikap ray.

__ADS_1


"Alice aku ingin hubungan kita selesai sampai disini...." ujar ray


__ADS_2